Luhut Binsar Pandjaitan berencana membangun family office di Bali untuk menarik investasi global, meski ada kekhawatiran soal keadilan pajak dan risiko pencucian uang. [668] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan ingin merealisasikan pembentukan family office alias perusahaan surga pajak bagi konglomerat di Bali.
Sebagai informasi, Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sedang merancang program transformasi Bali menjadi pusat keuangan baru di Indonesia. Juru Bicara DEN Jodi Mahardi mengungkapkan program transformasi tersebut sama dengan wacana pembentukan family office di Bali yang sudah disampaikan Luhut sejak 2024.
Program itu diharapkan bisa menarik bank internasional, manajer aset, serta firma ekuitas swasta dengan menawarkan berbagai insentif pajak hingga regulasi ramah bisnis guna mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
"Pemerintah ingin menciptakan pusat keuangan yang modern, transparan, dan berpihak pada pembangunan ekonomi nasional. Nantinya diharapkan menjadi platform yang menghubungkan investasi global dengan peluang nyata di sektor riil Indonesia," ujar Jodi kepada Bisnis, Senin (13/10/2025).
Dia tidak menampik bahwa ada sejumlah kekhawatiran atas rencana tersebut. Kendati demikian, Jodi hanya menekankan bahwa transformasi Bali menjadi pusat keuangan baru akan membawa keuntungan besar bagi Indonesia.
"Pendekatan yang kami ambil sangat hati-hati — memastikan kepastian hukum, integritas sistem, dan manfaat langsung bagi perekonomian Indonesia," jelasnya.
Apa itu Family Office?
Ketua Pengawas Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Prianto Budi Saptono menjelaskan, family office (FO) adalah salah satu entitas yang dirancang untuk membantu individu dan keluarga mengelola kekayaan mereka.
Menurutnya, bentuk family office bisa berupa single-family office (SFO) yang melayani satu keluarga atau multi-family office (MFO) yang melayani banyak keluarga. FO berfungsi menjadi alternatif bank swasta, manajer investasi, atau platform manajemen kekayaan dan investasi khusus lainnya.
"Dengan kata lain, FO mengutamakan pendekatan holistik, dengan mempertimbangkan total aset keluarga dalam berbagai bentuk serta tujuan non-finansial. FO juga menekankan kebutuhan unik keluarga. Intinya adalah wealth management yang sudah dikenal di industri keuangan, khususnya sektor perbankan dengan nasabah prioritasnya," jelas Prianto kepada Bisnis, Rabu (15/10/2025).
Pengajar di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia ini memaparkan bahwa FO juga dapat menyediakan berbagai layanan keuangan dan manajemen, termasuk perencanaan pajak, perencanaan warisan, dan administrasi filantropi.
Prianto menilai berbagai layanan yang ditawarkan FO itu bisa sangat menarik bagi keluarga yang dikenal dengan orang super kaya. Alasannya, kekayaan keluarga super kaya itu bisa dikelola secara profesional.
Untung-Rugi Family Office
Secara makro, Prianto menilai FO berpotensi meningkatkan perekonomian Indonesia melalui peningkatan investasi dalam negeri, penyerapan tenaga ahli di sektor keuangan, dan menjaga stabilitas pasar keuangan.
Di sisi lain, sambungnya, FO juga bisa membuka peluang praktik pencucian uang yang disebabkan struktur kepemilikan kompleks. Selain itu, perencanaan pajak akan mudah bersinggungan dengan praktik penghindaran pajak.
"Hal demikian berisiko dapat menggerus penerimaan negara jika pengaturannya tidak baik," ungkap direktur eksekutif Pratama-Kreston Tax Research Institute itu.
Risiko lainnya, jelas Prianto, adalah konsentrasi aset yang tinggi karena diversifikasi kurang. Tak hanya itu, potensi meningkatnya ketidakadilan sosial karena FO hanya menguntungkan kelas atas.
Senada, Kepala Riset Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar meyakini pembentukan family office di Bali berpotensi menekan penerimaan pajak sekaligus menimbulkan ketimpangan keadilan fiskal di Indonesia.
Dia menjelaskan bahwa kontribusi kelompok berpenghasilan tinggi terhadap penerimaan pajak penghasilan orang pribadi (PPh OP) selama ini sangat dominan.
“Sebagai gambaran, 64,6% dari penerimaan PPh 21 OP berasal dari dua layer tarif tertinggi. Apalagi dengan adanya pajak atas natura, kontribusi pajak dari kelompok kaya semakin besar,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (8/10/2025).
Dengan latar tersebut, Fajry menilai bahwa pembebasan pajak bagi kelompok konglomerat di bawah skema family office akan berdampak langsung pada penerimaan negara. Di atas itu, dia juga mengingatkan dampak yang lebih serius yaitu tercorengnya aspek keadilan karena akan muncul kesenjangan antara kelompok kaya dan menengah dalam sistem perpajakan.
Fajry menjelaskan, prinsip dasar PPh OP adalah instrumen redistribusi kekayaan dan keadilan sosial. PPh OP, sambungnya, berbeda dengan pajak pertambahan nilai (PPN) yang lebih berorientasi pada penerimaan fiskal.
Oleh sebab itu, dia mengingatkan setiap kebijakan yang memberi keringanan kepada kelompok tertentu berpotensi menggerus legitimasi sistem perpajakan secara keseluruhan. Apalagi, Fajry mengingatkan demonstrasi besar-besaran atas dasar kecemburuan sosial belum lama ini terjadi di kota-kota besar di Indonesia.
“Tentu akan sangat riskan sekali bagi Pemerintahan Prabowo jika ada kebijakan yang akan melukai aspek keadilan bagi masyarakat,” tutupnya.
Seorang perempuan paruh baya menuntun bocah lelaki bergegas memasuki sebuah kios bercat putih dengan daun pintu besi hijau tua. Di atas pintu tersebut ... [1,719] url asal
Pontianak (ANTARA) - Seorang perempuan paruh baya menuntun bocah lelaki bergegas memasuki sebuah kios bercat putih dengan daun pintu besi hijau tua. Di atas pintu tersebut terdapat plang besar berwarna hijau bertuliskan "Agen Pegadaian, Simpang Empat Wajok Hilir."
Dari dalam teralis kios tersebut, Yan Fitriansyah, seorang Agen Pegadaian, menyambut dengan senyum sambil menyapa perempuan tersebut.
“Selamat siang ibu, ada yang bisa saya bantu?,” sapa Yan.
Perempuan bernama Anisa itu membalas dengan senyuman lalu buru-buru mendekati sambil merogoh sesuatu dari dalam tas tangan berwana ungu yang dibawanya. Tampak seutas kalung emas dikeluarkannya dan segera menyerahkannya kepada Yan.
“Saya mau gadai kalung bang, tolong ditaksir,” kata Anisa.
“Baik bu, silahkan duduk dulu, nanti saya panggil,” kata Yan Fitriyansah sambil mengambil kalung tersebut.
