Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menyampaikan bahwa Danau Rawa Pening tengah dilirik oleh investor untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata ... [346] url asal
Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menyampaikan bahwa Danau Rawa Pening tengah dilirik oleh investor untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata air unggulan.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Semarang, Kamis, menyatakan mendukung pengembangan wisata air di kawasan Rawa Pening di Kabupaten Semarang untuk memperkuat aglomerasi Pariwisata Borobudur-Kopeng-Rawa Pening.
"Borobudur, Kopeng, Rawapening ini menjadi satu aglomerasi yang akan kita kembangkan. Namun memang harus dikoordinasikan dengan berbagai pihak, karena Rawapening juga kawasan konservasi," katanya.
Hal itu ia sampaikan saat menerima audiensi Bupati Semarang, Ketua DPRD Kota Salatiga, serta perwakilan calon investor dalam negeri yakni PT Pandawa Sapto Dewi Pesisir.
Perseroan itu merupakan investor asal Cilacap yang berminat ikut mengembangkan destinasi wisata di daerah Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang sarat legenda.
Luthfi menyambut baik minat investasi untuk pengembangan destinasi wisata tersebut, namun mewanti-wanti agar tetap memperhatikan fungsi konservasi dan melalukan koordinasi lintas sektor.
Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan calon investor tersebut berencana mengembangkan destinasi wisata di kawasan Rawa Pening, mulai dari rumah makan apung, vila, keramba, hingga permainan air.
"Harapannya, Rawa Pening menjadi salah satu destinasi unggulan di Jawa Tengah," katanya.
Sementara itu, Direktur PT Pandawa Sapto Dewi Pesisir Miskun mengatakan perusahaannya melihat potensi besar Rawa Pening untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis perairan.
Ia mengatakan bahwa Gubernur Jateng meminta agar proses pengembangan dapat segera direalisasikan.
"Beliau tadi menyampaikan supaya secepatnya disegerakan, jangan terlalu lama," katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jateng Hanung Triyono mengatakan pengembangan Rawa Pening harus dilakukan secara hati-hati karena kawasan tersebut juga berfungsi sebagai kawasan konservasi.
Menurut dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk menentukan zonasi kawasan yang dapat dimanfaatkan sebagai destinasi wisata maupun yang harus dipertahankan sebagai kawasan konservasi.
Selain itu, di Rawa Pening juga akan masuk investasi terkait sistem pengelolaan air dari Shiga, Jepang sehingga aspek pariwisata, konservasi, dan pengelolaan air dapat berjalan beriringan.
"Mudah-mudahan tahun ini bisa kita lihat site plan-nya. Karena Rawa Pening ini kewenangan Kementerian PU, tapi tetap kita bisa masuk," katanya.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menilai kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) menjadi instrumen strategis untuk memperkuat daya saing pariwisata Indonesia. Kementerian... | Halaman Lengkap [385] url asal
JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menilai kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) menjadi instrumen strategis untuk memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat dalam menarik wisatawan mancanegara. Kebijakan tersebut dinilai tidak hanya berkaitan dengan kemudahan visa, tetapi juga berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
"BVK bukan sekadar fasilitas visa. BVK adalah instrumen daya saing, instrumen pertumbuhan, dan instrumen penciptaan lapangan kerja. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, Indonesia perlu memastikan tidak tertinggal dalam memberikan kemudahan perjalanan bagi wisatawan mancanegara," demikian pernyataan resmi Kemenpar dikutip pada Kamis (25/6/2026).
Kemenpar menyebut kemudahan akses perjalanan menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi keputusan wisatawan dalam memilih destinasi. Karena itu, Indonesia perlu memperkuat kebijakan fasilitasi perjalanan agar tetap kompetitif dibandingkan negara-negara lain di kawasan ASEAN seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Menurut Kemenpar, Indonesia sebelumnya telah memiliki pengalaman menerapkan kebijakan bebas visa secara luas. Pada 2016, Indonesia memberikan fasilitas BVK kepada 169 negara dan dinilai berhasil meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.
Berdasarkan kajian World Travel & Tourism Council (WTTC) bersama Oxford Economics, kebijakan tersebut berkontribusi terhadap peningkatan permintaan wisatawan mancanegara sebesar 24% serta mendukung terciptanya sekitar 400 ribu lapangan kerja.
Kemenpar juga menyebut hasil penyempurnaan perhitungan menggunakan realisasi kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2018 menunjukkan dampak BVK bahkan diperkirakan mencapai 32,4% terhadap peningkatan permintaan wisatawan asing.
Selain itu, kajian WTTC menunjukkan kebijakan bebas visa memiliki dampak lebih besar dibandingkan bentuk fasilitasi visa lainnya. Median peningkatan kedatangan wisatawan dari kebijakan visa-free tercatat sebesar 16,6% per tahun, lebih tinggi dibandingkan kebijakan jenis visa baru yang berada di level 8,1% per tahun.
Kemenpar menegaskan kebijakan visa tetap harus dirumuskan secara hati-hati dengan mempertimbangkan aspek keamanan, resiprositas, dan kepentingan nasional. Namun, pemerintah juga perlu memastikan Indonesia tetap kompetitif sebagai destinasi pariwisata global.
Temuan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) turut menunjukkan bahwa penyederhanaan atau penghapusan persyaratan masuk dapat meningkatkan arus wisatawan mancanegara sebesar 7,2% hingga 27%. Sebaliknya, penambahan hambatan masuk melalui travel authorization dalam situasi bebas visa berpotensi menurunkan kedatangan wisatawan hingga 29,3%.
Kemenpar berharap sinergi lintas kementerian dan lembaga terus diperkuat untuk mencari formulasi terbaik terkait kebijakan BVK. Dengan akses perjalanan yang lebih mudah, wisatawan diharapkan datang lebih banyak, tinggal lebih lama, serta meningkatkan belanja wisata yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah, UMKM, dan tenaga kerja sektor pariwisata.
Di balik lembah yang terhampar luas dan deretan bukit karst yang menjulang bak istana alam, tersembunyi sebuah ruang di antara rimbun dedaunan dan jutaan ... [1,209] url asal
Berau (ANTARA) - Di balik lembah yang terhampar luas dan deretan bukit karst yang menjulang bak istana alam, tersembunyi sebuah ruang di antara rimbun dedaunan dan jutaan pagar pohon kokoh. Ruang itu menyimpan kisah peradaban sejak ribuan tahun lalu.
Di sinilah Goa Beloyot berdiri megah, menyimpan goresan tangan dan gambar purba yang menjadi saksi bisu bagaimana manusia purba hidup, berkarya, dan memiliki keyakinan jauh sebelum catatan sejarah tertulis.
Kini, tempat yang selama ini hanya menjadi rahasia alam itu perlahan membuka diri, bukan hanya untuk dikagumi, melainkan menjadi jalan baru bagi Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menuju transformasi ekonomi lebih berkelanjutan.
