#30 tag 24jam
Cara Jual Emas Antam di Pegadaian, Bisa untuk Modal Bisnis
Jual emas Antam di Pegadaian mudah, ikuti langkah: bawa KTP, emas, sertifikat; cek keaslian; timbang emas; nilai harga; setuju, terima uang tunai/transfer. [411] url asal
#emas-antam #jual-emas #jual-emas-antam #jual-emas-pegadaian #modal-bisnis #investasi-emas #harga-emas #emas-batangan #buyback-emas #syarat-jual-emas #pemeriksaan-emas #penimbangan-emas #penilaian-harg
(Bisnis.Com - Entrepreneur) 12/10/25 08:05
v/980/
Bisnis.com, JAKARTA - Emas bisa dijadikan tabungan untuk investasi masa depan, salah satunya untuk modal bisnis jika Anda ingin beralih dari pegawai menjadi pengusaha.
Harga jual emas yang kian naik, bisa menjadi salah satu tabungan modal bisnis yang menguntungkan.
Emas Anda bisa dijual di toko emas atau di Pegadaian.
Terdapat beberapa merek emas batangan yang tersedia di Pegadaian, seperti emas Galeri 24, Antam, dan UBS.
Penjualan emas batangan di Pegadaian umumnya dilakukan dengan sistem buyback. Pada dasarnya, cara jual emas batangan di Pegadaian tidaklah rumit. Hanya saja, kamu perlu melewati beberapa tahapan penting.
Sebagai catatan, penjualan emas batangan di Pegadaian saat ini hanya bisa dilakukan di outlet Pegadaian yang juga tergabung dengan gerai Galeri 24.
Dengan kata lain, pelayanan penjualan emas ini saat ini masih belum tersedia di outlet Pegadaian tanpa gerai Galeri 24.
1. Membawa Persyaratan
Proses penjualan emas batangan di Pegadaian harus dilaksanakan secara langsung. Jadi, kamu perlu berkunjung atau datang ke kantor cabang Pegadaian terdekat.
Saat ke sana, bawalah persyaratan yang telah ditetapkan secara lengkap, seperti kartu tanda identitas diri (KTP/SIM), emas batangan, dan dokumen sertifikatnya.
Periksa ulang kelengkapan syaratnya, mulai dari keaslian sertifikat emas hingga kondisi emas batangan dengan teliti agar proses penilaian berjalan tanpa kendala.
2. Tahap Pemeriksaan
Saat di kantor cabang Pegadaian terdekat, beri tahu maksud dan tujuan kedatanganmu ke petugas Pegadaian. Jangan lupa untuk menyerahkan kelengkapan syaratnya.
Nantinya, petugas Pegadaian akan segera memproses transaksi penjualan dengan melakukan pemeriksaan keaslian sertifikat dan kondisi fisik emas yang kamu bawa.
Tujuan dari tahapan ini adalah untuk memastikan bahwa tidak terdapat masalah serius sehingga akurasi emas tetap terjamin.
3. Penimbangan Emas
Setelah diperiksa secara detail, petugas Pegadaian akan melakukan proses penimbangan. Tujuan adanya tahapan ini adalah untuk menentukan berat sekaligus kadar emas yang hendak dijual. Proses ini juga akan memudahkan petugas dalam menetapkan harga.
4. Proses Penilaian Harga
Selanjutnya, petugas akan melaksanakan proses penilaian harga yang ditentukan menurut berbagai faktor, mulai dari berat emas, kondisi fisik, kadar, hingga harga pasar terkini.
Penawaran harga juga akan disesuaikan dengan hasil dari proses penilaian sebelumnya. Jadi, pertimbangkan secara matang sebelum membuat keputusan akhir, ya.
Sebagai catatan, kamu disarankan untuk melakukan riset sederhana seputar harga emas terbaru sebelum bertransaksi agar setiap keputusan yang diambil tidak merugikan.
5. Transaksi Penjualan
Apabila kamu telah memutuskan untuk menyetujui penawaran harga dari Pegadaian, maka transaksi penjualan emas batangan bisa langsung diteruskan.