Dari tempat berukuran enam kali lima meter tersebut, Yan Fitriansyah menjalankan peran penting, menghadirkan layanan keuangan yang mudah dijangkau Masyarakat sekitar.
Yan sudah empat tahun menjadi agen Pegadaian, terhitung sejak 2021. Ia terpilih melalui penunjukan dari kantor Pegadaian Cabang Siantan, Kota Pontianak. Saat itu, Kantor Unit Pelayanan Cabang Batu Layang tutup, lalu pihak cabang Siantan mencari orang yang bisa melanjutkan layanan di sana.
“Akhirnya saya dipilih karena sebelumnya saya juga menjadi agen dari salah satu bank BUMN sejak tahun 2019. Mungkin pengalaman ini yang membuat saya ditunjuk untuk menjadi agen Pegadaian,” tuturnya.
Dalam satu hari, Yan biasanya melayani 10 sampai lima belas nasabah yang mayoritas merupakan suku Madura.
“Kalau di sini, masyarakatnya mayoritas suku Madura. Mereka banyak memiliki emas besar dan mahal, jadi saya fokus di layanan gadai emas karena itu kebutuhan utama di sini,” katanya.
Namun, Yan juga menyadari masih banyak masyarakat yang memiliki persepsi klasik terhadap Pegadaian hanya sebagai tempat untuk menggadaikan barang ketika terdesak kebutuhan. Padahal pegadaian kini telah bertransmormasi dengan layanan investasi dan tabungan emas.
“Mindset masyarakat masih beranggapan bahwa Pegadaian yang tempat gadai. Belum banyak yang tahu tentang investasi emas atau mencicil emas. Tapi pelan-pelan saya coba untuk memberikan pemahaman kepada mereka tentang investasi dan tabungan emas,” kata Yan.
Sebagai agen, Yan tidak hanya melayani transaksi, tetapi juga berperan sebagai pendidik finansial bagi warga sekitar. Ia kerap berbagi informasi dari mulut ke mulut agar masyarakat memahami bahwa emas bukan sekedar simpanan, melainkan investasi jangka Panjang yang sangat menjanjikan.
Berada di pertengahan antara Pegadaian Siantan dan Jungkat, Yan menjadi agen pengisi ruang kosong dan perantara sebagai penghubung. Di antara dua wilayah yang jauh dari outlet resmi, agen berperan memastikan layanan Pegadaian tetap berjalan.
Dalam sebulan, aktivitas gadai emas di tempatnya bisa mencapai ratusan nasabah dengan total pinjaman beredar atau Outstanding loan (OSL) ratusan juta. Angka itu bagi Yan bukan sekedar capaian bisnis, melainkan cerminan kepercayaan masyarakat.
Meski begitu, tantangan tetap ada. Perubahan system perhitungan imbalan agen dan dinamika ekonomi warga menjadi bagian tantangan dari kesehariannya.
“Sekarang sistem fee-nya berubah. Kalau dulu agen dapat bagian dari nasabah yang menebus setelah jatuh tempo, sekarang tidak lagi. Hanya nasabah aktif yang dihitung. Tapi ya, ini bagian dari tanggung jawab,” katanya.
Bagi Yan, setiap transaksi adalah kisah perjalanan hidup. Ada nasabah yang menggadaikan emas demi biaya sekolah anak, ada pula yang sekedar menutupi kebutuhan harian. Namun baginya, menjadi agen Pegadaian bukan bukan sekedar mendapatkan komisi, tetapi lebih dari itu, niatnya adalah membantu orang melewati kesulitan.
“Yang membuat saya Bahagia ketika mereka datang lagi dengan wajah lega setelah menebus emasnya. Rasanya itu luar biasa, senang,” tuturnya.
Yan Fitriansyah, seorang Agen Pegadaian melayani nasabah yang akan menggadaikan atau berinvestasi emas. (ANTARA/Rendra Oxtora)
Kemudahan layanan dari rumah
Dari rumah yang terletak di jalan Muhammad Yamin, Kota Pontianak, Fitri Kusuma menjalankan peran serupa dengan Yan, tapi dalam skala berbeda. Fitri resmi menjadi agen Pegadaian sejak September 2025 lalu. Meski terbilang baru, tapi dia sudah memiliki 20 nasabah aktif.
“Awalnya niat saya menjadi agen agar saya bisa mudah bertransaksi emas. Lama-lama banyak tetangga dan keluarga yang ikut, jadi sekalian bantu mereka,” kata Fitri.
Sebagai agen Pegadaian yang masih baru, Fitri melihat masyarakat masih cenderung menggunakan layanan gadai di banding investasi.
“Masih banyak yang beranggapan Pegadaian itu tempat gadai. Padahal ada program tabungan dan investasi emas juga,” tuturnya.
Mendapatkan kenyataan seperti itu, sebagai seorang guru, meski dari rumah, ia menggencarkan sosialisasi. Baik melalui story WhatsApp dan postingan di IG, maupun obrolan keluarga, Fitri terus mempromosikan investasi dan tabungan emas.
Meski dari rumah, tak menyurutkan semangat Fitri untuk memberikan layanan gadai dan investasi emas kepada masyarakat sekitar, karena dengan memberikan bantuan kepada masyarakat menjadi kebanggaan tersendiri baginya.
Tak kalah penting dari itu, fee yang dia dapat dari setiap transaksi yang dilakukan, menjadi penghasilan tambahan bagi keluarganya.
“Yang membuat saya lebih bahagia, ketika membantu nasabah menginvestasikan uangnya untuk Tabungan emas. Apa lagi harga emas terus naik tentu saya senang membantu mereka,” kata Fitri.
Di kios atau rumah kecil seperti milik Yan dan Fitri, layanan Pegadaian menemukan maknanya, menjadi jembatan keuangan yang merangkul masyarakat dari lapisan paling bawah, menyinari asa mereka lewat kilau emas yang tak sekadar berharga, tetapi juga bermakna.
Seorang Nasabah melakukan transaksi penebusan emas di Pegadaian cabang Tol Landak Kota Pontianak (ANTARA/Rendra Oxtora)
Menjangkau yang tak terjangkau
Pegadaian menyadari, bahwa tidak semua masyarakat mudah menjangkau kantor cabang. Karena itu, lembaga ini memperluas jangkauan melalui ratusan agen di berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil Kalimantan Barat.
Melalui program ini, siapapun yang memenuhi syarat, baik pelaku usaha kecil, karyawan, maupun masyarakat umum dapat menjadi perpanjangan tangan Pegadaian. Agen berperan melayani berbagai transaksi seperti pembayaran cicilan, pembukaan tabungan emas, pembelian produk investasi, hingga promosi layanan gadai yang menjadi ciri khas Pegadaian.
Bagi masyarakat, program ini tidak hanya menghadirkan kemudahan akses layanan keuangan, tetapi juga membuka peluang pendapatan baru. Setiap transaksi yang berhasil, para agen memperoleh komisi sebagai bentuk apresiasi dan kontribusi mereka. Model kemitraan ini dinilai menjadi salah satu cara Pegadaian menumbuhkan ekonomi berbasis komunitas.