Perjalanan menuju Goa Beloyot, paling dekat dimulai dari Kampung Merabu, permukiman yang dikelilingi hutan tropis lebat dan aliran sungai kecil yang jernih. Jaraknya sekitar 5 kilometer, dan hampir separuh jalur itu harus ditempuh dengan menyusuri dasar lembah yang sering tergenang air dangkal.
Di kanan kiri jalan setapak, banyak terlihat jamur putih yang bisa dikonsumsi. Langkah demi langkah, suara gemericik air berpadu dengan kicau burung dan suara angin yang berembus di celah pepohonan.
Saat sampai dekat mulut goa, suasana berubah hening. Cahaya matahari hanya bisa menembus sebagian rimbun daun diiringi embusan angin tipis, menciptakan bayangan seolah tari erotis di dinding batu.
Begitu masuk goa dengan penuh perjuangan di lorong sempit, volume tak beraturan, tanjakan terjal, ke luar pintu goa pertama, masuk mulut goa berikutnya dengan posisi terus menanjak, akhirnya sampai juga ke bagian penting istana alam.
Di tengah sengal nafas, setelah naik tangga menuju goa utama, keajaiban terlihat. Di dinding dan langit-langit goa terlukis telapak tangan, sosok, serta simbol-simbol kuno yang diperkirakan berusia antara 10.000 hingga 40.000 tahun. Tampak 26 jenis gambar di ruang itu yang didominasi telapak tangan manusia.
Goresan tersebut bukan sekadar bekas. Ia adalah bukti bahwa ribuan tahun silam, manusia purba yang mendiami wilayah itu sudah mengenal seni, mengembangkan budaya, dan memiliki pandangan hidup serta kepercayaan spiritual.
Bagi mereka, gua ini mungkin menjadi tempat tinggal, tempat berkumpul, hingga tempat memohon perlindungan kepada kekuatan alam yang mereka anggap sebagai Pencipta.
Kini, jejak-jejak itulah yang menjadi harta tak ternilai, sekaligus modal dasar bagi Berau untuk melangkah ke arah pembangunan yang berbeda dari sebelumnya.
Transformasi ekonomi
Selama puluhan tahun, perekonomian Berau sangat bergantung pada sektor pertambangan. Kekayaan yang diambil dari dalam perut bumi memang memberikan kemajuan, namun membawa risiko, sumber daya dari tambang, suatu hari akan habis.
Menyadari hal itu, pemerintah daerah bertekad melakukan perubahan besar, melakukan transformasi ekonomi secara bertahap, dari yang mengandalkan apa yang dikeluarkan dari bumi, menuju apa yang bisa dijaga dan dimanfaatkan secara terus-menerus, yakni kekayaan alam dan warisan budaya.
Langkah strategis itu terwujud dalam penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pengelolaan Geopark Kabupaten Berau untuk periode 2026–2032.
Kegiatan pengumpulan data dan presentasi laporan pendahuluan dilaksanakan pada Jumat, 19 Juni 2026, di Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Pemkab Berau.
Acara itu menjadi tonggak awal, dihadiri oleh perangkat daerah, tim pengelola Geopark Sangkulirang-Mangkalihat, serta tim akademisi dari Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada (UGM).
Kepala Bapelitbang Pemkab Berau Endah Ernani Triariani, menegaskan bahwa kajian ini merupakan bagian dari visi jangka panjang yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah.
Pemkba Berau ingin mengubah arah pembangunan. Tidak lagi hanya bergantung pada hasil tambang, tapi mulai mengandalkan potensi pariwisata dan jasa lingkungan yang bisa dinikmati oleh generasi sekarang dan mendatang.
Kerja sama dengan UGM diharapkan dapat menghasilkan konsep pengelolaan yang matang, sehingga kawasan itu tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga penggerak utama kesejahteraan masyarakat.
Untuk kunjungan wisatawan ke Geopark Sangkulirang-Mangkalihat lewat Kampung Merabu, pada 2024 tercatat 8.240 orang, pada 2025 menjadi 11.750 orang atau naik 42,6 persen.
Sementara pada Januari – Mei 2026 tercatat ada 6.890 orang, dengan proyeksi akhir 2026 sebanyak 14.000–15.000 orang, setelah akses dengan kapal di Danau Nyadeng beroperasi penuh.
Sementara itu, untuk keseluruhan pengunjung ke Geopark Sangkulirang-Mangkalihat yang masuk dari berbagai pintu, bukan hanya dari Kampung Merabu, pada 2024 sebanyak 19.300 orang.
Pada 2025 menjadi 26.400 orang atau naik 36,8 persen. Posisi pengunjung periode Januari – Mei 2026 sebanyak 15.200 orang, dengan proyeksi akhir 2026 antara 32.000 hingga 35.000 orang.
Jumlah pengunjung sebanyak itu didominasi oleh wisatawan lokal atau Nusantara sebesar 92 persen, sisanya yang 8 persen merupakan pengunjung mancanegara, terutama dari Prancis, Belanda, Jerman, Australia, dan Jepang.
Puncak kunjungan per tahun rata-rata terjadi pada Juli - Agustus dan Desember – Januari. Faktor pendorong kenaikan kunjungan tiap tahun karena seringnya publikasi terkait Goa Beloyot dan persiapan penetapan status Geopark Nasional.
Peneliti dari Pusat Studi Pariwisata UGM Destha Titi Raharjana mengatakan bahwa pengembangan geopark ini memiliki makna yang jauh lebih luas.
Bagi dia, konsepnya sederhana, namun mendalam. Masa depan Berau tidak harus diambil dari dalam bumi, melainkan dijaga dari permukaannya. Melalui pelestarian alam dan warisan budaya, kita dapat membangun ekonomi yang berkelanjutan.
Karena itu, semua pihak harus mendukung upaya agar kawasan tersebut segera diakui sebagai Taman Bumi Nasional, hingga akhirnya meraih pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark.
Dukungan provinsi
Dukungan juga datang dari tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Melalui Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Ririn Sari Dewi, menyatakan bahwa pengembangan ekowisata di Kampung Merabu sudah masuk ke dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah.
Di antaranya adalah dukungan pembangunan infrastruktur dan bantuan dua kapal untuk wisata di Danau Nyadeng di Kampung Merabu yang akan diserahkan pada Juli tahun 2026 ini.
Sementara jalan ke arah Goa Beloyot, di beberapa titik yang sulit dilintasi oleh pengunjung karena melewati sungai kecil atau dikhawatirkan merusak keanekaragaman hayati, direncanakan dibuat jalan semacam jembatan, dengan anggaran diusulkan dari Deputi Destinasi Kemenpar 2027.
Goa Beloyot sudah dikenal hingga ke mancanegara karena jejak sejarahnya yang luar biasa. Jika aksesnya lebih baik, semakin banyak wisatawan yang bisa datang melihat langsung bukti peradaban itu.
