#30 tag 24jam
Menelusuri Jejak Kehidupan Rasulullah di Museum Biografi Nabi Muhammad di Makkah
Museum Biografi Nabi Muhammad di Makkah menyeret kembali siapa pun yang datang ke era Rasulullah mulai kelahiran, menerima wahyu, dakwah keislaman, hijrah ke Madinah... | Halaman Lengkap [400] url asal
#nabi-muhammad-saw #haji #ibadah-haji #museum #makkah
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 25/05/26 16:25
v/231551/
MAKKAH - Sejenak napas tertahan. Bibir berasa tercekat. Dalam diam dan termangu, mata memandang layar LED lebar yang menyajikan gambar berteknologi imersif. Seperti lini masa, layar silih berganti menunjukkan gambar demi gambar.“Di sini Nabi Muhammad SAW lahir, rumah kakek beliau, Abdul Muthalib.” Suara perempuan memecah ruang, Minggu (24/2026) sore. Persis ketika berbicara, layar menunjukkan gambaran rumah sederhana khas perkampungan Arab Saudi masa lampau.
Perempuan tersebut, salah satu pemandu Museum Internasional Biografi Nabi Muhammad. Kepada rombongan jurnalis dari berbagai negara yang diundang Kementerian Media Arab Saudi dia mengajak untuk menelusuri ruang demi ruang.
Ibarat lorong waktu, Museum Biografi Nabi Muhammad menyeret kembali siapa pun yang datang ke era Rasulullah mulai sejak kelahiran, menerima wahyu, dakwah keislaman, hijrah ke Madinah hingga wafat. Sebelum masa itu, digambarkan pula silsilah nabi-nabi terdahulu.
Terletak di kompleks Clock Tower (Abraj Al Bait) Makkah, Arab Saudi, tak jauh dari Masjidil Haram, museum ini menjadi destinasi baru bagi para jemaah haji maupun umrah. Pemerintah Saudi menyebut museum ini sebagai mercusuar pengetahuan sekaligus memberikan pengalaman bagi pengunjung untuk menelusuri kehidupan, ajaran dan akhlak mulia Rasulullah.
Pintu masuk museum ditandai dengan tulisan dari LED hijau “The International Museum of the Prophet's Biography”. Begitu melangkahkan kaki, umumnya pengunjung berombongan akan lebih dahulu berhenti ruang tunggu.
Para pemandu yang merupakan ahli dalam budaya Islam dan biografi Nabi akan memberikan sedikit briefing tentang ketentuan/aturan dan menjelaskan singkat mengenai isi museum.
Yang membuat kagum bukan hanya kedalaman dan detail gambaran jejak Rasululullah, namun juga teknologi imersif dan layar interakif pada 30 paviliun (ruang) di museum ini. Setiap paviliun menampilkan gambar yang tampak begitu nyata dalam pola tiga dimensi.
Lebih dari itu Isi museum disajikan dalam enam bahasa termasuk Indonesia. Sebagai contoh pada pavilun tentang mimbar kayu bertingkat tiga yang digunakan Rasulullah. Kemudian, replka batang pohon kurma.
Pada layar saat Bahasa Indonesia dipilih, tulisan yang muncul adalah “pohon kurma yang bersedih dan Nabi SAW yang pengasih”.
Dalam layar juga tertera keterangan, “Nabi SAW menyandarkan punggungnya ke batang pohon kurma. Batang pohon kurma itu dijadikan sebagai atap dan tiang Masjid Nabawi yang mulia.”
Terdapat pula semacam bioskop mini yang memutar keluarga Rasulullah dan kehidupan sepeninggal hati. Layar lebar itu tampak begitu hidup sehingga menggugah hati.
Dengan segala interaktif dan gambaran yang indah tiap bagian, tak mengherankan banyak pengunjung sesaat terpatung dan larut menyelami titik demi titik kehidupan Rasulullah, manusia paling mulia di muka bumi. “I’m impressed,” puji Imran asal Karachi, Pakistan.
Kumpulan Kisah Nabi SAW di Bulan Ramadan, Dari Terima Wahyu Al Quran hingga Perintah Segerakan Berbuka Puasa
Kumpulan kisah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam yang dialami Beliau di Bulan Ramadan menarik untuk disimak. Apa saja kisah Baginda Nabi SAW ini? Kumpulan... | Halaman Lengkap [2,247] url asal
#nabi-muhammad-saw #peristiwa-sejarah-di-bulan-ramadhan #kisah-nabi-muhammad #bulan-suci-ramadan #ramadan-2026
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 22/02/26 05:15
v/133102/
Kumpulan kisah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalamyang dialami Beliau di Bulan Ramadan menarik untuk disimak. Kisah-kisah tersebut tentu saja sangat bersejarah, baik peristiwa yang menakjubkan maupun upaya Beliau dalam memperjuangkan nasib umatnya.Dirangkum dari sejumlah referensi, berikut kisah-kisah Nabi Muhammad SAW yang terjadi di Bulan Ramadan:
1. Menerima Wahyu Al-Quran
Kisah pertama yakni ketika Nabi Muhammad SAWdalam menerima wahyu dari Allah SWT. Mengutip dari buku '49 Teladan dalam Al-Quran', dijelaskan bahwa sejarah turunnya Al-Quran kepada Rasulullah diperkirakan memakan waktu kurang lebih selama 23 tahun atau sekitar 22 bulan 22 bulan 2 hari.Disampaikan Al-Quran pertama kali diturunkan kepada Rasulullah saat beliau sedang berkhalwat atau bermeditasi di Gua Hira yang ada di Bukit Jabal Nur. Peristiwa tersebut bertepatan pada tanggal 17 Ramadan malam hari yang disebut sebagai malam Lailatul Qadar. Pada saat itu Rasulullah berusia 40 tahun.
Surat dalam Al-Quran yang pertama kali diturunkan adalah Surat Al-Alaq ayat 1-5. Terkait diturunkannya Al-Quran di malam Lailatul Qadar telah disampaikan oleh Allah SWT melalui firman-Nya dalam Surat Al-Qadr ayat 1 dan Ad Dukhan ayat 2-3.
Adapun bunyi dari kedua ayat tersebut adalah sebagai berikut:
"Innâ anzalnâhu fî lailatil-qadr."
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatul Qadar" (Q.S. Al-Qadr: 1).