“Agen itu bagian dari sistem channeling kami. Ada agen pemasar, agen pembayaran dan agen gadai. Untuk agen gadai kami bahkan kirim mereka mengikuti pelatihan ke Surabaya supaya benar-benar kompeten menaksi emas,” kata Senior Vice President PT Pegadaian Kalimantan Barat, Abdul Lafaz Isnainy.
Melalui Agen, Pegadaian tidak hanya menjadikan masyarakat sebagai pengguna, tetapi juga mitra yang tumbuh bersama. “Misi kami jelas, membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraan dengan cara yang aman dan menguntungkan,” tuturnya.
Program ini sekaligus menunjukkan transformasi Pegadaian dari lembaga keuangan tradisional menjadi institusi modern yang mengedepankan kolaborasi dan pemberdayaan. Melalui semangat “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah”, Pegadaian membuktikan solusi ekonomi rakyat dapat tumbuh dari partisipasi masyarakat sendiri.
Layanan Digital dan Inklusi Keuangan
Di balik citra klasiknya, Pegadaian kini tampil dengan wajah baru. Lembaga keuangan milik negara itu terus bertransformasi melalui layanan digital, pembiayaan produktif serta program yang berpihak pada keberlanjutan lingkungan.
“Dulu masyarakat langsung berpikir soal gadai dan sekarang kami berusaha mengubah perspektif tersebut. Kami sudah menjadi lembaga yang melayani kebutuhan investasi, pembiayaan usaha dan pelestarian lingkungan,” kata Abdul Lafaz Isnainy.
Untuk memudahkan layanan, Pegadaian saat ini mengembangkan Pegadaian Digital Service (PDS), sebuah aplikasi yang memungkinkan nasabah untuk membeli, mencicil dan memantau tabungan emas secara daring.
“Sekarang masyarakat tidak perlu antre di outlet, karena semua bisa lewat aplikasi. Pengguna digital kami saat ini sudah lebih dati 54 ribu nasabah aktif,” tuturnya.
Tidak hanya menyasar masyarakat umum, Pegadaian juga sudah masuk ke segmen muda, melalui edukasi digital di sekolah dan kampus. Hal tersebut dilakukan karena anak muda saat ini suka dengan hal yang praktis sehingga dengan PDS, akan memberikan kemudahan dan kepraktisan bagi nasabah generasi muda.
Bagi Pegadaian, perubahan ini bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan Upaya menghadirkan nilai sosial dan keberlanjutan.
“Di Kalimantan Barat dari Januari hingga akhir September 2025, total pembelian emas Masyarakat mencapai 95 kilogram, sementara pembiayaan non-gadai dan Kredit usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp16 miliar. Ini membuktikan bahwa Pegadaian bukan lagi sekadar tempat menebus barang, tetapi tempat menebus harapan,” katanya.
Untuk memaksimalkan peran Pegadaian sebagai lembaga investasi dan tabungan emas, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi menyetujui PT Pegadaian untuk menjadi bank emas. OJK melalui surat bernomor S-325/PL.02/2024 memberi kewenangan bagi PT Pegadaian untuk melaksanakan kegiatan usaha bullion, yakni meliputi deposito emas, pinjaman modal kerja emas, jasa titipan emas korporasi, dan perdagangan emas.
Pada 4 Januari 2025, kata Abdul Lafaz Isnainy, sudah dua tahun pihaknya berupaya untuk mendapatkan izin usaha bullion atau bank emas. Saat ini, Pegadaian menjadi perseroan pertama yang berhasil mendapatkan izin usaha tersebut di Indonesia.
“Sudah 123 tahun Pegadaian hadir di tengah masyarakat, dengan berbagai improvement dan penyediaan berbagai produk gadai maupun nongadai. Gadai sebagai core bisnis, 90 persen masih didominasi oleh gadai emas,” kata Abdul
Pegadaian juga menghadirkan fasilitas penyimpanan emas berstandar internasional yang keamanannya setara sistem global.
“Bahkan saat diresmikan oleh Presiden Prabowo, kami bisa tunjukkan betapa tingginya standar keamanan fasilitas itu. Semua disimpan di bawah tanah,” katanya bangga.
Arsip foto - Petugas menata emas batangan di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Antam Setiabudi, Jakarta, (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Investasi Emas Tetap Menjanjikan
Pengamat ekonomi dari Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Prof. Edi Suratman, menilai bahwa investasi emas masih menjadi salah satu pilihan instrumen keuangan yang menjanjikan bagi masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan ancaman inflasi yang terus berfluktuasi.
Menurut Edi, emas memiliki karakteristik unik sebagai aset yang tahan terhadap gejolak pasar.
“Emas cocok untuk investasi jangka panjang karena nilainya cenderung meningkat seiring waktu, meskipun kenaikannya mungkin lambat dalam jangka pendek,” katanya.
Salah satu kelebihan utama investasi emas adalah kemampuannya dalam melindungi nilai kekayaan dari inflasi. Emas juga berperan sebagai alat diversifikasi portofolio, terutama bagi investor yang ingin menyeimbangkan risiko dengan aset lain seperti saham atau obligasi.
“Dalam jangka panjang, emas terbukti memberikan keuntungan signifikan. Namun, hasilnya baru bisa dirasakan setelah periode lebih dari dua tahun,” tuturnya.
Dirinya menilai bahwa waktu terbaik untuk membeli emas adalah saat harga mengalami penurunan signifikan.
“Ketika harga turun, misalnya saat ini harga emas di kisaran Rp1,8 juta, nah saat emas mencapai sekitar Rp1,5 juta per gram, itu momen yang tepat untuk mulai berinvestasi,” katanya.
Edi juga mencatat bahwa saat ini emas semakin mudah diakses oleh berbagai kalangan masyarakat. Kehadiran platform digital dan produk tabungan emas memungkinkan masyarakat membeli emas dalam satuan kecil, sehingga instrumen ini semakin populer sebagai investasi aman dan terjangkau.
Dia menyatakan bahwa investasi emas memerlukan kesabaran dan perencanaan yang matang.
“Kunci utama dalam berinvestasi emas adalah kesabaran, baik dalam membeli di waktu yang tepat maupun menunggu saat menjual untuk mendapatkan hasil optimal,” kata Edi.
Yang lebih penting menurutnya adalah masyarakat harus jeli memilih Lembaga atau tempat untuk berinvestasi. Dia menyarankan agar masyarakat bisa mempercayai investasi dan tabungan emas kepada Lembaga resmi yang disetujui oleh OJK.
Salesforce berkomitmen memperkuat posisinya di Indonesia dengan fokus pada AI dan data, meluncurkan HyperForce untuk mendukung transformasi digital dan keamanan data lokal. [599] url asal
SAN FRANCISCO, Bisnis.com — Salesforce, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, menegaskan komitmennya untuk memperluas pangsa pasar layanan akal imitasi (AI) di Tanah Air seiring dengan potensi pertumbuhan ekonomi digital yang kian pesat di Asia Tenggara.