Kunjungan wisatawan yang meningkat akan membuka peluang ekonomi yang luas bagi warga sekitar. Masyarakat tidak lagi hanya menjadi penonton, melainkan menjadi pelaku utama, mulai dari menjadi pemandu wisata, mengelola penginapan atau homestay, menyediakan makanan khas, hingga membuat kerajinan tangan dan oleh-oleh.
Saat ini, potensi itu sudah mulai terasa. Tiga paket wisata unggulan telah berjalan dan semakin diminati, seperti Paket Merabu menuju Danau Nyadeng yang menawarkan keindahan danau air tawar yang jernih.
Kemudian Paket Merabu ke Puncak Ketepu yang menyuguhkan panorama hamparan karst yang memukau, serta Paket Merabu menuju Goa Beloyot yang membawa pengunjung menyusuri jejak sejarah ribuan tahun silam.
Semua paket ini dirancang agar wisatawan bisa merasakan keindahan alam, sekaligus memahami nilai geologi dan budaya yang terkandung di dalamnya.
Jika dikelola dengan baik, sektor pariwisata ini memiliki cabang yang sangat luas. Masyarakat bisa mendapatkan penghasilan yang stabil, tanpa harus merusak alam. Itulah yang diharapkan dari ekowisata ini.
Bagi warga Kampung Merabu dan sekitarnya, perubahan ini membawa harapan baru. Selama ini, kesejahteraan sering kali bergantung pada naik turunnya harga komoditas tambang.
Kini, dengan semakin matangnya pengelolaan kawasan geopark, mereka melihat masa depan yang lebih pasti. Setiap langkah yang menjaga hutan, setiap usaha yang melindungi gua, dan setiap cerita yang disampaikan kepada pengunjung menjadi aset berharga yang bisa terus dinikmati dari generasi ke generasi.
Dari goresan tangan di dinding dan langit-langit Goa Beloyot yang menyimpan kisah masa lampau, hingga rencana pembangunan yang matang untuk masa depan, semua itu menyatu dalam satu tujuan besar, menjadikan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sebagai wajah baru menuju daerah makmur, terjaga alamnya, dan dihormati dunia karena kekayaan warisannya.
Pendapatan asli daerah (PAD) pemerintah daerah di Bali per Mei 2026 mencapai Rp7,59 triliun atau tumbuh 10,25 persen dibandingkan periode sama 2025 sebesar ... [329] url asal
Pendapatan asli daerah (PAD) pemerintah daerah di Bali per Mei 2026 mencapai Rp7,59 triliun atau tumbuh 10,25 persen dibandingkan periode sama 2025 sebesar Rp6,78 triliun.
"Kinerja PAD pemda di Bali menggembirakan, tumbuh positif," kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Bali Supendi di Denpasar, Bali, Kamis.
Adapun realisasi PAD pemerintah daerah sembilan kabupaten/kota dan Pemprov Bali itu sudah mencapai 35 persen dari total target pada 2026 mencapai Rp21,6 triliun.
Kontributor terbesar dari PAD itu adalah pajak daerah yang disumbangkan dominan oleh pajak yang berkaitan dengan sektor pariwisata seperti akomodasi, makan dan minum atau pajak barang dan jasa tertentu (PBJT).
Dengan capaian tersebut, lanjut dia, menandakan kinerja penerimaan APBD di Bali masih memiliki daya tahan di tengah dinamika perekonomian global yang diwarnai ketegangan dan krisis geopolitik luar negeri.
Pasalnya, dominan geliat ekonomi di Pulau Dewata didukung sektor pariwisata yang rentan mengalami guncangan salah satunya karena faktor eksternal.
Selain PAD, pendapatan daerah sembilan kabupaten/kota dan Pemerintah Provinsi Bali juga bersumber dari pendapatan dana transfer dari pemerintah pusat yang mencapai Rp4,7 triliun.
Realisasi itu menyentuh hampir 40 persen dari rencana target 2026 mencapai Rp11,9 triliun.
"Total pendapatan daerah di Bali itu mencapai Rp12,3 triliun dari target Rp33,5 triliun," imbuhnya.
Sedangkan, pengeluaran pemda di Pulau Dewata mencapai Rp9,7 triliun dari target Rp38,8 triliun.
Belanja pemda itu paling besar untuk biaya operasi sebesar Rp7,5 triliun yang salah satunya mencakup pembayaran gaji pegawai, kemudian belanja modal sebesar Rp1 triliun dan belanja transfer antardaerah di Bali sudah menyentuh Rp1,24 triliun.
Dengan realisasi pendapatan dan belanja itu, DJPb Bali mencatat adanya surplus anggaran sebesar Rp3,6 triliun, termasuk di dalamnya untuk pembiayaan netto.
Di sisi lain, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali menyoroti masih ada peluang besar untuk perluasan transaksi digital daerah yang dapat mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) khususnya dari pos retribusi daerah dan pajak daerah.
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah mengungkapkan insentif diskon transportasi selama periode libur sekolah dan Natal-Tahun ... [354] url asal
Jakarta (ANTARA) - Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah mengungkapkan insentif diskon transportasi selama periode libur sekolah dan Natal-Tahun Baru dapat membantu daya beli masyarakat serta memberikan dampak positif terhadap pariwisata nasional.
"Menurut saya ini kebijakan yang tepat. Dengan diskon-diskon tarif transportasi itu sudah jelas memberikan gairah pada masyarakat untuk bermobilitas," ujar Trubus saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.
Dia menambahkan, diskon transportasi tersebut tentu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat ketika mereka melakukan kunjungan.
"Kedua, ini memberi dampak positif terhadap tempat-tempat wisata. Pemerintah daerah itu akan mendapatkan keuntungan, karena ada pemasukan. Jadi itu intinya sehingga ini yang menurut saya berkaitan langsung dampaknya ke daya beli masyarakat," katanya.
Kemudian, kata Trubus, seluruh produk-produk UMKM, produk-produk lokal daerah itu bisa laris karena terbantu oleh masyarakat yang melakukan traveling ke tempat-tempat wisata.
Sebagai informasi, pemerintah menggelontorkan paket stimulus ekonomi untuk semester II 2026 dengan total anggaran yang disiapkan sebesar Rp26,34 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, total stimulus yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk di semester II ini nilainya sekitar Rp26,34 triliun. Stimulus insentif transportasi sekitar Rp2,04 triliun anggaran, magang dan vokasi sekitar Rp6,26 triliun, dan bantuan pangan sebesar Rp18,04 triliun.
Pemerintah juga memberikan berbagai insentif diskon transportasi selama periode libur sekolah dan Natal-Tahun Baru.