"Wal-kitâbil-mubîn. Innâ anzalnâhu fî lailatim mubârakatin innâ kunnâ mundzirîn."
Artinya: "Demi Kitab (Al-Qur'an) yang jelas. Sesungguhnya Kami (mulai menurunkannya pada malam yang diberkahi (Lailatul Qadar). Sesungguhnya Kamilah pemberi peringatan" (Q.S. Ad-Dukhan: 2-3).
2. Memenangkan Perang Badar
Perang Badar adalah perang antara umat Muslim dan kaum Quraisy, yang dikenal sebagai perang besar pertama dalam Sejarah Islam. Perang ini mengalami perpecahan pada 17 Ramadan di tahun kedua Hijriah.Merujuk pada Islamic Relief, penyebab adanya perang Badar disebabkan oleh perseteruan di antara keduanya. Kaum Quraisy seringkali menghalangi jalan penyebaran ajaran Islam. Mereka menyulitkan para Muslimin yang ingin berbagi ajaran Allah SWT, seperti yang diceritakan dalam Kitab As-Sirah an-Nabawiyah oleh Abdul Hasan Ali al-Hasani an-Nadwi.
Saat itu, perbandingan pasukan antara Muslim dan Quraisy berbanding jauh, di mana mereka berisikan kurang lebih 1.000 prajurit, dengan 100 ekor kuda. Sedangkan umat Muslim hanya terdiri dari sekumpulan 300 laki-laki dengan dua ekor kuda. Dengan perbandingan jumlah yang sangat signifikan, dapat dikatakan bahwa umat Muslim akan dengan mudahnya dikalahkan oleh suku Quraisy.
Dalam Ar-Rahiq al-Makhtum-Sirah Nabawiyah oleh Shafiyurrahma al-Mabarakfuri, perang ini mengambil waktu saat kafilah dagang Quraisy yang sedang perjalanan pulang dari Syam menuju Makkah, dihadang oleh pasukan Madinah. Kafilah dagang Quraisy tersebut membawa kekayaan penduduk Makkah, sebanyak 1.000 ekor unta membawa harta benda bernilai 5.000 dinar.
Oleh sebab itu, Nabi Muhammad SAW berkata pada para Muslim, “Ini adalah kafilah dagang Quraisy yang membawa harta benda mereka. Halangi ia, semoga Allah SWT memberikan barang rampasan itu pada kalian.”
Peperangan pun dimulai. Tak ada rasa takut tergambar di wajah Nabi Muhammad SAW selama ia dan pasukannya berjalan dari Madinah menuju medan peperangan. Dengan menyiapkan taktik serta siasat dari Nabi Muhammad SAW, pasukan Muslim sampai pada mata air Badar lebih dahulu dibandingkan kaum Quraisy. Hal ini sebagai upaya untuk mengamankan air beserta cadangannya di tengah lembah gurun Badar.
Orang yang pertama kali gugur adalah Al-Aswad bin Abdul Asad Al-Makhzumi, seorang kaum Quraisy yang kasar, yang berusaha merebut pasokan air dari para Muslim. Tetapi, gerakannya itu dihalangi oleh Hamzah bin Abdul Muthalib. Kemudian, ia menebas kaki Al-Aswad hingga terputus dan membuatnya tercebur dalam mata Air Badar, hingga berakhir meninggal dunia dihabisi oleh Hamzah.
Selanjutnya, perang semakin pecah dengan jatuhnya 3 penunggang kuda Quraisy yang juga komando pasukan. Hal itu membuat kaum Quraisy naik pitam dan semakin murka dalam penyerangan ke pasukan Muslim.
Sedangkan itu, Rasulullah SAW berdoa dan memohon bantuan pada Allah SWT, memohon akan kemenangan, hingga pada akhirnya dalam riwayat Muhammad bin Ishaw menyebutkan: “Rasulullah SAW bersabda, “Bergembiralah wahai Abu Bakar. Telah datang pertolongan Allah SWT kepadamu. Inilah Jibril yang datang sambil memegang tali kekang kuda yang ditungganginya di atas gulungan-gulungan debu.”
Dengan bantuan para malaikat, para Muslim pun berperang. Dalam riwayat Ibnu Sa’ad dari Ikrimah, dia berucap, “Pada saat itu ada kepala orang musyrik yang terkulai, yang tak diketahui siapa yang melakukannya. Ada juga tangan yang terputus, juga tanpa diketahui siapa yang melakukannya.”
Peperangan besar ini terjadi dalam dua jam, yang berakhir kemenangan pada pasukan Muslim. Mereka berhasil meruntuhkan pertahanan kaum Quraisy hingga mereka mundur dan menyerah. Setelah enam tahun berakhirnya Perang Badar, para Muslim berhasil menyebarkan ajaran Islam di Makkah dengan damai, tanpa adanya gangguan dari kaum Quraisy.
Perang besar Badar ini pun disebut dalam surah Ali Imran ayat 123-126
Wa laqad nashrakumullahu bibadriw wa antum adzillah, fattaqullaha la’allakum tasykurun
Artinya: “Sungguh, Allah benar-benar telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu (pada saat itu) adalah orang-orang lemah. Oleh karena itu, bertakwalah kepada Allah agar kamu bersyukur. (QS Ali Imran 3:123)
Perang Badar ini memiliki nilai penting dalam ajaran Islam. Ia menggambarkan bagaimana rasa tunduk dan berserah diri kepada Allah SWT dapat memberikan bantuan tiada tara kepada hambaNya.
3. Pembebasan Kota Makkah
Peristiwa yang dialami oleh Rasulullah selanjutnya yang bertepatan dengan bulan Ramadan adalah melakukan pembebasan Kota Makkah. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam buku 'Makkah: Kota Suci Yang Dirindukan Umat' karya Rizem Aizid, bahwa peristiwa pembebasan Kota Makkah juga dikenal sebagai Fathu Makkah.Dijelaskan bahwa Fathu Makkah merupakan peristiwa yang terjadi pada 10 Ramadan tahun 8 Hijriah. Pada saat itu Rasulullah beserta puluhan ribu pasukannya bergerak dari Madinah menuju Makkah. Mereka menguasai kota tersebut sepenuhnya.
Pembebasan Kota Makkah terjadi tanpa pertumpahan darah. Setelah berhasil melakukannya, Rasulullah dan pasukannya membersihkan Ka'bah dari berbagai patung berhala. Diketahui bahwa patung-patung berhala sebelumnya diletakkan oleh kaum Quraisy di bagian dalam maupun sekitar Ka'bah.