EVP & Managing Director South & Southeast Asia Salesforce, Arun Kumar Parmeswaran mengatakan kawasan Asia Tenggara kini menjadi salah satu motor pertumbuhan dunia, dengan kontribusi sekitar 25% terhadap PDB global dan populasi yang juga mencapai seperempat dari total dunia.
“Dalam lima tahun ke depan, Asia Tenggara akan menjadi ekonomi nomor empat terbesar di dunia, setelah Amerika Serikat, China, dan India,” ujar Arun dalam sesi wawancara bersama Bisnis Indonesia di sela-sela gelaran Dreamforce 2025 di San Francisco, Amerika Serikat, Selasa (14/10/2025).
Menurutnya, momentum ekonomi kawasan ini membuat Salesforce mengintegrasikan operasi India dan ASEAN ke dalam satu wilayah regional untuk memperkuat fokus investasi. Indonesia menjadi salah satu pasar prioritas utama di kawasan.
“Kami melihat potensi pertumbuhan luar biasa di Indonesia — dari populasi besar, peningkatan kelas menengah, hingga konsumsi domestik yang tinggi. Semua indikator menunjukkan peluang besar ke depan,” tutur Arun.
Sejak memulai operasinya di Indonesia dua tahun lalu, Salesforce telah melipatgandakan ukuran tim dan memperluas layanan untuk berbagai industri, mulai dari perbankan, telekomunikasi, hingga perusahaan besar lainnya.
Arun menilai, tingkat keinginan untuk melakukan transformasi digital di kalangan korporasi Indonesia sangat tinggi. “Yang menarik, bukan hanya keinginan untuk berubah, tapi juga kesediaan untuk berinvestasi dan membangun budaya digital. Ini sinyal positif bagi kami,” katanya.
Lebih lanjut, Arun menegaskan bahwa prioritas utama Salesforce di Indonesia adalah otomasi, akal imitasi (AI), dan pemanfaatan data untuk meningkatkan efisiensi serta produktivitas bisnis.
“Semua perusahaan kini memiliki data. Tantangannya adalah bagaimana mengubah data menjadi pengetahuan yang bernilai dan actionable insights bagi bisnis,” ujarnya.
Arun mencontohkan, salah satu produk yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah Tableau, platform analitik visual milik Salesforce. Banyak perusahaan besar di Tanah Air telah memanfaatkan Tableau untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
“Indonesia justru menjadi salah satu pasar dengan penetrasi Tableau tertinggi di kawasan,” ungkapnya.
Selain sektor swasta, Arun juga menyoroti pentingnya peran sektor publik dalam mendukung transformasi digital. Pemerintah dinilai memiliki visi jelas terkait pengembangan kecerdasan buatan dan tata kelola data.
“Kami melihat pemerintah Indonesia cukup progresif. Mereka sudah menyiapkan regulasi dan panduan terkait penerapan AI dan data residency,” katanya.
Sebagai bukti keseriusan tersebut, pada Juni 2025 Salesforce resmi meluncurkan HyperForce di Indonesia, yang menempatkan seluruh aplikasi Salesforce di dalam negeri. Infrastruktur ini memungkinkan seluruh data pelanggan disimpan secara lokal, memenuhi ketentuan residensi data dan kebutuhan keamanan informasi.
“Langkah ini sangat penting, terutama bagi sektor perbankan dan keuangan yang tidak bisa menyimpan data di luar negeri,” jelas Arun. “Kini seluruh produk Salesforce sudah tersedia melalui pusat data lokal di Jakarta."
Bunga Sugiarto, Regional Director Salesforce Indonesia, mengatakan peluncuran HyperForce menjadi tonggak penting bagi pelanggan di Indonesia karena menghadirkan keseimbangan antara keamanan data, kepatuhan regulasi, dan percepatan inovasi.
“Dengan infrastruktur lokal, pelanggan kini bisa lebih leluasa mengadopsi solusi berbasis AI dan data analitik tanpa khawatir soal compliance,” kata Bunga.
Dia menyebutkan dukungan dari pemerintah juga kuat. “Kami melihat permintaan dari sektor keuangan, publik, dan ritel terus meningkat, terutama dalam solusi yang mendukung efisiensi operasional dan personalisasi layanan pelanggan.”
Menurut Bunga, Salesforce juga terus berkolaborasi dengan berbagai mitra teknologi dan lembaga pemerintah untuk memperluas ekosistem digital nasional.
“Kami melihat banyak permintaan dari multisektor terutama yang memiliki banyak pelanggan seperti perbankan, ritel dan telekomunikasi,” ujarnya.
Arun menambahkan dengan kehadiran layanan lokal ini, pelanggan di Indonesia kini memiliki fleksibilitas lebih besar untuk mengelola data mereka dengan aman, sekaligus memanfaatkan seluruh ekosistem solusi digital Salesforce.
“Kami percaya Indonesia akan menjadi salah satu pusat inovasi digital terbesar di Asia Tenggara,” tutup Arun.
Komoditas hortikultura menghadapi tantangan akibat perubahan iklim dan serangan hama-penyakit. Pemerintah, melalui Kementerian Pertanian menerapkan berbagai ... [926] url asal
Jakarta (ANTARA) - Komoditas hortikultura menghadapi tantangan akibat perubahan iklim dan serangan hama-penyakit. Pemerintah, melalui Kementerian Pertanian menerapkan berbagai strategi untuk mengatasinya.
Komoditas hortikultura memainkan peran strategis karena menyediakan pangan bergizi bagi masyarakat, meningkatkan pendapatan petani, dan berkontribusi pada perekonomian nasional.
Sektor hortikultura berkontribusi besar pada perekonomian nasional melalui peningkatan produk domestik bruto (PDB), penciptaan lapangan kerja, dan pendapatan bagi petani, serta potensi ekspor yang meningkatkan devisa negara.
Selain itu, subsektor ini juga berperan dalam mendukung ketahanan pangan nasional, terutama melalui penyediaan sayuran dan buah-buahan.
Bukan hanya itu, sektor hortikultura juga mampu memperkuat ketahanan pangan global. Hanya saja, komoditas hortikultura kini menghadapi tantangan yang kompleks. Pemicunya adalah perubahan iklim yang sulit diprediksi dan serangan organisme pengganggu tanaman.
Kedua faktor itu berpengaruh besar pada produktivitas dan kualitas komoditas hortikultura. Akibat serangan hama, misalnya, produktivitas tanaman anjlok, mutu pun turun.
Klaster hortikultura
Di sisi lain, keterbatasan dalam infrastruktur, input produksi, dan adopsi teknologi modern terus menghambat efisiensi dan daya saing komoditas hortikultura.
Belum lagi masalah pascapanen, seperti kerugian akibat penanganan yang tidak optimal, rantai pasokan yang panjang, dan fasilitas penyimpanan yang terbatas makin memperburuk situasi.