Untuk libur sekolah, pemerintah memberikan diskon tiket kereta api sebesar 30 persen pada 20 Juni-5 Juli 2026, diskon tarif dasar kapal 30 persen pada 20 Juni-15 Agustus 2026, serta pembebasan tarif jasa kepelabuhanan ASDP pada 20 Juni-5 Juli 2026.
Selain itu, pemerintah memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi.
Sementara untuk periode Natal-Tahun Baru, pemerintah memberikan diskon tiket kereta api sebesar 30 persen pada 22 Desember 2026-4 Januari 2027, diskon tarif dasar kapal sebesar 30 persen pada 17 Desember 2026-10 Januari 2027, serta pembebasan tarif jasa kepelabuhanan ASDP pada 22 Desember 2026-10 Januari 2027.
Insentif PPN DTP 100 persen juga kembali diterapkan untuk tiket pesawat kelas ekonomi.
Aroma embun masih tercium di antara perbukitan hijau yang mengelilingi Dusun Sebujit Baru, Desa Hlibuei, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan ... [2,115] url asal
Di tengah kampung berdiri Rumah Balok, rumah adat yang menjadi pusat berbagai ritual Nyobeng
Pontianak (ANTARA) - Aroma embun masih tercium di antara perbukitan hijau yang mengelilingi Dusun Sebujit Baru, Desa Hlibuei, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Udara pagi yang sejuk menyelimuti kampung kecil di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia itu ketika satu per satu warga mulai meninggalkan rumah mereka.
Beberapa warga terlihat memanggul peralatan pertanian, berjalan menyusuri jalan setapak menuju ladang yang membentang di lereng-lereng bukit. Bagi masyarakat Dayak Bidayuh di wilayah ini, kehidupan masih berjalan mengikuti ritme alam yang telah diwariskan turun-temurun.
Ladang bukan sekadar tempat bercocok tanam. Di sanalah identitas, nilai kehidupan, dan kebudayaan mereka tumbuh serta dipelihara dari generasi ke generasi.
Padi yang ditanam di ladang menjadi sumber kehidupan utama masyarakat. Namun lebih dari itu, hasil panen juga menjadi penanda berakhirnya satu siklus kehidupan sekaligus awal dari perayaan budaya terbesar yang dimiliki masyarakat Dayak Bidayuh, yakni Nyobeng.
Di wilayah perbatasan yang berjarak hanya beberapa kilometer dari Sarawak, Malaysia, tradisi tersebut tidak lahir sebagai pertunjukan wisata yang sengaja diciptakan untuk menarik pengunjung. Nyobeng tumbuh secara alami dari kehidupan agraris masyarakat yang selama ratusan tahun menggantungkan hidup pada hasil ladang.
Ketika musim panen berakhir dan padi telah tersimpan rapi di lumbung, masyarakat memasuki masa syukur yang diwujudkan melalui pelaksanaan gawai adat. Dari momentum inilah tradisi Nyobeng dilaksanakan.
Kepala Dusun Sebujit Baru Novel Andika mengatakan, pelaksanaan Nyobeng selalu berkaitan erat dengan selesainya musim panen.
"Nyobeng dilaksanakan setelah masyarakat selesai panen. Jadi ini merupakan bentuk syukur masyarakat atas hasil panen yang diberikan Tuhan sekaligus penghormatan kepada leluhur yang selama ini menjaga kampung dan kehidupan masyarakat," katanya.
Bagi masyarakat Dayak Bidayuh, keberhasilan panen bukan hanya hasil kerja keras manusia, tetapi juga bagian dari hubungan harmonis antara manusia, alam, dan leluhur yang dipercaya turut menjaga keseimbangan kehidupan. Karena itu, rasa syukur tidak dirayakan secara individual, melainkan menjadi perayaan bersama seluruh komunitas.
Di tengah kampung berdiri Rumah Balok, rumah adat yang menjadi pusat berbagai ritual Nyobeng. Bangunan kayu berusia puluhan tahun itu menjadi saksi perjalanan panjang sejarah masyarakat Dayak Bidayuh di Sebujit Baru.
Di dalam rumah adat tersebut, para tetua adat memimpin berbagai prosesi yang sarat makna. Denting gong bertalu-talu mengiringi tarian tradisional. Generasi muda mengenakan pakaian adat lengkap, sementara para orang tua berkumpul menceritakan kembali kisah-kisah leluhur kepada anak cucu mereka.
Di sinilah Nyobeng memainkan perannya sebagai jembatan antargenerasi. Tradisi ini menjadi ruang kolektif untuk memperkuat ikatan sosial, menjaga memori budaya, sekaligus memastikan nilai-nilai leluhur tetap hidup di tengah arus modernisasi yang terus bergerak hingga ke kawasan perbatasan.
Rumah Baluk di Dusun Sebujit Baru, Desa Hlibuei, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat (ANTARA/Rendra Oxtora)
Potensi wisata budaya
Keunikan Nyobeng tidak hanya terletak pada ritual adatnya. Tradisi ini juga menjadi simbol kuat hubungan kekeluargaan masyarakat Dayak Bidayuh yang melampaui batas negara.
Setiap kali Nyobeng digelar, ribuan kerabat Dayak Bidayuh dari berbagai wilayah di Sarawak, Malaysia, berdatangan ke Desa Hlibuei. Mereka menempuh perjalanan berjam-jam melintasi perbatasan untuk menghadiri perayaan yang sama.
Pada momentum tersebut, garis batas negara yang memisahkan Indonesia dan Malaysia seolah kehilangan maknanya.
Di setiap rumah warga, meja-meja dipenuhi makanan tradisional, kopi hangat, tuak, serta berbagai hidangan khas yang disiapkan untuk menyambut tamu. Tawa dan percakapan dalam bahasa Bidayuh terdengar hampir di setiap sudut kampung.
Keluarga yang selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tidak bertemu kembali berkumpul dalam suasana penuh keakraban.
Anak-anak bermain bersama tanpa mempersoalkan kewarganegaraan. Orang-orang tua mengenang hubungan keluarga yang telah terjalin jauh sebelum batas negara modern dibentuk.
Selama beberapa hari, Sebujit Baru berubah menjadi ruang besar persaudaraan lintas batas yang memperlihatkan kuatnya ikatan budaya masyarakat Dayak Bidayuh.
"Di balik kemeriahan budaya tersebut, Nyobeng juga menghadirkan manfaat ekonomi yang semakin dirasakan masyarakat setempat," kata Novel Andika.
Ribuan pengunjung yang datang setiap tahun menciptakan perputaran ekonomi di desa yang selama ini bergantung pada sektor pertanian.
Warung-warung dadakan bermunculan di sepanjang jalan desa. Warga menjual makanan tradisional, hasil kebun, kerajinan tangan, hingga berbagai cendera mata khas perbatasan.
Pemuda desa membantu mengatur parkir kendaraan, menyediakan jasa transportasi lokal, serta menjadi pemandu bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat sejarah dan budaya masyarakat Dayak Bidayuh.