Selesai pembebasan Makkah, Rasulullah meminta Billal bin Rabbah untuk mengumandangkan adzan dari atas Ka'bah. Momentum tersebut juga digunakan oleh umat Islam untuk melakukan sholat secara berjamaah untuk pertama kalinya di sana. Sebaliknya, penduduk Makkah berkumpul di depan Ka'bah dengan menyesali perbuatan buruk mereka kepada Rasulullah.
Rasulullah pun mengampuni dan sama sekali tidak menghukum mereka. Mengetahui hal tersebut, penduduk Makkah berbondong-bondong masuk Islam. Mereka juga bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah.
Terkait peristiwa pembebasan Kota Makkah ini disebutkan dalam firman Allah SWT melalui Surat An-Nashr. Adapun bunyi dari surat tersebut adalah sebagai berikut:
"Idzâ jâ'a nashrullâhi wal-fat-ḫ. Wa ra'aitan-nâsa yadkhulûna fî dînillâhi afwâjâ. Fa sabbiḫ biḫamdi rabbika wastaghfir-h, innahû kâna tawwâbâ."
Artinya: "Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima taubat."
4.Kisah teladan tentang Puasa dari Abu Thalhah
Ada satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang bernama Abu Thalhah. Ia merupakan sosok yang sangat rajin menunaikan ibadah puasa. Melalui riwayat Anas bin Malik, diceritakan bahwa Abu Thalhah selalu berpuasa sepeninggalan Nabi Muhammad SAW selama 40 tahun.Dalam buku Ensiklopedia Sahabat Rasulullah yang ditulis oleh Wulan Mulya Pratiwi dkk, dijelaskan Abu Thalhah tidak menunaikan puasa hanya pada hari-hari yang diharamkan, seperti hari besar, atau saat ia sedang sakit. Selain rajin menunaikan puasa, Abu Thalha juga tak pernah meninggalkan salat malam dan selalu berjihad di jalan Allah.
Ia tak pernah lelah menegakkan ajaran Allah SWT dalam keseharian hidupnya, bahkan hingga sudah berusia lanjut yang renta. Anak-anaknya memperingatkan dengan menasihati Abu Thalhah perihal umurnya yang sudah renta, namun ia tetap bulat akan tekadnya untuk berjihad dan berlaut bersama pasukan pengembara Muslim lainnya.
Seorang anak dari Abu Thalhah berujar:
“Semoga Allah memberikanmu rahmat selalu, wahai ayah kami. Kau sekarang sudah amat tua. Sudah berjuang bersama Rasulullah, Abu Bakar, dan Umar. Mengapa kau tidak rehat saja dan biarkan kami melanjutkan jihadmu?”
Segera Abu Thalhah menimpali melalui firman Allah SWT dalam QS At-Taubah ayat 41:
Infirụ khifāfaw wa ṡiqālaw wa jāhidụ bi`amwālikum wa anfusikum fī sabīlillāh, żālikum khairul lakum ing kuntum ta'lamụn
Artinya: "Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui,"
Sayangnya, Abu Thalhah wafat dalam perjalanan tersebut. Ia wafat dalam keadaan menjalani ibadah puasa.Di waktu itu, para pasukan Muslim tidak menemukan pulau untuk bersandar agar bisa mengebumikan jenazahnya.
Selama tujuh hari mereka mencari pulau, jenazah Abu Thalhah tetap utuh dan tidak berubah. Jasadnya terlihat seperti orang yang tertidur. Oleh karenanya, dipercayalah bahwa jasad utuhnya itu disebabkan amalan berpuasa yang rajin dilakukannya.
5. Turunnya Perintah Sahur
Kisah teladan Qais bin Shirmah yang merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW satu ini menceritakan bagaimana Allah SWT mengerti keadaan para hambaNya. Meskipun Qais harus bekerja keras sebagai tukang kebun di sebuah kebun kurma, ia selalu taat beribadah. Kisah Qais bin Shirmah yang terkenal adalah saat ia jatuh pingsan di tengah waktu bekerja, dikarenakan tak sempat makan dan minum saat sahur.Kisah inilah yang menjadi asal muasal turunnya firman Allah SWT dalam QS Al-Baqarah ayat 187, mengenai perintah sahur dalam menjalani ibadah puasa bulan Ramadan.
Dalam riwayat Abu Daud, pada saat zaman Rasulullah SAW, para umat Islam yang sudah menunaikan salat Isya, mereka tak diperkenankan untuk mengonsumsi makanan maupun minuman. Hadis riwayat tersebut menjelaskan bahwasanya pada waktu itu, puasa dimulai setelah Isya. Hal ini disebabkan, sehabis Isya ialah waktu orang-orang akan mulai masuk ke waktu tidurnya.
Pada awal-awal perintah berpuasa diwajibkan pada umat Islam, belum ada ketentuan yang mengatur dengan jelas mengenai batasan waktu diperbolehkannya untuk makan dan minum ketika berpuasa. Beberapa sahabat Nabi yang akan berpuasa, tertidur dan tak sempat melakukan sahur di dini hari.
Akibatnya, di esok hari, mereka berpuasa dalam keadaan perut kosong dari semalam. Salah satu sahabat Nabi yang bernama Qais bin Shirmah, mengalamai hal ini.
Qais bin Shirmah adalah seorang yang berasal dari kaum Anshar, yang bekerja sebagai tukang kebun kurma. Sifatnya yang taat akan ibadah, tak mengecualikannya dalam berpuasa meskipun memiliki pekerjaan yang cukup berat dan keras.
Walaupun berpuasa, ia tak sedikitpun mengurangi rasa giat dan semangat bekerjanya. Saat memasuki waktu berbuka puasa, ia pun kembali ke rumah dan bertanya pada istrinya tentang makanan berbuka. Akan tetapi, istrinya menjawab tidak ada sedikitpun makanan yang tersedia.
Ia berkata, “Maafkan aku suamiku. Hari ini kita tak ada makanan sedikitpun. Tunggu sebentar, akan ku carikan makanan untukmu.” Sang istri pun pergi keluar rumah, sedangkan Qais bin Shirmah yang kelelahan dari bekerja, jatuh terlelap dengan perut yang kosong.