Hal itu karena komoditas hortikultura pada umumnya bersifat perishable atau mudah rusak dan memiliki masa simpan pendek, setelah panen. Itulah sebabnya, produk hortikultura harus segera dikonsumsi atau diolah.
Selain itu, permintaan pasar global terhadap standar kualitas, keamanan pangan, dan sertifikasi memerlukan peningkatan kapasitas petani serta dukungan kebijakan yang konsisten.
Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Dr Ir Muhammad Taufiq Ratule, MSi menyampaikan hal itu pada simposium internasional hortikultura di Senyum World Hotel, Kota Batu, Jawa Timur (14/10).
Taufiq Ratule menjadi salah satu pembicara utama pada simposium yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya dan Perhimpunan Hortikultura Indonesia (Perhorti) itu.
Taufiq mengatakan, untuk mengatasi tantangan itu, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian mendorong pengembangan klaster hortikultura yang memenuhi skala ekonomi.
Pendekatan itu bertujuan mengonsolidasikan produksi, sehingga menjadi lebih terfokus, efisien, dan kompetitif.
Petani hortikultura yang tergabung dalam klaster itu diharapkan mendapatkan berbagai keuntungan, seperti efisiensi biaya, akses terhadap input produksi yang lebih mudah, peningkatan infrastruktur, teknologi, dan keuangan.
Pada prinsipnya klaster hortikultura merupakan program atau kebijakan yang berfokus pada pengembangan kelompok komoditas hortikultura strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani, ekonomi daerah, dan devisa negara melalui sentra produksi yang terorganisir.
Beberapa komoditas strategis itu adalah cabai, bawang merah, buah-buahan, dan tanaman hias. Klaster hortikultura akan memfasilitasi penerapan standar kualitas komoditas, sertifikasi, dan sistem penulusuran, sesuai dengan persyaratan pasar global.
Pendekatan ini sekaligus membuka peluang yang lebih besar untuk kemitraan agribisnis, industri pengolahan, dan pasar ekspor. Untuk mendorong pengembangan hortikultura berbasis klaster, beberapa strategi diprioritaskan, termasuk penyediaan benih unggul yang tahan perubahan iklim.
Strategi lain dalam kebijakan itu adalah pengelolaan hama dan penyakit yang ramah lingkungan. Pengelolaan pertanian yang baik melalui penerapan praktik pertanian yang baik (good agricultural practices).
Demikian pula digitalisasi pertanian melalui platform berbasis teknologi dan konektivitas internet untuk mendukung pemantauan dan pengelolaan sumber daya dari hulu hingga hilir menjadi strategi yang diprioritaskan dalam klaster hortikultura.
Beragam strategi
Pendirian fasilitas pascapanen di wilayah strategis untuk mengurangi biaya logistik dan distribusi yang kerap menjadi penyebab fluktuasi harga.
Selain itu program juga menyasar pembangunan infrastruktur, seperti rumah pengemasan, jalan, dan fasilitas penyimpanan (cold storage) untuk mendukung petani dalam meningkatkan kualitas produk dan keuntungan.
Bagi Kementerian Pertanian, pengembangan fasilitas pengolahan untuk petani kecil dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan nilai tambah, memperpanjang masa simpan, memperluas diversifikasi produk, dan meningkatkan pendapatan petani melalui akses ke pasar dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Dengan beragam strategi tersebut, pengembangan klaster hortikultura berdasarkan skala ekonomi akan meningkatkan produktivitas dan nilai tambah.
Tentu saja, klaster hortikultura juga memperkuat posisi tawar petani dalam rantai pasok dan mendorong pengembangan hortikultura yang berkelanjutan.
Kementerian Pertanian menetapkan strategi pengembangan hortikultura dengan meningkatkan produksi bawang putih dan menstabilkan pasokan cabai dan bawang merah.
Komoditas-komoditas itu kerap memicu inflasi dan tidak terdapat produk substitusi. Hilirisasi produk dan meningkatkan nilai tambah, jaminan kualitas produk hortikultura, serta akses pasar menjadi strategi lainnya.
Dalam produksi ketiga komoditas itu mencakup bawang merah, bawang putih, dan cabai, Kementerian Pertanian berupaya mengembangkan dan memperluas area produksi dan pengaturan musim tanam atau pengelolaan penanaman.
Contoh selama ini, sentra bawang merah di Kabupaten Brebes (Jawa Tengah) dan Solok (Sumatra Barat). Kementerian Pertanian membuka sentra baru di Kabupaten Majene (Sulawesi Barat) yang diharapkan memasok kebutuhan bawang merah untuk wilayah Indonesia bagian timur.
Upaya lain berupa penyediaan benih bawang putih dan bawang merah unggul, bahkan true shallot seed (TSS). Selama ini para petani lazimnya mengembangkan bawang merah dengan umbi lapis.
TSS merupakan upaya lain pengembangan bawang merah dengan biji yang harus disemaikan lebih dahulu. Strategi lain berupa pengendalian hama dan penyakit tanaman yang ramah lingkungan serta pengendalian hama terpadu.
Pengelolaan pascapanen dan pengembangan kemitraan. Optimalisasi pemanfaatan gudang dan sarana penyimpanan yang didanai oleh dana alokasi khusus di sentra produksi utama dan kolaborasi unggulan. Indonesia masih mengimpor bawang putih.
Pada kuartal pertama 2025, Indonesia mengimpor 82.000 ton (114,8 juta dolar AS). Di bagian hulu, pemerintah menjamin ketersediaan benih berkualitas untuk memenuhi kebutuhan nasional.
Upaya lain meningkatkan produktivitas hingga 20 ton per hektare melalui penerapan teknologi budidaya yang tepat. Saat ini produktivitas bawang putih nasional hanya 8—10 ton per ha. Idealnya petani mampu mencapai biaya produksi yang efisien untuk meningkatkan daya saing harga.
Pemerintah juga berupaya memperluas lahan budi daya bawang putih, meningkatkan kompetensi petani dan penyuluh.
Di bagian hilir, Kementerian Pertanian meningkatkan akses pasar dan membangun kemitraan.
Selain itu, bagi Kementerian Pertanian, upaya mendidik dan mempromosikan konsumsi bawang putih yang ditanam secara lokal atau bawang putih Nusantara serta meningkatkan manajemen kualitas perkebunan melalui sertifikasi.
*) Dr Sardi Duryatmo, MSi adalah Ketua III Perhimpunan Hortikultura Indonesia
Jakarta, CNBC Indonesia - Teknologi kecerdasan buatan (AI) sudah menyerupai 'harta karun' yang jadi rebutan dunia. Raksasa teknologi berlomba-lomba membangun infrastruktur di berbagai wilayah untuk menopang inovasi AI.
Negara-negara juga bertarung untuk mendominasi AI, bahkan disertai dengan aksi pemblokiran seperti yang dilancarkan AS dan China. Beberapa saat lalu, Citigroup memperkirakan total belanja infrastruktur AI global akan menembus US$2,8 triliun atau sekitar Rp46.000 triliun hingga 2029, naik dari proyeksi sebelumnya US$2,3 triliun.