Beberapa rumah warga bahkan mulai dimanfaatkan sebagai tempat menginap bagi tamu yang datang dari luar daerah maupun luar negeri.
Bagi masyarakat Hlibuei, Nyobeng kini tidak hanya menjadi instrumen pelestarian budaya, tetapi juga membuka sumber pendapatan tambahan yang semakin penting bagi ekonomi keluarga.
Besarnya antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pengunjung yang terus meningkat setiap tahun. Pada pelaksanaan Nyobeng tahun ini, lebih dari 300 kendaraan roda empat dari luar memadati kawasan Desa Hlibuei, sementara jumlah pengunjung mencapai ribuan orang yang datang dari berbagai daerah di Kalimantan Barat maupun dari Malaysia.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kawasan perbatasan menyimpan potensi besar sebagai destinasi wisata budaya.
Berbeda dengan destinasi yang dibangun secara artifisial, Nyobeng menawarkan pengalaman yang autentik. Pengunjung tidak hanya menyaksikan pertunjukan budaya, tetapi juga merasakan langsung kehidupan masyarakat yang masih mempertahankan tradisi leluhur sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.
"Keaslian itulah yang kini menjadi daya tarik utama wisata budaya di berbagai belahan dunia," kata Novel.
Ketika banyak tradisi mulai tergerus modernisasi, masyarakat Dayak Bidayuh di Sebujit Baru justru berhasil mempertahankan warisan budaya mereka tanpa kehilangan makna dan nilai aslinya.
"Saya dan keluarga baru pertama kali datang ke Sebujit untuk menyaksikan gawai Nyobeng. Ini benar-benar di luar ekspektasi saya. Perayaannya spektakuler dan sarat makna budaya," kata Zikri, warga Sarawak.
Dia menyatakan sangat berminat untuk datang kembali dan akan mengajak sahabatnya pada perayaan tahun depan.
Sementara itu, Hermandari, warga Jakarta yang sengaja datang ke Sebujit menyatakan tertarik untuk datang langsung ke sebujit setelah melihat keseruan Nyobeng di media sosial.
"Saya mengikuti setiap ritual dan pelaksanaannya dan ini benar-benar menarik. Saya kebetulan sangat suka dengan budaya, termasuk ciri khas setiap rumah adat dan Nyobeng ini salah satu budaya yang menarik," tuturnya.
Panjat bambu terbalik menjadi atraksi unik dan satu-satunya di dunia yang ditampilkan dalam Perayaan Nyobeng 2026 di Dusun Sebujit Baru, Desa Hlibuei, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat (ANTARA/Rendra Oxtora)
Budaya unik Dayak Bidayuh
Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Bengkayang memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan tradisi Nyobeng sebagai upaya nyata menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur.
Perwakilan DAD Bengkayang, Rudi MPD, mengatakan pelaksanaan Nyobeng tahun 2026merupakan kebanggaan bersama masyarakat adat Dayak, khususnya Suku Bidayuh, yang hingga kini masih konsisten menjaga tradisi turun-temurun tersebut.
“Kita bersyukur bisa hadir dalam kegiatan ini. Ini adalah sesuatu yang luar biasa, karena Nyobeng bukan hanya milik satu kelompok, tetapi milik kita bersama sebagai warisan budaya,” kata Rudi dalam sambutannya pada pembukaan acara, di Desa Hlibuei.
Ia menuturkan, pada pelaksanaan tahun ini, berbagai pertunjukan adat ditampilkan sejak awal acara, termasuk suguhan minuman khas Dayak Bidayuh serta atraksi budaya yang menjadi daya tarik utama bagi para tamu undangan dan wisatawan.
Salah satu atraksi yang menjadi perhatian adalah panjat bambu “putar balik”, yang disebutnya sebagai ikon khas yang hanya ada di Kabupaten Bengkayang dan tidak ditemukan di daerah lain.
“Ini luar biasa dan menjadi ikon tersendiri. Dibutuhkan kekuatan, konsentrasi, dan ketahanan fisik yang tinggi untuk melakukan atraksi ini,” ujarnya.
Rudi juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan pengurus adat yang telah menyelenggarakan kegiatan Nyobeng 2026 dengan baik, sehingga dapat berjalan lancar dan menarik perhatian banyak pengunjung, termasuk wisatawan dari luar negeri.
Ia menyebutkan, pada tahun ini terdapat tamu dari berbagai daerah dan negara, termasuk wisatawan dari Malaysia seperti Kuala Lumpur dan Sarawak, serta pengunjung dari negara lain seperti India dan Thailand yang turut menyaksikan langsung tradisi tersebut.
“Ini menunjukkan bahwa budaya Nyobeng sudah dikenal luas, bahkan hingga ke mancanegara. Kita patut bersyukur karena budaya ini terus hidup dan berkembang,” katanya.
Selain itu, DAD Bengkayang juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bengkayang yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan adat tersebut. Kehadiran Bupati, Sekretaris Daerah, dan Ketua DPRD Bengkayang menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian budaya lokal.
“Ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan budaya Dayak, khususnya Nyobeng di Kecamatan Siding,” ujarnya.
Rudi menegaskan pentingnya peran semua pihak, terutama tokoh adat dan generasi muda, untuk terus menjaga keberlanjutan tradisi Nyobeng agar tidak hilang tergerus zaman.
Ia berharap pelestarian budaya ini dapat terus diperkuat sehingga menjadi warisan yang dapat dinikmati dan dipahami oleh generasi mendatang.
Pembenahan infrastruktur
Untuk memaksimalkan potensi pariwisata budaya di perbatasan Bengkayang, pemkab setempat menegaskan komitmennya untuk membenahi infrastruktur pariwisata di kawasan perbatasan sebagai langkah memperkuat pengembangan destinasi wisata budaya Nyobeng di Desa Hlibuei, Kecamatan Siding.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis.
Menurut Sebastianus, tradisi Nyobeng tidak hanya memiliki nilai budaya yang tinggi, tetapi juga telah berkembang menjadi daya tarik wisata yang mampu mendatangkan ribuan pengunjung setiap tahun.
Karena itu, pengembangan kawasan budaya tersebut harus dibarengi dengan peningkatan infrastruktur pendukung agar mampu memberikan kenyamanan bagi wisatawan tanpa menghilangkan keaslian tradisi yang telah diwariskan leluhur.
“Kita ingin kawasan ini berkembang menjadi destinasi wisata budaya yang lebih baik. Karena itu perlu penataan bersama agar ke depan bisa menarik lebih banyak wisatawan,” kata Sebastianus di Desa Hlibuei, Kecamatan Siding.
Bagi Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Nyobeng bukan lagi sekadar agenda budaya tahunan, melainkan aset strategis yang memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan.