Saat si Istri pulang membawa makanan, ia melihat suaminya yang tertidur dan enggan untuk membangunkannya. Sehingga di keesokan harinya, Qais tetap pergi bekerja walau tak sempat makan apapun sejak berpuasa kemarin. Akan tetapi, saat dirinya tengah bekerja, tiba-tiba ia jatuh dan pingsan.
Para sahabat Nabi yang lain mengetahui hal ini pun langsung mengabari Rasulullah, karenanya turunlah ayat 187 dari QS Al-Baqarah yang berbunyi:
Uhilla lakum lailatas-shiyaamir-rofasu ilaa nisaaa-ikum, hunna libaasul lakum wa angtum libaasul lahunn, ‘alimallohu annakum kungtum takhtaanuuna angfusakum fa taaba ‘alaikum wa’afaa ‘angkum, fal-aana baasyiruuhunna wabtaghuu maa kataballohu lakum, wa kuluu wasyrobuu hattaa yatabayyana lakumul-khoithul-abyadhu minal-khotil-aswadi minal-fajr, summa atimmush-shiyaama ilal-laiil, wa laa tubaasyiruuhunna wa angtum ‘aakifuuna fil-masaajid, tilka hududullohi yubayyinullohu aayaatihii lin-naasi la’allahum yattaquun
Artinya: “Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka ketika kamu beritikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepada manusia agar mereka bertakwa.”
Dari kisah teladan sahabat Nabi Muhammad SAW satu ini, dapat kita ambil pelajarannya mengenai ketaatan seorang hamba Allah pada perintahNya.
6. Perintah Menyegerakan Berbuka Puasa
Sebagaimana anjuran Rasulullah SAW, saat kita menunaikan berpuasa, maka penting bagi kita mendahulukan berbuka puasa ketika adzan Maghrib berkumandang jelas. Akan tetapi, ternyata ada seseorang yang lebih suka menunda-nunda waktu berbuka. Hal yang sangat berbanding terbalik sekali dengan anjuran Nabi.Ada sebuah kisah di mana ada seorang laki-laki yang dikenal sebagai ahli puasa. Ia menunaikan banyak ibadah berpuasa, tetapi ia justru suka mengakhirkan waktu berbuka puasanya.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menceritakan kisah ini dalam Al-Ruh dari Al-Qairuwani yang menerima berita dari seorang syeikh begitu memiliki banyak keutamaan. Syeikh itu menerima kabar dari seorang ahli fikih. Yang di mana, ia bercerita, kala itu, mereka pernah berteman dengan seorang lelaki yang sering berpuasa, bahkan terus menerus berpuasa tanpa ada hentinya. Sayangnya, ia terbiasa mengakhirkan waktu berbuka.
Tatkala tidur, orang itu melihat ada dua orang hitam yang seolah menarik lengan atasnya dan bajunya untuk dibawa ke perapian yang menyala merah dan melemparkan ke dalamnya.
Lelaki itu bertanya, “Mengapa kalian melakukan ini?”
Kedua orang hitam itu menjawab, “Karena engkau menyalahi sunnah Rasulullah SAW. Sesungguhnya ia memerintahkan untuk selalu mendahulukan waktu berbuka, tetapi engkau justru mengakhirinya.”
Kemudian, di pagi harinya, sebangunnya ia dari tidur, ia menyadari bahwa mimpi semalam benar terjadi. Wajah dari lelaki ahli puasa tersebut menjadi hitam sebab terbakar api. Sehingganya, ia menjadi malu dan menutupi wajahnya dari hadapan orang-orang sekeliling.
Oleh karena itu, nantinya di bulan Ramadan esok, sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW, segerakanlah untuk berbuka puasa jika sudah memasuki waktunya.
Dinding Bisu Kekuasaan
SEJARAH kebangkitan bangsa Indonesia dimulai dari gerakan pemuda dan pemikir pada tahun 1908, yang menandai era di mana suara rakyat mulai diperhitungkan. SalimKetua... | Halaman Lengkap [1,388] url asal
#nabi-muhammad-saw #kebangkitan-nasional #presiden-pertama-soekarno #kekuasaan #pemimpin
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 05/02/26 17:34
v/127108/
SalimKetua Dewan Pakar KPPMPI dan Kandidat Doktor Universitas Airlangga
SEJARAH kebangkitan bangsa Indonesia dimulai dari gerakan pemuda dan pemikir pada tahun 1908, yang menandai era di mana suara rakyat mulai diperhitungkan. Dalam konteks ini, kepemimpinan seharusnya belajar dari pemimpin-pemimpin masa lalu yang berhasil membawa bangsa pada kejayaan melalui narasi dan komunikasi yang efektif dengan rakyat. Namun, masih terdapat "dinding bisu" yang menghalangi hubungan antara pemimpin dan masyarakat, menciptakan jarak yang signifikan.
Model Kepemimpinan Transformasional menjadi sangat relevan untuk menghadapi tantangan ini, karena model ini menekankan pemimpin yang dapat menginspirasi, memotivasi, dan melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan. Pemimpin transformasional berfokus pada pengembangan potensi individu dan kolaborasi, menjauhkan diri dari pendekatan otoriter yang sering kali mengutamakan kepentingan pribadi.
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar didunia, filsafat kepemimpinan bahari di juga sangat relevan, mengedepankan nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan yang mencerminkan keragaman masyarakat. Selain itu, filsafat kekuasaan yang terkenal seperti yang diungkapkan oleh Niccolò Machiavelli menekankan bahwa kekuasaan harus digunakan dengan bijaksana.
Dalam konteks ini, kepemimpinan di dunia dapat dipahami sebagai pengejawantahan dari kekuatan Tuhan, di mana pemimpin tidak boleh bertindak semena-mena. Seorang pemimpin ideal harus sadar bahwa kekuasaan yang dimiliki adalah amanah yang harus dijalankan dengan adil dan bertanggung jawab.
Dalam hal ini, pemimpin yang menciptakan ruang untuk dialog dan partisipasi selaras dengan prinsip Kepemimpinan Komunikatif Dialogis dan Inklusif juga akan lebih mampu meruntuhkan "dinding bisu" dan membangun kepercayaan serta hubungan harmonis dengan rakyat. Dalam konteks yang lebih luas, kepemimpinan yang baik di Indonesia bukan hanya memegang kekuasaan, tetapi juga merupakan tanggung jawab untuk mendengarkan, memahami, dan berkolaborasi demi kesejahteraan bersama.