Namun, di balik peluang 'harta karun' baru itu, Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa fenomena ini bisa berakhir seperti gelembung dot-com pada akhir 1990-an.
Kepala Ekonom IMF, Pierre-Olivier Gourinchas, menyebut bahwa meski potensi koreksi atau kejatuhan pasar sangat mungkin terjadi, dampaknya tidak akan sampai mengguncang ekonomi global atau menyebabkan krisis sistemik seperti 2008.
"Ledakan AI memiliki kemiripan dengan gelembung internet akhir 1990-an, valuasi saham melonjak, kekayaan kapital meningkat, konsumsi tumbuh, dan tekanan inflasi ikut terdorong," ujar Gourinchas di sela pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Washington, dikutip dari Reuters, Rabu (15/10/2025).
Namun ia menegaskan, berbeda dengan krisis sebelumnya, investasi AI kali ini tidak dibiayai oleh utang, melainkan berasal dari dana tunai perusahaan teknologi besar.
"Jika ada koreksi pasar, sebagian pemegang saham mungkin akan merugi. Tapi itu tidak serta merta menular ke sistem keuangan atau perbankan," terangnya.
Gelembung yang Belum Pecah
Perusahaan-perusahaan teknologi global kini menggelontorkan ratusan miliar dolar untuk chip AI, pusat data, dan infrastruktur komputasi. Tujuannya adalah untuk mengejar teknologi yang diyakini dapat melipatgandakan produktivitas.
Namun, Gourinchas mengingatkan bahwa keuntungan ekonomi dari AI belum benar-benar terealisasi. Situasi ini mirip dengan fenomena dot-com pada 1990-an, di mana valuasi tinggi saham internet tidak sejalan dengan pendapatan riil, hingga akhirnya meledak pada tahun 2000 dan menyeret AS ke resesi ringan pada 2001.
Meski begitu, skala ledakan AI disebut masih lebih kecil. Data IMF mencatat, investasi AI hanya meningkat kurang dari 0,4% dari PDB AS sejak 2022, dibandingkan kenaikan investasi era dot-com yang mencapai 1,2% antara 1995-2000.
"Koreksi pasar AI bisa saja mengubah sentimen investor dan memicu penyesuaian harga aset secara luas," kata Gourinchas. "Namun, tidak ada tanda-tanda keterkaitan besar melalui utang seperti krisis 2008," kata dia.
Dalam laporan World Economic Outlook terbaru, IMF menyebut ledakan investasi AI sebagai salah satu faktor yang menjaga pertumbuhan ekonomi AS dan global tahun ini. Namun, dampak positif itu datang dengan konsekuensi, yakni meningkatnya permintaan dan tekanan inflasi.
Gourinchas menilai, investasi dan konsumsi tinggi di sektor AI belum dibarengi dengan peningkatan produktivitas nyata, sementara investasi di sektor non-teknologi justru menurun karena ketidakpastian kebijakan tarif impor di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.
IMF kini memperkirakan inflasi harga konsumen AS hanya akan turun ke 2,7% pada 2025 dan 2,4% pada 2026, lebih tinggi dari perkiraan tahun lalu yang menargetkan inflasi kembali ke 2% tahun ini.
Selain dampak AI, tekanan inflasi juga dipicu oleh berkurangnya imigrasi yang membatasi pasokan tenaga kerja dan efek tertunda dari tarif impor terhadap harga konsumen.
"Tarif yang diberlakukan belum benar-benar dibebankan ke konsumen, sebagian besar masih diserap oleh importir AS," kata Gourinchas.
Menurutnya, klaim bahwa negara-negara lain akan menanggung biaya kebijakan proteksionis AS tidak terbukti.
"Harga impor tidak turun. Jadi bukan eksportir yang menanggung beban tarif itu," tegasnya.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampak berada di zona merah pada sesi siang perdagangan Rabu, 15 Oktober 2025. Merujuk data RTI, IHSG terkoreksi 31,87 poin atau setara 0,40% ke level 8.034,64.
Perlu diketahui bahwa pada perdagangan pagi tadi IHSG berada di zona hijau dan sempat menempati posisi tertingginya di level 8.132,52. Sementara posisi terendahnya berada pada level 7.936,37.
Pergerakan saham pada siang hari ini juga diambil alih oleh tren negatif. Sebanyak 441 saham merosot, 234 saham menanjak dan 128 saham mendatar.
Hingga pertengahan hari ini, IHSG sudah membukukan nilai transaksi sebesar Rp14,62 triliun. Hal itu berkat adanya perdagangan 19,80 miliar lembar saham dengan frekuensi 1.625.545 kali.
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menjadi saham top losers LQ45 dengan penurunan -7% ke level Rp1.395. Diikuti PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang menyusut -3,33% ke Rp1.305 dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang terperosok -2,71% ke Rp1.615.
Di posisi top gainers ada PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) yang melesat 5,36% menjadi Rp590. Kemudian, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang menguat 4,48% ke Rp2.330 dan PT Indosat Tbk (ISAT) yang naik 3,70% ke level Rp1.820.
KOMPAS.com – Aplikasi dompet digital DANA kini menjadi salah satu platform keuangan elektronik paling populer di Indonesia.
Tidak hanya untuk pembayaran tagihan atau belanja online, DANA juga menyediakan fitur transfer ke rekening bank, termasuk ke Bank Central Asia (BCA).
Fitur ini memudahkan pengguna yang ingin memindahkan saldo DANA ke rekening pribadi, mengirim uang ke keluarga, atau melakukan pembayaran non-tunai.
Cara transfer DANA ke BCA
Sebelum melakukan transfer, ada beberapa ketentuan yang perlu dipenuhi oleh pengguna aplikasi DANA. Pertama, fitur kirim uang ke rekening bank hanya tersedia bagi pengguna DANA Premium.
Proses upgrade bisa dilakukan dengan memverifikasi KTP dan wajah langsung melalui aplikasi. Pastikan pula saldo lebih besar dari jumlah yang akan dikirim, termasuk biaya admin (jika ada).
Berikut langkah-langkah cara transfer DANA ke BCA:
Buka aplikasi DANA.
Klik menu "Kirim".
Pilih "Kirim Ke Rekening Bank".
Masukkan Nama Bank.
Pilih "Bank BCA".
Masukkan "Nomor Rekening BCA" tujuan transfer.
Klik "Tambah Rekening Baru".
Isi nominal transfer minimum Rp 10.000 dan minimum Rp 50.000 agar bebas admin.
Klik "Kirim DANA".
Masukkan PIN DANA.
Tunggu proses transfer saldo DANA ke rekening BCA selesai.
Transaksi akan diproses dalam hitungan detik. Jika berhasil, Anda akan menerima notifikasi bahwa transfer telah selesai dan penerima akan langsung mendapatkan dana di rekening BCA-nya.