Tingginya minat wisatawan tersebut, menurut Sebastianus, menjadi alasan penting bagi pemerintah daerah untuk mulai menata kawasan wisata budaya Nyobeng secara lebih terencana.
Berbagai fasilitas dasar seperti area parkir, sarana sanitasi, ruang publik, akses menuju lokasi kegiatan, hingga pengembangan fasilitas pendukung wisata lainnya menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian agar kawasan budaya tersebut mampu berkembang secara berkelanjutan.
Ia menilai, pengembangan wisata budaya di perbatasan memiliki prospek yang besar karena menawarkan pengalaman autentik yang sulit ditemukan di daerah lain.
Tradisi Nyobeng yang tetap dijalankan secara alami oleh masyarakat Dayak Bidayuh menjadi kekuatan utama yang dapat menarik wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat kehidupan dan budaya masyarakat perbatasan.
Menurut dia, penguatan sektor pariwisata budaya tidak dapat dipisahkan dari pembangunan infrastruktur yang memadai. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menyelesaikan berbagai persoalan yang masih menjadi hambatan dalam pengembangan kawasan wisata budaya di perbatasan.
Selain infrastruktur fisik, Pemkab Bengkayang juga terus memberikan dukungan terhadap pelestarian budaya melalui fasilitasi kegiatan adat dan dukungan anggaran yang diberikan setiap tahun.
Sebastianus menegaskan pembangunan kawasan wisata budaya harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga nilai-nilai adat yang menjadi identitas masyarakat Dayak Bidayuh.
Ia menilai keberhasilan pengembangan wisata budaya tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan yang datang, tetapi juga dari kemampuan menjaga keberlangsungan tradisi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bengkayang berharap pengembangan infrastruktur pariwisata di kawasan Nyobeng dapat menjadikan Desa Hlibuei sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan Kalimantan Barat.
Dengan dukungan pemerintah, masyarakat adat, dan berbagai pemangku kepentingan, kawasan perbatasan yang selama ini dikenal sebagai beranda terdepan Indonesia di utara Kalimantan itu diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelestarian budaya Dayak Bidayuh, tetapi juga tumbuh sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata berbasis kearifan lokal.
Para wisatawan dari Indonesia dan Malaysia menyaksikan Perayaan Nyobeng 2026 di Dusun Sebujit Baru, Desa Hlibuei, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat (ANTARA/Rendra Oxtora)
Dukungan Provinsi
Komitmen pengembangan pariwisata perbatasan juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kalbar Sugeng Hariadi, menegaskan bahwa pembenahan destinasi wisata di kawasan perbatasan tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga pada penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan.
Menurut dia, berbagai destinasi wisata budaya dan alam di kawasan perbatasan memiliki daya tarik yang besar. Namun, pengembangannya harus diiringi dengan perbaikan fasilitas dasar yang mampu memberikan kenyamanan bagi pengunjung tanpa mengurangi nilai budaya dan keaslian destinasi.
"Kita terus mendorong agar destinasi-destinasi wisata diperbaiki dan disempurnakan. Yang paling penting adalah bagaimana mewujudkan pariwisata berkelanjutan, menjaga kebersihan lingkungan, kenyamanan pengunjung, serta menyiapkan sanitasi yang memadai di setiap destinasi wisata," katanya.
Sugeng menjelaskan, Kementerian Pariwisata telah membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk mengusulkan peningkatan fasilitas pendukung wisata melalui program yang akan dilaksanakan pada tahun mendatang.
Berbagai kebutuhan dasar seperti peningkatan akses jalan menuju destinasi, pembangunan toilet umum, tempat ibadah, hingga fasilitas pelayanan wisata lainnya dapat diusulkan oleh pemerintah kabupaten dan kota untuk mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat.
Menurut dia, langkah tersebut menjadi peluang penting bagi daerah-daerah perbatasan yang memiliki potensi wisata besar, namun masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.
"Kementerian Pariwisata sudah meminta daerah untuk mengusulkan kebutuhan fasilitas yang perlu diperbaiki maupun dilengkapi. Ini menjadi kesempatan bagi daerah untuk mempercepat pengembangan destinasi wisata," ujarnya.
Khusus untuk kawasan perbatasan Kalimantan Barat, Sugeng mengatakan pemerintah provinsi terus mendorong penguatan destinasi melalui peningkatan fasilitas pendukung sekaligus pengembangan berbagai atraksi dan event wisata yang melibatkan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.
Menurut dia, posisi geografis Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia memberikan peluang besar untuk mengembangkan wisata lintas batas berbasis budaya, sejarah, dan kearifan lokal.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalbar bersama pemerintah kabupaten dan kota terus memperkuat promosi melalui kalender event pariwisata yang terintegrasi serta berbagai platform digital guna memperluas jangkauan promosi wisata.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bali mencatat realisasi penerimaan pajak di Pulau Dewata selama periode Januari-Mei 2026 menembus Rp7,02 ... [292] url asal
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bali mencatat realisasi penerimaan pajak di Pulau Dewata selama periode Januari-Mei 2026 menembus Rp7,02 triliun atau tumbuh 11,27 persen dibandingkan periode sama 2025 mencapai Rp6,3 triliun.
“Realisasi itu mencapai hampir 29 persen dari pagu Rp24,3 triliun,” kata Kepala Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bali Supendi di sela diskusi Bali Fiscal Insight di Denpasar, Bali, Selasa.
Ia mencatat seluruh jenis penerimaan pajak mengalami pertumbuhan positif secara tahunan yaitu Pajak Penghasilan (PPh) 25/29 Badan mencapai Rp1,91 triliun atau tumbuh 4,71 persen, PPh 25/29 Orang Pribadi mencapai Rp313,63 miliar atau naik 19,3 persen.
Selain itu, penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) sebesar Rp1,76 triliun atau naik 23,60 persen dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp760 juta yang tumbuh 262,42 persen.
Sedangkan dari sisi sektor usaha, perdagangan menjadi penopang terbesar penerimaan pajak di Bali sebesar Rp1,24 triliun atau tumbuh 17,7 persen, kemudian penyediaan akomodasi dan makan minum mencapai Rp1,14 triliun atau tumbuh 16,34 persen serta aktivitas keuangan dan asuransi sebesar Rp969,1 miliar atau tumbuh 13,79 persen.
Sementara itu, Kementerian Keuangan Provinsi Bali yang diwakili Kepala DJP Bali Darmawan tetap optimis hingga akhir 2026 dengan pencapaian pajak di Pulau Dewata meski situasi geopolitik dunia diwarnai dinamika.
Optimisme itu menurut dia, berasal dari beberapa indikator menunjukkan yang menunjukkan tanda perbaikan di antaranya dari sisi pengiriman logistik minyak mentah hingga kebijakan perdagangan yang tak pasti, kini menunjukkan perbaikan.
