Bisnis.com, JAKARTA – BIG 40 Awards yang merupakan rangkaian agenda HUT ke-40 Bisnis Indonesia Group memberikan apresiasi kepada PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dalam Government Partnership for Social & Public Housing Development.
BIG 40 Awards diselenggarakan pada Senin (8/12/2025) malam di Hotel Raffles, Jakarta. Sebelumnya, Bisnis Indonesia Group menggelar BIG Conference yang mempertemukan para pelaku industri dan regulator, dihadiri antara lain oleh Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Menteri UMKM Maman Abdurahman.
Melanjutkan rangkaian acara, sebagai menegaskan momen HUT ke-40 Bisnis Indonesia Group juga memberikan penghargaan khusus kepada 40 tokoh. Mereka adalah tokoh pilihan yang dianggap berkontribusi bagi dunia bisnis dan ekonomi, serta kehidupan sosial masyarakat.
Penghargaan diberikan antara lain kepada Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, tokoh bisnis Theodore Permadi Rachmat, Dato' Low Tuck Kwong, hingga penghargaan anumerta kepada Soemitro Djojohadikoesoemo selaku begawan ekonomi.
Selain penghargaan terhadap sejumlah tokoh, BIG 40 Awards juga memberikan apresiasi terhadap sejumlah perusahaan, seperti PT Bank Tabungan Negara Tbk., PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, hingga PT PLN (Persero).
Adapun apresiasi kepada BTN diberikan atas kontribusinya dalam bidang kerja sama dengan pemerintah dalam mendukung program perumahan nasional.
BTN memegang peran sentral dalam memfasilitasi pembiayaan perumahan terjangkau, khususnya melalui program KPR bersubsidi, yang secara langsung berdampak pada kesejahteraan sosial.
Keunggulan BTN terletak pada kemitraan eratnya dengan pemerintah untuk merealisasikan target pembangunan sejuta rumah, sekaligus memastikan inklusi kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Seperti diketahui, BTN memiliki pangsa pasar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) terbesar di Indonesia dan menjadi contributor utama program pemerintah di sektor perumahan, terutama di segmen MBR.
BTN juga merupakan pelopor pembiayaan KPR sejak 1976 dengan total pembiayaan lebih dari 5,8 juta unit rumah hingga November 2025. Jumlah ini terdiri dari 4,4 juta penyaluran KPR subsidi dan 1,4 juta penyaluran KPR nonsubsidi.
Sebelumnya dalam Bisnis Indonesia Group (BIG) Conference, Direktur Consumer Banking BBTN Hirwandi Gafar menyebut salah satu upayanya yakni dengan melakukan dukungan pembiayaan baik bagi sisi suplai maupun sisi demand.
"Bank BTN memiliki peran sentral dalam membantu Pemerintah untuk Program 3 Juta Rumah yaitu sebagai kontributor utama dalam penyediaan pembiayaan pada sisi demand serta supply," jelasnya dalam acara BIG Conference di Jakarta, Senin (8/12/2025).
Mengacu paparan yang disampaikan, terdapat tiga program yang dijalankan untuk mendukung sisi suplai.
Pertama, Kredit Program Perumahan yang diberikan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah berupa individu atau perseorangan. Di mana, bentuknya berupa kredit investasi dan atau kredit modal kerja dalam rangka mendukung pencapaian program prioritas di bidang perumahan.
Kedua, kredit konstruksi yang diberikan kepada pengembang dalam rangka menyediakan kawasan atau hunian baik untuk rumah subsidi maupun rumah non subsidi.
Ketiga, kredit pembelian lahan yang diberikan kepada pengembang dalam rangka pembelian lahan yang bertujuan untuk menyediakan kawasan atau hunian baik rumah subsidi.
Sementara itu, dalam rangka mendukung pendanaan sisi demand beberapa program yang digulirkan yakni Kredit Pemilikan Rumah (KPR) maupun Kredit Pemilikan Apartemen (KPA), KPR Subsidi, Kredit Agunan Rumah, hingga Kredit Bangun Rumah.
Lebih lanjut, dalam menjawab tantangan pembiayaan perumahan ke depan, BBTN juga berkomitmen untuk turut serta menyuntik permodalan khususnya untuk renovasi sejumlah rumah tak layak huni (RTLH).
"Terkait dengan program 3 juta rumah tadi sudah disampaikan oleh Pak Wamen bahwa program 3 juta rumah itu tidak hanya untuk penyediaan rumah baru tapi juga termasuk renovasi rumah bahkan yang besar itu adalah dari sisi renovasi terhadap rumah yang tidak layak," pungkasnya.