Pandangan Mochtar Lubis dalam pidatonya tahun 1977 tetap menjadi cermin kritis bagi wajah Indonesia di tengah gejolak global saat ini. Dalam konteks internasional yang dipenuhi konflik dan ketidakpastian, sifat hipokrit dan enggan bertanggung jawab menjadi hambatan besar bagi bangsa ini. Di tingkat global, sifat ini mengakibatkan Indonesia gagap dalam mengambil posisi tegas, sementara di dalam negeri, fenomena "lempar batu sembunyi tangan" menghambat penyelesaian masalah sistemik yang sudah berakar.
Sifat feodalistik yang disorot Lubis pun telah bermetamorfosis ke dalam bentuk modern. Di tengah persaingan global yang semakin menuntut meritokrasi, mentalitas "asal bapak senang" dan pemujaan terhadap jabatan laksana “kuil pemujaan jabatan” justru melanggengkan praktik nepotisme. Selain itu, kemajuan teknologi yang menyebarkan informasi dengan cepat juga membuat masyarakat rentan terhadap hoaks dan teori konspirasi, yang sering memicu polarisasi.
Jika kita menggunakan "kacamata kritis" Mochtar Lubis untuk menganalisis karakter negatif para Presiden Indonesia, terlihat pola tertentu. Soekarno terjebak dalam glorifikasi diri (kultus individu) dan retorika yang mengabaikan realitas ekonomi rakyat. Soeharto merepresentasikan puncak sifat feodalistik dan otoriter, membungkam kebenaran demi stabilitas semu.
Selebihnya, BJ Habibie kurang memiliki basis massa yang kuat, Gus Dur seringkali inkonsisten, Megawati terkesan eksklusif, SBY peragu dalam pengambilan keputusan, dan Jokowi menghadapi kritik mengenai pragmatisme politik yang dianggap melemahkan etika demokrasi serta memperkuat gejala neofeodalisme. Lebih jauh, hampir semuanya berkeinginan melanggengkan dinasti kekuasaan ketimbang memikirkan nasib rakyat.
Teori kekuasaan dalam konteks ini dapat dikaitkan dengan pemikiran Michel Foucault, yang menekankan bahwa kekuasaan tidak hanya berada di tangan penguasa, tetapi juga beroperasi di dalam relasi sosial sehari-hari. Filsafat kehidupan yang menekankan integritas dan tanggung jawab juga memberikan dasar bagi transformasi karakter individu dalam menghadapi pergolakan dunia. Menurut Filsuf Friedrich Nietzsche, keberanian untuk menghadapi realitas dan mempertanggungjawabkan tindakan adalah kunci untuk unggul dalam masyarakat.
Pandangan kita terhadap perspektif Mochtar Lubis, bahwa Indonesia tidak akan bisa menjadi pemain kunci di pentas dunia jika manusianya masih memelihara watak lemah dan mentalitas instan. Transformasi dari manusia "berpura-pura" menjadi manusia "berintegritas" adalah syarat mutlak untuk menghadapi tantangan dan pergolakan dunia yang terus berkembang. Melalui pendekatan ini, Indonesia memiliki potensi untuk berdiri kokoh dan berkontribusi secara signifikan dalam dinamika global.
Penguasa sebagai pelayan
Bila penguasa merasa sebagai pemimpin maka yang seharusnya sebagai abdi rakyat adalah sebagai pelayan dan seyogyanya menerpakan filosofi Servan Leadership. Konsep pemimpin sebagai "pelayan" bukan sekadar teori manajemen modern, melainkan merupakan filosofi kuno yang dikenal sebagai Abdi masyarakat. Dalam model ini, fokus utama adalah kesejahteraan orang-orang dan komunitas yang dipimpinnya, bukan akumulasi kekuasaan pribadi. Filosofi ini terdiri dari nilai-nilai luhur yang menempatkan pengabdian dan pelayanan sebagai inti dari kepemimpinan yang ideal.
Salah satu tokoh legendaris yang menerapkan prinsip ini adalah Mahatma Gandhi. Ia memimpin kemerdekaan India tanpa jabatan resmi, mengedepankan kekuatan moral seperti “Satyagraha” (kekuatan kebenaran) dan “Ahimsā” (tanpa kekerasan).
Kemiripan dalam konteks Indonesia dapat dilihat pada sosok H.A.S. Tjokroaminoto dan Ki Hajar Dewantara, yang memimpin dengan teladan moral dan pendidikan, menempatkan diri sebagai “pamong” atau pengasuh bangsa. Keduanya mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi. Kedua tokoh inilah yang sejatinya founding father Bangsa Indonesia yang sejalan dengan kebangkitan bangsa Indonesia, bukan kemerdekaan yang durasakan oleh segelintir amptenar
Nelson Mandela juga mewakili pemimpin pelayan saat ia menghabiskan 27 tahun di penjara demi kebebasan rakyatnya. Ketika menjabat sebagai presiden, ia memilih rekonsiliasi daripada balas dendam, menerapkan filosofi “Ubuntu” yang menekankan bahwa kemanusiaan seseorang berkaitan erat dengan kemanusiaan orang lain.
Di Indonesia, Gus Dur (Abdurrahman Wahid) memiliki kemiripan dengan Mandela. Keduanya berjuang untuk hak minoritas dan memandang kepemimpinan sebagai alat untuk merangkul yang terpinggirkan, bukan untuk menindas lawan politik. Kerelaan melepaskan kekuasan demi perdamaian dan ketentraman masyarakat itulah sejatinya kemulyaan seorang penguasa.
Jose Mujica, Presiden Uruguay, dikenal sebagai "Presiden Termiskin di Dunia," menyumbangkan 90% gajinya untuk amal dan memilih tinggal di peternakan tua alih-alih istana kepresidenan. Filosofi hidup bersahajanya ini tercermin pada sosok Mohammad Hatta, pelayan bangsa yang dikenal karena integritasnya. Hatta, hingga akhir hayatnya, mengalami kesulitan membeli sepatu yang layak, menunjukkan nilai kepemimpinan yang berpihak pada rakyat.