Selanjutnya, kamu hanya perlu menandatangani keperluan dokumen untuk menyelesaikan transaksi penjualan emas.
Setelah keseluruhan tahap selesai, kamu bisa menerima uang hasil penjualan emas secara tunai atau transfer sesuai regulasi.
Pertamina Patra Niaga dorong ekonomi sirkular dengan "waste to value"
BUMN PT Pertamina Patra Niaga mengembangkan ekonomi sirkular melalui konsep inovasi waste to value yang mampu mengolah sampah menjadi berbagai produk bernilai ... [357] url asal
kepedulian terhadap lingkungan bisa berjalan seiring dengan peningkatan taraf hidup masyarakat
Jakarta (ANTARA) - BUMN PT Pertamina Patra Niaga mengembangkan ekonomi sirkular melalui konsep inovasi waste to value yang mampu mengolah sampah menjadi berbagai produk bernilai tambah dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun dalam keterangan diterima di Jakarta, Minggu, mengatakan konsep waste to value di Program Kampung Pangan Berseri dapat mengubah limbah menjadi sumber manfaat baru, seperti sampah organik yang diolah menjadi pupuk hingga, pemanfaatan air hujan.
“Lewat inovasi Waste to Value di Kampung Pangan Berseri, kami ingin membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa berjalan seiring dengan peningkatan taraf hidup masyarakat,” ujar Roberth.
Konsep Waste to Value itu dijalankan dalam Program Kampung Pangan Berseri oleh Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Integrated Terminal (IT) Balikpapan di Kampung Muara Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur.
Salah satu inovasi Waste to Value adalah adalah Enzymatic Microorganism Oil Catcher (EMO) atau teknologi berbasis bakteri Bacillus amyloliquefaciens yang bisa mengurai limbah minyak dan lemak.
Dengan begitu, air limbah menjadi jauh lebih jernih dengan tingkat kekeruhan yang turun dari 3,75 NTU ke 1,7 NTU dengan penurunan kadar bakteri. Selain lebih sehat, teknologi ini juga menghemat biaya perawatan pengolahan limbah hingga Rp16 juta setiap enam bulan.
Selain limbah cair, sampah organik juga diolah menjadi pupuk Ecomix dengan pengolahan 1,2 ton sampah organik setiap tahun. Hasil pengolahan sampah organik itu adalah pupuk yang digunakan untuk hidroponik dan pertanian pekarangan, sekaligus menekan biaya pupuk hingga Rp1,38 juta per tahun.
Masyarakat juga, menurut Roberth, dapat memanfaatkan air hujan melalui sistem Rainwater Harvesting yang mampu menghemat biaya air sampai Rp340 juta per tahun.
"Program ini berdampak pada penurunan emisi gas rumah kaca di mana berkurang 115,97 ton CO₂eq (ekuivalen karbon dioksida) per tahun, ada penyerapan karbon hingga 16,35 ton CO₂eq, dan omzet produk pertanian warga melonjak hingga Rp108,8 juta per tahun," ujarnya.
Menurut Pertamina Patra Niaga, program waste to value juga membuka peluang bagi lansia, ibu rumah tangga, penyandang disabilitas, dan masyarakat prasejahtera untuk ikut berkarya lewat kegiatan urban farming dan pengelolaan lingkungan.
Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2025
10 Top Laggards Sepekan saat IHSG Pecah Rekor ATH, Ada Saham BBCA, GOTO & BUMI
IHSG mencapai rekor ATH di 8.257,85 meski saham BBCA, GOTO, dan BUMI jadi top laggards. FILM paling membebani, IHSG naik 1,72% pekan ini. [544] url asal
#bbca-saham #goto-saham #bumi-saham #ihsg-rekor #top-laggards #saham-penekan-ihsg #film-saham #ihsg-ath #ihsg-2025 #saham-big-caps #ihsg-pekan-ini #ihsg-all-time-high #ihsg-kenaikan #ihsg-perdagangan
(Bisnis.Com - Market) 12/10/25 07:58
v/192/
Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah saham big caps seperti BBCA, GOTO hingga BUMI terpantau memuncaki top laggards yang membebani laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini periode 6 hingga 10 Oktober 2025.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT MD Entertainment Tbk. (FILM) menempati urutan pertama pemberat indeks komposit sepanjang minggu ini. Saham FILM anjlok 30% sepekan dan membebani IHSG sebesar 15,11 poin.