Transfer dari DANA ke rekening BCA akan diproses secara instan. Dalam kondisi normal, dana akan masuk ke rekening penerima dalam waktu kurang dari 1 menit.
Biaya transfer DANA ke BCA
DANA menerapkan biaya administrasi untuk transfer ke rekening bank. Namun, ada ketentuan khusus yang perlu diketahui pengguna:
Gratis biaya transfer untuk 10 kali pertama setiap bulan.
Jika Anda masih dalam kuota gratis, tidak ada potongan biaya.
Setelah kuota gratis habis, pengguna akan dikenakan biaya transfer Rp 2.500 per transaksi, ini juga berlaku untuk biaya transfer DANA ke BCA.
Artinya, jika Anda melakukan transfer ke-11 dalam satu bulan, maka saldo DANA yang akan terpotong adalah jumlah uang yang dikirim plus Rp 2.500.
Contohnya jika Anda mengirim Rp 100.000 ke rekening BCA setelah kuota gratis habis, saldo DANA Anda akan terpotong Rp 102.500.
DANA juga menetapkan batas nominal untuk setiap transaksi transfer ke rekening bank, termasuk BCA.
Minimal transfer: Rp 10.000
Maksimal per transaksi: Rp 10.000.000
Maksimal per hari: Rp20.000.000 (untuk akun DANA Premium)
Apabila Anda memiliki saldo lebih dari batas maksimum, sisa dana tetap tersimpan di aplikasi dan bisa digunakan untuk transaksi lain seperti pembayaran tagihan, pulsa, atau belanja online.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang
Jakarta, CNBC Indonesia-Pemerintah RI melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah mempersiapkan strategi pengelolaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) melalui penyusunan Roadmap AI Nasional sebagai pendorong perkembangan ekonomi digital Tanah Air.
Diharapkan implementasi AI dapat mendorong inovasi berbagai sektor baik bidang teknologi informasi, kesehatan pendidikan, keuangan dan perbankan hingga transportasi dengan tetap memastikan keamanan data pribadi dan melindungi kepentingan masyarakat.
Chairman of Indonesia Industrial Digital Transformation Council (WANTRII), Fadli Hamsani menyebutkan Pemanfaatan teknologi AI di Indonesia yang kian masif diberbagai sektor industri baik AI, generatif AI hingga Agen AI. Dimana adopsi AI yang sudah mencapai 16% secara global dapat digunakan untuk optimalisasi bisnis hingga transformasi model bisnis yang baru.
Di Indonesia, akselerasi pemanfaatan AI diperluas hingga membantu percepatan program industri 4.0 meski adopsi di setiap industri masih sangat beragam. Untuk sektor industri besar, AI sudah masif digunakan dalam proses produksi, pengelolaan energi hingga rantai pasok namun untuk industri kecil dan menengah masih terkendala menggunakan AI.
Seperti apa WANTRII melihat arah dan prospek adopsi AI mendukung indutri 4.0? seberapa urgen penguatan aturan pendukung implementasi AI di RI? Selengkapnya simak dialog Savira Wardoyo dengan Chairman of Indonesia Industrial Digital Transformation Council (WANTRII), Fadli Hamsani dalam Profit, CNBC Indonesia (Rabu, 15/10/2025)
Prabowo menugaskan Cak Imin untuk memperkuat kebijakan pemberdayaan masyarakat agar rakyat merasakan manfaat BPJS dan hasil pembangunan. [345] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menugaskan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin untuk memperkuat kebijakan pemberdayaan masyarakat, supaya semua lapisan rakyat bisa menikmati hasil pembangunan yang dijalankan pemerintah.
Cak Imin menegaskan salah satu wujud nyata dari arahan Prabowo tersebut adalah memperkuat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai bentuk gotong royong mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
“Bapak Presiden Prabowo telah memerintahkan kepada saya dan kementerian koordinator pemberdayaan masyarakat agar lebih banyak lagi masyarakat yang bisa tersenyum menikmati pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah,” katanya dalam acara Satya Award 2025, di Jakarta, Selasa (14/10/2025).
Lebih lanjut, pria yang juga merupakan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini pentingnya integrasi dan sinergi dalam menjalankan program perlindungan sosial dalam kebijakan nasional.
“Sudah saatnya akses-akses kesehatan bermutu dan murah menjadi bagian hidup dari setiap lapisan masyarakat kita,” ucapnya.
Dia turut membeberkan bahwa sampai hari ini pemerintah telah membantu 96 juta jiwa melalui program Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang angkanya tidak kurang dari Rp60 triliun.
Sebab demikian, mantan Wakil Ketua DPR RI ini mengklaim JKN yang usianya sudah lebih dari satu dekade ini mampu menjadi sandaran harapan jutaan keluarga untuk hidup. Hal ini karena, JKN telah menurunkan kurang dari 70% beban pengeluaran kesehatan masyarakat.
“Tidak ada lagi ketakutan untuk berobat dengan konsekuensi pembiayaan. Tidak ada lagi istilah orang miskin tidak boleh sakit, orang miskin harus berobat dan kita semua menjadi kekuatan bahu-membahu mewujudkan JKN yang sehat,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengklaim banyak negara yang bertanya soal keberhasilan BPJS Kesehatan menyasar 98% penduduk di Indonesia dalam waktu 10 tahun saja.
Dia menjelaskan hal itu bisa terjadi lantaran pihaknya acap kali melakukan advokasi kepada masyarakat yang belum memiliki BPJS Kesehatan. Dia menekankan bahwa BPJS Kesehatan adalah asuransi yang paling murah di Indonesia.
“Kita petakan, siapa saja yang sudah menjadi peserta, siapa yang belum. Lalu, advokasi, diadvokasi loh, ‘Anda kok belum jadi peserta, kenapa?’. Ini murah loh, enggak ada asuransi kesehatan lebih murah dari BPJS, enggak ada. Saya kalau ada, kepengen, kami kasih hadiah lah ya,” jelasnya dalam acara yang sama.
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup turun 0,40% atau 31,88 poin ke level 8.034 pada perdagangan sesi pertama, Rabu (15/10). Harga saham emiten transportasi terpantau turun dalam. [452] url asal
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup turun 0,40% atau 31,88 poin ke level 8.034 pada perdagangan sesi pertama, Rabu (15/10). Harga saham emiten transportasi terpantau turun dalam.
Sepanjang perdagangan sesi pertama, harga saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) anjlok 7,02% atau 8 poin ke level 106 dan PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) ambruk 9,82% atau 11 poin ke level 101. Ada pula saham PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS) jeblok 9,65% atau 22 poin ke level 206 dan PT Putra Rajawali Kencana Tbk (PURA) turun 6,65% atau 22 poin ke level 28.
Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume transaksi perdagangan sepanjang sesi pertama mencapai 19,80 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1,62 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 15.094 triliun dengan total nilai transaksi siang ini sebesar Rp 14.62 triliun.