Secara formal, istilah Servant Leadership dipopulerkan oleh Robert K. Greenleaf dalam esainya "The Servant as Leader" pada tahun 1970. Greenleaf mengemukakan bahwa pemimpin pelayan adalah pelayan lebih dahulu, mengedepankan perasaan ingin melayani. Jauh sebelum itu, filsuf Tiongkok Lao Tzu sudah merumuskan konsep serupa dalam Tao Te Ching, yang mengisyaratkan bahwa pemimpin yang baik akan membuat rakyat merasa mereka melakukannya sendiri.
Kepemimpinan "Pelayan" di Indonesia berakar pada filosofi lokal yang mengedepankan nilai “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani” (Di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, di belakang memberi dorongan).
Krisis kepemimpinan saat ini sering kali disebabkan oleh pemimpin yang terjerat dalam "Algoritma Penguasa," yang haus pengakuan dan kekuasaan. Berbeda dengan "Algoritma Pelayan," yang lebih berfokus pada dampak jangka panjang bagi masyarakat.
Jika kita menggali lebih dalam, filosofi Servant Leadership Greenleaf sejalan dengan prinsip “Asthabrata,” yang mengajarkan kepemimpinan berdasarkan delapan sifat baik, seperti kebijaksanaan, keadilan, dan kasih sayang. Dalam konteks ini, baik secara lokal maupun global, pemimpin seharusnya berperan sebagai pelayan, menempatkan kemanusiaan dan kesejahteraan rakyat di atas segalanya.
Saat kondisi semakin tidak menentu, dampak konflik global dan percikan api dikawasan serta keadaan dalam negeri bangsa dengan berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan politik yang menguji ketahanan bangsa. Dalam konteks ini, dinding bisu kekuasaan harus dijebol dengan melepaskan keinginan untuk berkuasa demi kepentingan pribadi. Kepemimpinan seharusnya tidak hanya diartikan sebagai akumulasi kekuasaan, melainkan sebagai pengabdian untuk mensejahterakan rakyat.
Kepemimpinan yang baik menghadirkan perubahan nyata dengan sangat memahmi kondisi rakyat yang tidak menjadikan sifat psykopat, bukan sekadar retorika politik yang membuat jarak antara pemimpin dan rakyat. Sangat penting untuk menegaskan bahwa kekuasaan bukanlah alat untuk mengadili lawan politik atau merubah haluan negara yang telah ditetapkan dalam dasar-dasar bernegara. Alih-alih mengejar kepentingan pribadi, pemimpin harus berfokus pada pengembangan komunitas, menjalin komunikasi dan memperkuat kebersamaan.
Dengan menerapkan prinsip-prinsip seperti Servant Leadership, pemimpin mampu menciptakan ikatan yang lebih kuat dengan masyarakat, mewujudkan integritas, dan membuka ruang untuk dialog yang konstruktif. Hanya dengan cara ini, Indonesia dapat mengatasi berbagai tantangan dan membangun masa depan yang lebih sejahtera bagi semua. Kesadaran akan tanggung jawab sosial ini adalah langkah krusial untuk meningkatkan kepercayaan rakyat terhadap kepemimpinan.
Akhirnya untuk menjebol "dinding bisu kekuasaan" adalah pentingnya mencontoh kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, manusia paling mulia. Nabi Muhammad menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati adalah tentang pengabdian, integritas, dan layanan kepada masyarakat. Dengan meneladani akhlak dan sifat-sifat kepemimpinannya, pemimpin masa kini dapat keluar dari jerat dosa pribadi dan kolektif yang sering menghalangi kemajuan bangsa.
Kepemimpinan yang diilhami oleh teladan Nabi Muhammad menekankan pentingnya nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan kasih sayang, yang dapat meruntuhkan dinding bisu yang memisahkan pemimpin dan rakyat. Melalui pendekatan ini, pemimpin tidak hanya sekadar penguasa, tetapi juga sebagai pelayan yang berkomitmen untuk mensejahterakan masyarakat. Dengan demikian, pemimpin dapat mengubah citra kekuasaan menjadi kekuatan yang membawa kebaikan dan memberikan harapan bagi masa depan bangsa, menciptakan harmoni dan kesejahteraan bersama. Semoga…
Kisah Hikmah : Berhala Bisa Bicara dan Menyampaikan Kebenaran Nabi Muhammad SAW
Kisah hikmah tentang berhala yang ternyata bisa bicara ini sangat menarik. Karena, berhala itu ternyata menyampaikan kebenaran akan Nabi Muhammad Shallalahu Alaihi... | Halaman Lengkap [627] url asal
#rasulullah #nabi-muhammad-saw #kisah-hikmah #berhala #kisah-berhala-berbicara
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 04/02/26 18:30
v/125838/
Kisah hikmah tentang berhala yang ternyata bisa bicara ini sangat menarik. Karena, berhala itu ternyata menyampaikan kebenaran akan Nabi Muhammad Shallalahu Alaihi Wassalam. Begini kisahnya:Dalam hadis riwayat Imam Al-Bukhari, berhalapertama kali dijadikan sesembahan pada masa Nabi Nuh. Kaum Nabi Nuh membuat patung-patung dan memberinya nama orang-orang saleh kala itu.
Berhala orang-orang Arab sebelum Rasulullah diutus umumnya terbuat dari batu, kayu, besi. Bahkan ada yang membuatnya dari emas dan perak. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa berhala-berhaladi zaman Rasulullah SAW pernah berbicara. Berhala itu berkata: "Muhammad telah datang."
Syaikh Muhammad bin Abu Bakar Ushfury dalam Kitab Al-Mawa'izh Al-'Usfuriyah menukil riwayat dari Ali bin Abu Tholib radhiyallahu 'anhu bahwa ia berkata: "Suatu ketika kita sedang bersama Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam pada masa awal kemunculan Islam.
Tiba- tiba ada seorang laki-laki yang naik unta mendatangi kita. Pada dirinya dan untanya terdapat tanda-tanda kalau ia telah melakukan perjalanan dan juga nampak baginya tanda-tanda kesulitan melakukan perjalanan. Kemudian ia berdiri dan bertanya:
"Manakah di antara kalian yang bernama Muhammad?" Kemudian kami mengarahkan isyarat ke arah Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam. "Hai Muhammad! Manakah di antara dua pilihan antara kamu memperlihatkan apa yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadaku atau aku yang memperlihatkan apa yang diperintahkan oleh berhalaku kepadamu?"