Posisi kedua saham penekan IHSG ada emiten bank jumbo PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang terkoreksi 1,66% sepekan dan berkontribusi menahan laju IHSG sebesar 11,69 poin. Saham yang menjadi beban IHSG berikutnya ada emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO). Saham GOTO mengalami pelemahan 5,26% sepekan dan membebani IHSG sebesar 6,14 poin.
Sementara itu, saham BUMI juga menjadi pemberat indeks komposit dengan pelemahan 14,29% sepekan dan berkontribusi 5,75 poin dalam menahan laju IHSG. Selanjutnya saham BMRI juga masuk daftar top laggards dengan kontribusi 4,95 poin, usai saham bank pelat merah tersebut terkoreksi 1,39% sepekan.
Posisi selanjutnya ada saham DCII yang terkoreksi 1,54% sepekan dan berkontribusi menahan laju IHSG sebesar 4,54 poin. Saham SMMA juga turut membebani IHSG dengan tambahan 3,95 poin usai sahamnya terkoreksi 3,56% sepekan.
Adapun saham ICBP berada di urutan ke-8 dengan pelemahan 7,33% sepekan dan berkontribusi menahan laju IHSG sebesar 3,71 poin. Terakhir diurutan ke-9 dan 10 ada saham TLKM dan YUPI yang turun masing-masing 0,98% dan 7,71% sepekan dengan kontribusi menahan laju indeks komposit sebesar 3,27 poin dan 2,89 poin.
Berikut Daftar Top Laggards atau Saham Penekan IHSG Pekan Ini:
- FILM: (-15,66 Poin)
- BBCA: (-12,25 Poin)
- GOTO: (-8,92 Poin)
- BUMI: (-8,90 Poin)
- BMRI: (-6,45 Poin)
- DCII: (-4,74 Poin)
- SMMA: (-4,29 Poin)
- ICBP: (-4,17 Poin)
- TLKM: (-2,59 Poin)
- YUPI: (-2,42 Poin)
IHSG Tembus Rekor ATH
Seiring melemahnya saham-saham tersebut, IHSG sepanjang pekan ini, 6—10 Oktober 2025, justru menguat 1,72% ke level 8.257,85 yang merupakan posisi penutupan tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH).
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad menyampaikan IHSG naik 1,72% pekan ini dari posisi 8.108,3 pada pekan sebelumnya.
“IHSG pada penutupan pekan ini juga merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (11/10/2025).
Di sisi perdagangan, peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian BEI sebesar 12,48% menjadi Rp28,15 triliun dari Rp25,02 triliun pada pekan sebelumnya.
Kemudian peningkatan turut dialami oleh rata-rata frekuensi transaksi harian selama pekan ini yaitu sebesar 11,83% menjadi 2,93 juta kali transaksi dari 2,62 juta kali transaksi pada pekan lalu.
BEI juga mencatat rata-rata volume transaksi saham harian Bursa pekan ini mengalami perubahan sebesar 14,88% menjadi 42,318 miliar lembar saham dari 49,717 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
“Kapitalisasi pasar BEI mengalami kenaikan sebesar 3,19% dan kembali mencatatkan rekor tertinggi menjadi sebesar Rp15.560 triliun dari Rp15.079 triliun pada sepekan sebelumnya,” papar Kautsar.
_______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Lelang Harga 1,4 GHz Digelar Besok, Ini Sederet Kewajiban Pemenang Seleksi
Kementerian Komunikasi dan Digital akan menggelar lelang frekuensi 1,4 GHz. Pemenang wajib menyediakan internet cepat dan terjangkau, serta berbagi jaringan dengan perusahaan lain. [533] url asal
#4-ghz #lelang-frekuensi #komdigi #telkom-indonesia #internet-cepat #broadband-wireless-access #layanan-nirkabel #harga-terjangkau #pita-frekuensi #time-division-duplexing #jaringan-telekomunikasi
(Bisnis.Com - Teknologi) 12/10/25 07:49
v/391/
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memutuskan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Telemedia Komunikasi Pratama, dan PT Eka Mas Republik lolos ke tahap lelang harga dalam seleksi pengguna pita frekuensi radio 1,4 Ghz. Ketiga perusahaan akan saling memberikan tawaran harga untuk mendapat spektrum frekuensi rendah tersebut.