“Ekonomi Bali menunjukkan daya tahan meski pun ada volatibilitas global tapi meski menggembirakan tidak bisa lengah karena ekonomi Bali tergantung sektor pariwisata yang memiliki risiko,” ucapnya.
Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Roeslani menyatakan bahwa gedung eks Hotel Sultan di Kompleks Gelora Bung Karno Jakarta akan dirobohkan untuk ... [236] url asal
Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Roeslani menyatakan bahwa gedung eks Hotel Sultan di Kompleks Gelora Bung Karno Jakarta akan dirobohkan untuk membangun kawasan ikon baru Indonesia.
"Pada saat ini mungkin saya belum bisa mengatakan, tapi rencana itu akan dijadikan suatu kawasan baru ya. Eventually iya (akan dirobohkan)," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan bahwa perubahan tersebut akan dilakukan secara komprehensif guna memberikan dampak nyata kepada perekonomian dan rakyat Indonesia.
Menurut Rosan, rencana desain ulang berstandar internasional menyasar area eks Hotel Sultan dan juga mencakup seluruh kawasan Gelora Bung Karno (GBK).
"Tidak hanya di daerah GBK ini, tapi juga secara keseluruhan akan didesain ulang dari termasuk lapangan golf sampai juga dengan area GBK yang kurang lebih itu luasnya 200 hektare," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa di dalam kawasan baru tersebut nantinya tetap akan dibangun fasilitas penginapan komersial.
Rosan memastikan pembangunan itu akan menghadirkan akomodasi yang lebih banyak dari sebelumnya untuk mendukung fasilitas publik di pusat kota.
"Nanti di antaranya pastinya ada hotel juga ya. Dan tidak satu. Jadi tentu saja ini dijadikan ikon baru untuk Indonesia," ucap Rosan.
Terkait dengan manajemen operasional setelah proyek selesai, Rosan menyebut bahwa pemerintah akan melibatkan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor aviasi dan pariwisata.
"Ya nantinya pengelolaannya kita akan pakai Injourney, Meru, dan yang lain. Kan Meru juga sudah sangat-sangat baik ya," tutur Rosan.
Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Hendarsam Marantoko meminta agar perluasan bebas visa kunjungan dari turis mancanegara untuk dikaji ulang. Hendarsam menilai... | Halaman Lengkap [330] url asal
JAKARTA - Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Hendarsam Marantoko meminta agar perluasan bebas visa kunjungan dari turis mancanegara untuk dikaji ulang. Hendarsam menilai kebijakan bebas visa yang diperluas tak bisa mendongkrak pendapatan negara dari sektor wisata.
Hendarsam menyinggung kebijakan ini pernah dilakukan pada 2016. Saat itu melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 21 Tahun 2016 pemerintah membuka 169 negara masuk ke Indonesia bebas Visa.
"Kami mohon agar hal tersebut dipikirin lagi deh dievaluasi karena terkait dengan masalah bebas visa kunjungan ini kan sudah pernah dilakukan sebelumnya ya di tahun 2016 itu kita membuka 156 negara untuk masuk ke Indonesia dan itu tidak meningkatkan pendapatan devisa kepada negara," ujarnya, Senin (22/6/2026).
Menurut Hendarsam, Imigrasi juga bertugas untuk menjaga kedaulatan ekonomi Tanah Air dengan menghadirkan turis yang berkualitas. Pemberian fasilitas keimigrasian yang diberikan kepada warga negara asing memiliki dimensi ekonomi melalui biaya visa.
Terlalu mudah memberikan akses masuk tanpa pertimbangan yang matang dapat menimbulkan kesan bahwa Indonesia mengobral fasilitas keimigrasian, sehingga nilai strategis kebijakan tersebut berpotensi berkurang. Belum lagi, ada faktor keamanan yang tak luput dari pertimbangan.
"Ketika kita bebaskan itu artinya apa kita mengobral, mengobral negara kita? Ini jadi di mana harga diri bangsa kita kalau seperti itu. Anda bayangkan saat ini ya bisa bayangkan saat ini banyak sekali warga negara asing yang mengakuisisi, mengakuisisi pekerjaan masyarakat lokal yang seharusnya tidak mereka kerjakan," katanya.
Hendarsam menyarankan upaya progresif lain untuk meningkatkan pendapatan negara di sektor pariwisata. Hendarsam menilai harga biaya masuk bukan lah isu menahan turis mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia.
"Banyak cara meningkatkan mutu pariwisata, bukan dengan menggratiskan orang masuk. Masalahnya bukan diharga masuk Rp500.000, itu bukan isu bagi mereka. Korea Selatan saja sampai memberikan travel warning untuk warganya tidak berkunjung ke Bali karena dianggap berbahaya. Artinya wisatawan yang berkualitas sudah takut datang ke Indonesia saat ini. Jadi Bebas Visa Kunjungan kami rasa cukup untuk 16 negara ini saja," tandasnya.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani Nelayan memberikan manfaat ekonomi yang dirasakan secara luas ... [381] url asal
PENAS ini menjadi salah satu cara untuk menggairahkan ekonomi masyarakat
Gorontalo (ANTARA) - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani Nelayan memberikan manfaat ekonomi yang dirasakan secara luas oleh masyarakat, mulai dari pelaku usaha perhotelan hingga pedagang kecil dan pengemudi bentor.
"Kalau ekonomi masyarakat bergairah, pendapatan masyarakat juga bisa meningkat. Dan itu merata. Sampai tukang bentor, orang jualan kecil-kecilan juga dapat manfaat," kata Gusnar di Gorontalo, Senin.
Menurut dia, geliat ekonomi selama pelaksanaan PENAS XVII terlihat dari meningkatnya aktivitas usaha di berbagai sektor, terutama di Kabupaten Gorontalo sebagai lokasi utama kegiatan dan daerah sekitarnya.
Ia menilai dampak ekonomi yang ditimbulkan tidak hanya terkonsentrasi pada pelaku usaha besar, tetapi juga menjangkau masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan dan jasa sehari-hari.
"Secara kasat mata terjadi geliat ekonomi yang sangat signifikan karena banyak kegiatan yang ditampilkan pada PENAS ini. Apalagi PENAS bersifat nasional sehingga diliput berbagai media dan informasinya sampai kepada masyarakat luas," ujarnya.
Gusnar mengatakan tingginya jumlah peserta dan tamu yang datang ke Gorontalo turut meningkatkan tingkat hunian hotel dan penginapan serta mendorong pertumbuhan usaha kuliner dan transportasi.
Ia menyebut sejumlah hotel dan penginapan di Gorontalo terisi penuh selama pelaksanaan kegiatan nasional tersebut. Kondisi serupa juga terlihat pada rumah makan dan berbagai usaha jasa yang melayani kebutuhan peserta.
Selain berdampak pada sektor usaha, tingginya mobilitas peserta PENAS juga memicu peningkatan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan menuju lokasi kegiatan.