Rasulullah menjawab: "Baiklah! Aku saja yang memperlihatkan kepadamu ajaran yang diperintahkan oleh Tuhanku." Kemudian Rasulullah berkata: "Islam tersusun (dibangun) di atas lima pondasi."
Laki-laki itu berkata: "Hai Muhammad! Aku adalah Ghossan bin Malik Al-Amiri. Kami memiliki sebuah berhala dimana kami selalu menyembelih sembelihan di bulan Rajab di dekatnya dan beribadah kepadanya dengan sembelihan itu. Suatu ketika ada seorang laki-laki dari penduduk kami hendak menyembelih sembelihan. Ia bernama Ushom.
Ketika ia mengangkat tangannya untuk menyembelih maka terdengarlah suara yang berasal dari perut berhala itu: "Hai Ushom! Islam telah datang. Berhala-berhala adalah batil. Diri seseorang akan terjaga haknya. Sanak saudara disambung. Hakikat agama telah muncul. Semoga keselamatan tercurah padamu wahai Ushom!
Ushom pun senang dan keluar pergi memberitahuku. Lalu kami mendengar tentang beritamu wahai Rasulullah! Beberapa hari setelah itu, ada seorang laki-laki lagi yang bernama Thoriq hendak menyembelih sembelihan di dekat berhala itu.
Ketika ia mengangkat tangannya untuk menyembelih maka terdengar suara yang berasal dari perut berhala itu: "Hai Thoriq! Nabi yang benar telah diutus. Didatangkan kepadanya suatu wahyu Firman Allah Yang Maha Mulia dan Maha Pencipta. Thoriq pun pergi menuju keramaian dan berteriak mengatakan perkataan suara Berhala itu di antara orang-orang sehingga kabar-kabarmu pun meyakinkan kami. Akan tetapi kami hidup di kalangan orang-orang yang membuat kebohongan tentangmu dan yang membenarkanmu.
Tiga hari yang lalu aku hendak menyembelih sembelihan di dekat berhala. Ketika aku mengangkat tanganku untuk menyembelihnya maka aku mendengar suara yang keras dari perut berhala dengan bahasa yang jelas: "Hai Ghossan bin Malik Al-Amiri! Telah datang kebenaran seorang Nabi keturunan Hasyim di Tuhamah. Orang-orang yang menolongnya akan mendapatkan keselamatan dan orang-orang yang menghinakannya akan mendapatkan kekecewaan. Ia adalah Nabi yang memberi petunjuk dan mengajak menyembah Allah sampai Hari Kiamat." Kemudian berhala itu melompat dari tanah dan jatuh telungkup.
Mendengar cerita Ghossan, Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallama membaca Takbir dan diiringi oleh para Sahabat. Laki-laki itu (Ghossan) berkata. "Aku memiliki tiga syair bait. Apakah anda mengizinkanku membacakannya untukmu?:
Rasulullah pun mengizinkannya. Kemudian Ghossan berkata: "Aku mempercepat perjalanan mencari (Muhammad) melewati tanah datar. Dan naik ke tanah- tanah berpasir agar aku bisa menolong manusia terbaik dengan pertolongan yang dikukuhkan. Dan aku akan menguatkan ikatan-ikatan (ajaran)mu dengan ikatan (hati)ku. Aku bersaksi bahwa sesungguhnya Allah adalah Haq (kebenaran) Yang Maha Esa. Agama Islam ini adalah agama yang aku percayai selama aku masih hidup."
Demikian kisah berhala yang dapat berbicara menyampaikan kebenaran Rasulullah SAW. Semoga kisah ini menambah keimanan dan kecintaan kita kepada Baginda Rasulullah.
Dipercaya Bekas Besi Pengikatnya, Benarkah Buraq seperti Kuda Putih Bersayap?
Isra Miraj sebagai peristiwa luar biasa yang pernah dialami Nabi Muhammad SAW salah satu peristiwa yang wajib dipercaya Umat Islam. Rasulullah diberi kesempatan... | Halaman Lengkap [375] url asal
#isra-miraj #isra-mikraj #anak-nabi-muhammad-saw #sains #sains-dan-alquran
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 16/01/26 13:28
v/105313/
RIYADH - Isra Miraj sebagai peristiwa luar biasa yang pernah dialami Nabi Muhammad SAW salah satu peristiwa yang wajib dipercaya Umat Islam.Rasulullah diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk naik ke langit ketujuh atau Sidratul Muntaha.
Sebelum itu, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam lebih dulu melakukan perjalanan dari Kakbah di Masjidil Haram, Kota Makkah, ke Majid Al Aqsa di Palestina dengan menaiki buraq. Rasulullah dipercaya sempat mengingat buraqnya terlebih dahulu di kawasan sekitar.
Pilar di Masjidil Haram tempat Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam mengikat buraq hingga kini masih diabadikan. Bisa disaksikan jamaah haji maupun umrah.
"Untuk para jamaah haji dan umrah yang mau melihat secara langsung pilar yang mana dulu Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam mengikat buraq, itu ada di pinggir pintu umrah, umrah gate ya," ujar YouTuber Alman Mulyana, dikutip dari channel-nya.
Alman kemudian memperlihatkan pilar yang dimaksud. Bukan hanya satu, ternyata ada dua pilar yang dipercaya pernah dijadikan tempat mengingat buraq Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam saat itu.
Sepintas dua pilar itu terlihat seperti tiang bangunan pada umumnya. Namun pihak pengelola tampaknya memberikan sesuatu sebagai pembeda.
Di salah satu pilar berwarna coklat kemerahan terlihat ada sebuah cincin perak besar melingkari tubuh pilar itu.
Tidak jauh dari sana ada sebuah pilar lagi berwarna coklat keabuan. Sama seperti yang pertama, pilar satu ini juga dilingkari cincin besar berwarna perak.
Sayang, tidak diperkenankan mendekat ke area pilar. Pasalnya, kawasan sekitar dua pilar tempat mengikat buraq itu sedang tahap renovasi.
Adapun buraq sendiri digambarkan sebagai hewan tunggangan berwarna putih, panjang, dan lebih besar daripada keledai. Bukan hewan biasa, buraq memiliki kecepatan tinggi layaknya kilat dalam sekali melangkah
Buraq atau buroq yang merupakan hewan gaib dan tidak akan dijumpai di alam ini.
Buraq bagian dari keistimewaan dan mukjizat Nabi dari Allah Subhanahu wa ta'ala yang tentu saja tidak mungkin bisa ditiru orang lain.