“Sesuai ketentuan dalam Dokumen Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 1,4 GHz untuk Layanan Akses Nirkabel Pitalebar (Broadband Wireless Access) Tahun 2025, maka berdasarkan hasil Evaluasi Administrasi, proses Seleksi dilanjutkan ke tahapan Lelang Harga,” tulis Komdigi dikutip dari keterangan resmi pada Minggu (12/10/2025)
Sementara itu pada Agustus 2025, Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi Wayan Toni Supriyanto mengatakan pemerintah memberikan sejumlah kewajiban kepada pemenang lelang untuk mendorong pemerataan layanan internet tetap. Seluruh ketentuan tersebut telah dijelaskan dalam dokumen lelang.
Adapun salah satu kewajiban yang diberikan adalah menggelar layanan internet cepat nirkabel kepada sejumlah pelanggan rumah. Sayangnya, Wayan tidak menyebutkan secara detail jumlah rumah tangga yang harus dilayani.
“Paling sedikit sesuai target rumah tangga yang dicantumkan dalam dokumen seleksi,” kata Wayan kepada Bisnis.
Adapun Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) sempat mengungkap terdapat lebih dari 60 juta rumah tangga di Indonesia. Dari Jumlah tersebut, yang terhubung dengan internet baru di atas 10 juta rumah tangga. Komdigi berharap hadirnya BWA dapat merangkul pelanggan internet rumah baru.
Selain itu, Komdigi juga mewajibkan kepada pemenang untuk menyediakan harga layanan internet per bulan yang terjangkau untuk layanan akses nirkabel pita lebar dengan kecepatan akses internet sampai dengan (up to) 100 Mbps selama masa laku izin pita frekuensi radio, dengan ketentuan harga layanan paling tinggi sebesar 10% lebih tinggi dari rata-rata konsumsi rumah tangga untuk telekomunikasi wilayah perdesaan secara nasional.
“Pemenang harus menyediakan layanan dengan harga yang terjangkau,” kata Wayan.
Kewajiban lainnya, lanjut Wayan, adalah membuka pemanfaatan bersama jaringan telekomunikasi dengan perusahaan lainnya.
Seleksi pita frekuensi 1,4 GHz akan terbagi menjadi 3 regional. Masing-masing regional terdapat spektrum frekuensi sebesar 80 MHz (1432 MHz - 1512 MHz) untuk Time Division Duplexing (TDD).
Time Division Duplexing (TDD) adalah metode komunikasi telekomunikasi yang menggunakan pita frekuensi radio yang sama untuk mengirim dan menerima data, namun melakukannya secara bergantian pada slot waktu yang berbeda.
Teknologi ini memungkinkan pengiriman data (uplink) dan penerimaan data (downlink) untuk berbagi saluran frekuensi yang sama tanpa memerlukan saluran terpisah seperti yang digunakan pada Frequency Division Duplex (FDD).
“Pemenang membuka akses pemanfaatan jaringan telekomunikasi yang dimiliki baik untuk sisi akses maupun backhaul kepada penyelenggara telekomunikasi lainnya berdasarkan kesepakatan,” kata Wayan.
Sementara itu dilansir dari laman resmi, selain kewajiban untuk berbagai jaringan dan menjangkau pelanggan internet rumah tangga, pemenang dilarang menyelenggarakan jasa teleponi dasar dan jaringan bergerak seluler pada sisi jaringan akses.
Pemenang juga tidak mendapatkan penetapan penomoran telekomunikasi untuk penyelenggaraan jaringan telekomunikasi.
Mereka juga harus melakukan segala upaya mitigasi potensi gangguan yang merugikan (harmful interference) terhadap pemegang izin penggunaan spektrum frekuensi radio lain yang mendapatkan proteksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, maupun pengguna pita frekuensi radio di wilayah negara lain pada rentang frekuensi radio 1429 – 1518 MHz untuk keperluan dinas bergerak penerbangan (aeronautical mobile service /AMS).