Sebanyak 234 saham menguat, 441 saham terkoreksi dan 128 saham tidak bergerak pada jeda makan siang ini. Selama perdagangan sesi pertama hari ini, sembilan dari sebelas sektor yang yang di BEI parkir di zona merah.
Harga saham-saham di sektor industri dasar turun 1,17% secara sektoral. Harga saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) turun 4,59% atau 50 poin ke level 1.040, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) turun 3,62% atau 250 poin ke level 6.650, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) turun 2,17% atau 30 poin ke level 1.350 dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) turun 2,40% atau 15 poin ke level 610.
Dari sisi banyaknya nilai perdagangan, saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) paling banyak ditransaksikan hingga siang ini, yaitu Rp 1,10 triliun. Disusul oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang diperdagangkan sebesar Rp 926,28 miliar, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) sebesar Rp 767,82 miliar, PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) diperdagangkan sebesar Rp 549,69 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 539,04 miliar.
PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) naik 17,81% ke 4.960
PT Remala Abadi Tbk (DATA) naik 11,71% ke level 5.725
Daftar top loser siang ini:
PT Pakuan Tbk (UANG) turun 14,79% ke level 3.110
PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) turun 14,75% ke level 5.925
PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) turun 9,97% ke level 900
Analis Phintraco Sekuritas menyampaikan, secara teknikal, pembentukan histogram negatif pada MACD masih berlanjut dan stochastic RSI sedang mengarah ke bawah.
“Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi lanjutkan pelemahan untuk kembali uji level psikologis 8.000 perdagangan sesi II,” katanya dalam keterangan dikutip Rabu (15/10).
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup turun 0,40% atau 31,88 poin ke level 8.034 pada perdagangan sesi pertama, Rabu (15/10). Harga saham emiten transportasi terpantau turun dalam. [452] url asal
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup turun 0,40% atau 31,88 poin ke level 8.034 pada perdagangan sesi pertama, Rabu (15/10). Harga saham emiten transportasi terpantau turun dalam.
Sepanjang perdagangan sesi pertama, harga saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) anjlok 7,02% atau 8 poin ke level 106 dan PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) ambruk 9,82% atau 11 poin ke level 101. Ada pula saham PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS) jeblok 9,65% atau 22 poin ke level 206 dan PT Putra Rajawali Kencana Tbk (PURA) turun 6,65% atau 22 poin ke level 28.
Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume transaksi perdagangan sepanjang sesi pertama mencapai 19,80 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1,62 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 15.094 triliun dengan total nilai transaksi siang ini sebesar Rp 14.62 triliun.
Sebanyak 234 saham menguat, 441 saham terkoreksi dan 128 saham tidak bergerak pada jeda makan siang ini. Selama perdagangan sesi pertama hari ini, sembilan dari sebelas sektor yang yang di BEI parkir di zona merah.
Harga saham-saham di sektor industri dasar turun 1,17% secara sektoral. Harga saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) turun 4,59% atau 50 poin ke level 1.040, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) turun 3,62% atau 250 poin ke level 6.650, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) turun 2,17% atau 30 poin ke level 1.350 dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) turun 2,40% atau 15 poin ke level 610.
Dari sisi banyaknya nilai perdagangan, saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) paling banyak ditransaksikan hingga siang ini, yaitu Rp 1,10 triliun. Disusul oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang diperdagangkan sebesar Rp 926,28 miliar, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) sebesar Rp 767,82 miliar, PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) diperdagangkan sebesar Rp 549,69 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 539,04 miliar.
PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) naik 17,81% ke 4.960
PT Remala Abadi Tbk (DATA) naik 11,71% ke level 5.725
Daftar top loser siang ini:
PT Pakuan Tbk (UANG) turun 14,79% ke level 3.110
PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) turun 14,75% ke level 5.925
PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) turun 9,97% ke level 900
Analis Phintraco Sekuritas menyampaikan, secara teknikal, pembentukan histogram negatif pada MACD masih berlanjut dan stochastic RSI sedang mengarah ke bawah.
“Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi lanjutkan pelemahan untuk kembali uji level psikologis 8.000 perdagangan sesi II,” katanya dalam keterangan dikutip Rabu (15/10).
Pertamina berkomitmen melawan disinformasi dengan transparansi informasi publik. Mereka hadirkan inovasi digital untuk akses informasi yang akurat dan inklusif. [411] url asal
Jakarta, CNBC Indonesia- PT Pertamina (Persero) terus berkomitmen dalam melawan disinformasi di ruang digital melalui upaya penguatan transparansi sekaligus keterbukaan informasi publik. Dengan mengusung tema "Energizing The Information", Pertamina menghadirkan transformasi inovasi sistem layanan informasi publik yang menekankan digitalisasi dan kepercayaan publik.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso mengatakan, keterbukaan informasi telah menjadi salah satu pilar utama tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance.
"Pertamina terus memperkuat ekosistem keterbukaan informasi melalui kanal resmi yang kredibel, mudah diakses, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat. Transparansi menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik serta menangkal potensi hoaks dan disinformasi di ruang digital," ujar Fadjar dalam keterangan tertulis, Rabu (15/10/2025).
Dia menambahkan, Pertamina sudah membuka berbagai kanal resmi yang dapat diakses masyarakat untuk memperoleh informasi akurat. Di antaranya adalah situs resmi website, media sosial, majalah energia, Pertamina Call Center 135, email infopublik, hingga aplikasi berbasis mobile Apps layanan informasi publik.
"Melalui kanal-kanal ini, masyarakat dapat memverifikasi informasi secara langsung sekaligus memperoleh data dan fakta terbaru mengenai kegiatan serta kebijakan Pertamina," jelas Fadjar.
Lebih lanjut, dalam menjaga komitmen, Pertamina telah meraih capaian keterbukaan informasi publik semester I-2025 yang signifikan. Di antaranya adalah 153.805 informasi publik di media nasional, 1,7 juta views pada laman website, 219 interaksi via PPID, 1.692 informasi di media sosial, serta 245.002 interaksi melalui Call Center 135.
Tak hanya itu, Pertamina juga memberikan ruang kemudahan memperoleh informasi bagi komunitas disabilitas pada website layanan informasi publik.
"Sebagai bentuk inklusivitas, Pertamina menghadirkan fitur aksesibilitas bagi penyandang disabilitas pada layanan informasi publik, seperti Pilihan tampilan kontras dan pembesaran teks
Pengaturan jarak antar teks dan opsi ramah disleksia, Fitur penghentian animasi serta penyesuaian tinggi baris tulisan, sesuai kebutuhan," terang Fadjar.
Upaya ini menjadi bukti nyata komitmen Pertamina untuk menghadirkan layanan informasi yang setara bagi seluruh masyarakat dan menjadi energi informasi untuk publik. Pertamina juga ingin memastikan masyarakat memperoleh informasi yang tepat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Keterbukaan informasi adalah energi baru dalam membangun kepercayaan publik. Dengan transparansi, kita tidak hanya melawan disinformasi, tetapi juga memperkuat budaya akuntabilitas dan partisipasi publik," tutup Fadjar.