Menurut Gusnar, manfaat lain dari PENAS XVII adalah semakin dikenalnya Gorontalo di tingkat nasional melalui kehadiran peserta dari berbagai daerah dan pemberitaan media yang meliput kegiatan tersebut.
Ia berharap momentum itu dapat menjadi sarana promosi daerah sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisata ke Gorontalo pada masa mendatang.
"Dengan PENAS ini kita harus bergaul secara nasional agar masyarakat di berbagai penjuru Indonesia mengenal Gorontalo dan sering datang ke sini, apalagi kita memiliki objek-objek wisata yang menarik," katanya.
Gusnar mencontohkan destinasi wisata hiu paus di kawasan Botubarani Whale Shark Tourism yang mengalami peningkatan kunjungan selama rangkaian kegiatan PENAS berlangsung.
Ia mengatakan sekitar 500 orang telah mengunjungi lokasi wisata tersebut hingga hari ini, yang pada akhirnya turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
"PENAS ini menjadi salah satu cara untuk menggairahkan ekonomi masyarakat. Kalau ekonomi bergerak, maka pendapatan masyarakat juga meningkat," katanya.
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, memperkuat ekosistem pariwisata ... [377] url asal
Kupang (ANTARA) - Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, memperkuat ekosistem pariwisata berbasis data melalui Bincang Kepariwisataan II dan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 bagi pelaku industri wisata setempat.
"Forum ini kami hadirkan untuk memastikan setiap aktivitas usaha pariwisata, mulai dari perhotelan, perjalanan wisata hingga kuliner, dapat tercatat secara akurat dalam Sensus Ekonomi," kata Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF Andhy MT Marpaung dalam keterangan yang diterima di Labuan Bajo, Senin.
Ia mengatakan kolaborasi antara BPOLBF dan BPS Manggarai Barat menjadi langkah strategis dalam memperkuat basis data sektor pariwisata di kawasan Labuan Bajo Flores.
Menurut dia, data yang akurat sangat penting untuk mendukung penyusunan kebijakan pembangunan pariwisata yang tepat sasaran sekaligus membantu pelaku usaha dalam merancang strategi pengembangan bisnis.
Kegiatan bertajuk Bincang Kepariwisataan II: BPS Tourism Outlook 2025 dan Triwulan I 2026 serta Sosialisasi Pengisian Sensus Ekonomi Pelaku Industri Pariwisata Labuan Bajo itu berlangsung secara hibrida di Ruang Rapat Florata Kantor BPOLBF pada Kamis (18/6).
Forum tersebut dihadiri sejumlah pelaku industri pariwisata, antara lain The Jayakarta Suites Komodo, Sudamala Resort Komodo, Laprima Labuan Bajo dan Parlezo Hotel.
Selain membahas perkembangan sektor pariwisata pada triwulan I 2026, kegiatan itu juga diisi dengan workshop pengisian Sensus Ekonomi 2026 guna meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya pendataan ekonomi.
Ketua Tim Sensus Ekonomi BPS Manggarai Barat Abdul Rauf mengatakan sensus ekonomi merupakan kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 dan dilakukan setiap 10 tahun sekali.
"Tujuannya menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memaksimalkan proses pendataan agar berjalan optimal," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Statistik Muda BPS Manggarai Barat Dyonisius H.S. Jewaru memaparkan Indonesia-NTT-Manggarai Barat Tourism Outlook 2025/2026 yang memuat perkembangan sektor pariwisata, konektivitas dan tren pergerakan wisatawan.
Berdasarkan data BPS, aktivitas transportasi di Nusa Tenggara Timur pada April 2026 menunjukkan tren positif, terutama pada sektor angkutan laut dengan kenaikan jumlah penumpang sebesar 56,92 persen dan aktivitas pelayaran sebesar 31,91 persen.
Sementara itu, sektor transportasi udara relatif stabil dengan peningkatan jumlah penerbangan sebesar 0,38 persen. Bandara Komodo Labuan Bajo dan Pelabuhan Labuan Bajo dinilai menjadi simpul konektivitas utama yang mendukung mobilitas masyarakat serta aktivitas pariwisata di wilayah tersebut.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta menyiapkan empat rangkaian kereta api (KA) tambahan untuk mengakomodasi lonjakan mobilitas ... [352] url asal
Yogyakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta menyiapkan empat rangkaian kereta api (KA) tambahan untuk mengakomodasi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode liburan sekolah pada Juni hingga Juli 2026.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih di Yogyakarta, Kamis, mengatakan bahwa penambahan jumlah perjalanan ini dilakukan guna memberikan alternatif waktu keberangkatan yang lebih fleksibel bagi keluarga yang ingin berlibur.
"Untuk menyambut antusiasme masyarakat pada liburan sekolah, kami menyiapkan empat KA tambahan. Langkah ini merupakan bentuk persiapan KAI Daop 6 dalam memastikan seluruh pelanggan mendapatkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu," kata Feni
Adapun daftar KA tambahan yang akan beroperasi selama periode Juni-Juli 2026 meliputi KA Batavia relasi Solo Balapan-Gambir, dua rangkaian KA Tambahan Yogyakarta-Gambir, serta KA Sancaka relasi Yogyakarta-Surabaya Gubeng.
Selain penambahan kapasitas, KAI Daop 6 juga mendukung program potongan tarif sebesar 30 persen dari Kementerian Perhubungan RI untuk memicu pertumbuhan ekonomi daerah selama masa libur panjang semester genap. Program diskon ini berlaku bagi 30 perjalanan kereta api kelas ekonomi komersial yang melayani naik-turun penumpang di wilayah Daop 6 Yogyakarta.
"Pemesanan tiket dengan tarif diskon ini sudah dibuka sejak 6 Juni 2026 dan berlaku untuk periode keberangkatan mulai 20 Juni hingga 5 Juli 2026," kata Feni.
Beberapa kereta api yang masuk dalam skema diskon 30 persen di antaranya KA Malabar, Mutiara Selatan, Senja Utama Solo, Mataram, Lodaya, Sancaka, Gaya Baru Malam Selatan, Bogowonto, Gajahwong, Senja Utama YK, hingga Joglosemarkerto dan Matarmaja.
Feni menekankan bahwa diskon tersebut tidak berlaku untuk tarif khusus dan tidak dapat digabungkan dengan reduksi atau diskon lainnya. Masyarakat dapat melakukan pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi kai.id, serta seluruh mitra penjualan resmi KAI.
Pihak KAI mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan melakukan pemesanan tiket jauh-jauh hari. Pemesanan tiket reguler saat ini sudah dapat dilakukan mulai H-45 sebelum hari keberangkatan.
"Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum diskon ini sebaik-baiknya agar liburan sekolah bersama keluarga dapat berjalan lebih efisien dan menyenangkan. Kami pastikan seluruh aspek keselamatan dan pelayanan prima tetap menjadi prioritas utama," kata Feni.