Dikutip dari Konsultasisyariah, Ustadz Ammi Nur Baits ST BA menjelaskan bentuk buraq yakni seperti hewan tunggangan dan ukurannya lebih tinggi dari keledai serta lebih pendek dari bighal. Bighal adalah peranakan hasil perkawinan antara kuda dengan keledai.
Selain itu, berwarna putih dan langkah kakinya sejauh ujung pandangannya. Begitu juga bisa diikat sebagaimana layaknya hewan tunggan
"Dibawakan kepadaku hewan tunggangan berwarna putih, lebih pendek dari bighal dan lebih tinggi dari pada keledai, yaitu buraq." (HR Bukhari Nomor 3207)
.
Amran Bakal Panggil Pengusaha Besar soal Lonjakan Harga Telur
Amran akan memanggil perusahaan-perusahaan besar menyusul kenaikan harga telur ayam di berbagai daerah agar harga di tingkat konsumen tetap terkendali. [514] url asal
#harga-telur #menteri-pertanian #telur-ayam #kabupaten-kampar #maulid-nabi-muhammad-saw #kemendag #pemerintah #mbg #kabupaten-puncak-jaya #intan-jaya #kementerian-koordinator-bidang-pangan #indonesia
(CNN Indonesia - Ekonomi) 11/11/25 16:57
v/35369/
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman akan memanggil perusahaan-perusahaan besar menyusul kenaikan harga telur ayam ras di berbagai daerah.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan agar harga di tingkat konsumen tetap terkendali.
"Nanti kami panggil, kami panggil perusahaan-perusahaan besarnya," ujar Bos Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (11/11).
Amran menjelaskan pemerintah saat ini tengah mendorong peningkatan produksi dengan memperbanyak pasokan bibit ayam (day old chick/DOC) dan menambah stok indukan (grand parent stock).
Upaya tersebut diharapkan dapat menekan harga sekaligus memberi peluang bagi peternak untuk kembali bangkit setelah sebelumnya banyak yang merugi.
"Kita sekarang ini mengeluarkan DOC, menambah grand parent stock-nya, semua kita tambah. Kita dorong peternak supaya berproduksi. Ini kesempatan peternak untuk bangkit. Kan banyak peternak merugi sebelumnya, kan. Nah, ini kesempatan. Inilah dampak positif daripada MBG (Makan Bergizi Gratis)," katanya.
Ia menilai kenaikan harga telur saat ini tidak sepenuhnya berdampak negatif karena turut menggerakkan ekonomi di sektor peternakan. Amran menyebut harga telur tiga bulan lalu masih berada di kisaran Rp18 ribu per kilogram (kg), sementara kini melonjak di sejumlah wilayah.
"Kita sekarang mendorong karena kan ada MBG. Ini kan kenaikannya dampak bagus untuk pergerakan ekonomi. Kan tiga bulan lalu harga telur kan Rp18 ribu, iya kan?" ujarnya.
Dalam jangka pendek, pemerintah berencana meningkatkan produksi nasional menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) untuk menjaga ketersediaan stok di pasaran.
"Kita tingkatkan produksi, DOC-nya kita tambah, grand parent stock-nya kita tambah, semua kita tambah," imbuhnya.
Sebagai solusi jangka panjang, Amran mengatakan pemerintah akan membangun ekosistem produksi telur dan ayam secara terintegrasi agar rantai pasok lebih efisien dan berkelanjutan.
"Solusi permanennya adalah kita akan bangun ekosistem untuk telur dan ayam. Kita membangun secara terintegrasi ekosistemnya untuk memenuhi MBG," tuturnya.
Kebijakan ini sejalan dengan langkah pemerintah yang menyiapkan investasi sebesar Rp20 triliun untuk membangun peternakan ayam pedaging dan petelur di seluruh Indonesia. Proyek tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat pasokan bahan pangan untuk mendukung program MBG.
Amran sebelumnya menjelaskan pembangunan peternakan ayam ini merupakan hasil kesepakatan dalam rapat finalisasi hilirisasi sektor pertanian, pangan, perkebunan, hortikultura, dan peternakan bersama sejumlah kementerian dan lembaga.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag) hingga pekan pertama November 2025, harga telur ayam ras tercatat mengalami kenaikan di 43,33 persen wilayah Indonesia.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga terjadi di tengah meningkatnya permintaan akibat berbagai kegiatan masyarakat, seperti hajatan dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, serta kebutuhan pasokan untuk program MBG.
Beberapa daerah mencatat harga yang jauh di atas harga acuan penjualan (HAP). Di Kabupaten Kampar, harga telur mencapai Rp48.333 per kg atau 61,11 persen di atas HAP.
Di Kabupaten Melawi, harga berada di level Rp42 ribu per kg, sementara di Kabupaten Alor mencapai Rp39.667.
Harga tertinggi secara nasional tercatat di Kabupaten Mamberamo Tengah sebesar Rp100 ribu per kg, disusul Kabupaten Puncak Jaya dan Intan Jaya yang masing-masing mencapai Rp90 ribu per kg. Harga terendah di kisaran Rp23.300 per kg di beberapa daerah sentra produksi.
Kenaikan harga telur juga dipengaruhi faktor distribusi, pasokan pakan yang tidak stabil, serta kenaikan harga di tingkat produsen dan pemasok.
#50 tag sepekan
#ihsg (164) #purbaya (113) #investasi (94) #ojk (90) #apbn (88) #danantara (67) #pertumbuhan ekonomi (61) #trump (61) #kemenkeu (58) #pertamina (57) #umkm (53) #bei (52) #pajak (48) #donald trump (47) #esdm (45) #menkeu (44) #himbara (36) #kementerian keuangan (36) #bahlil lahadalia (35) #emas (35) #bapanas (34) #pasar saham (34) #ekonomi indonesia (34) #bumn (32) #menteri keuangan (31) #kemnaker (30) #mbg (29) #djp (28) #btn (27) #imf (27) #ekspor (27) #perang dagang (26) #kementan (26) #bbm (25) #garuda indonesia (24) #pasar modal (24) #utang (24) #bri (23) #bank indonesia (23) #rupslb (23) #hilirisasi (23) #yassierli (22) #magang (22) #kebijakan fiskal (22) #amran sulaiman (22) #ppn (22) #whoosh (21) #bea cukai (21) #bitcoin (20) #komdigi (20)