“Dapat bekerja sama dengan penyelenggara Internet Service Provider (ISP) lain untuk memenuhi target rumah tangga yang terlayani akses internet nirkabel pitalebar (broadband wireless access)” tulis pada website Komdigi.
Harga Bitcoin Terdampak Tarif Baru AS ke China, Investor Harus Bagaimana?
Harga bitcoin (BTC) tertekan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana kenaikan tarif besar terhadap produk China. [482] url asal
#donald-trump #bitcoin #harga-bitcoin #harga-bitcoin-turun
(Kompas.com - Money) 12/10/25 07:46
v/105/
JAKARTA, KOMPAS.com — Harga bitcoin (BTC) tertekan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana kenaikan tarif besar terhadap produk China.
Pengumuman ini memicu gelombang risiko global yang memukul pasar ekuitas, komoditas, dan aset kripto.
Harga bitcoin sempat merosot hingga 105.000 dollar AS, sebelum kembali di atas 111.000 dollar AS.
UNSPLASH/KANCHANARA Mata uang kripto paling mahal di dunia.Harga bitcoin turun bersamaan dengan ancaman baru dari Gedung Putih, di mana Trump menyatakan akan menaikkan tarif impor dari China menjadi 100 persen serta memberlakukan pembatasan ekspor pada perangkat lunak penting.
China merespons dengan mengenakan biaya baru untuk kapal terkait AS mulai 14 Oktober 2025, meniru langkah AS, yang berpotensi mengganggu rantai pasok dan jalur pengiriman global.
Vice President Indodax Antony Kusuma mengatakan, koreksi harga bitcoin menunjukkan bagaimana aset digital bereaksi terhadap ketegangan geopolitik dan sentimen risiko global.
“Bitcoin sering disebut sebagai lindung nilai terhadap ketidakstabilan moneter, tetapi dalam kondisi ekstrem, ia bergerak layaknya aset berisiko tinggi. Pasar global yang terguncang, likuiditas tipis, dan aksi jual berantai pada posisi leverage memicu penurunan cepat yang kemudian diikuti aksi beli algoritmik,” jelas Antony dalam siaran pers, Minggu (12/10/2025).
Ia menambahkan, situasi ini memperlihatkan pentingnya pemahaman konteks makro bagi investor kripto.
Antony menjelaskan, para investor harus melihat lebih dari sekadar harga saat ini. Koreksi ini bukan pertanda fundamental bitcoin melemah, melainkan reaksi pasar terhadap eskalasi ketegangan dagang dan risiko makro.
DOK. INDODAX Vice President Indodax Antony Kusuma."Mereka yang mampu menjaga perspektif jangka panjang dapat memanfaatkan momen volatilitas ini untuk membangun posisi strategis,” ujar Antony.
Antony menekankan, meskipun pasar bergejolak, skenario jangka menengah tetap positif bagi bitcoin.
Dia bilang, jika ketegangan AS-China mereda atau pembicaraan baru muncul, bitcoin bisa berkonsolidasi di kisaran 112.000 sampai 118.000 dollar AS.
Akan tetapi, jika isu perdagangan terus mendominasi, harga bisa bergerak di antara 105.000 hingga 120.000 dollar AS.
"Penurunan di bawah 105.000 dollar AS membuka peluang bagi pembeli jangka panjang,” paparnya.
Ia menambahkan, volatilitas global juga menjadi momentum bagi investor untuk menegakkan disiplin dan strategi portofolio yang matang.
“Pasar yang sehat tidak hanya naik, tetapi mampu bertahan dalam gejolak. Mereka yang memahami mekanisme likuidasi, level support psikologis, dan perilaku pasar global akan menemukan peluang yang tersembunyi saat sebagian pelaku investasi kripto panik,” terang Antony.
Dengan demikian, meski ancaman tarif AS memicu likuidasi besar-besaran, pasar kripto tetap menunjukkan ketahanan.
Di Indonesia, ekosistem perdagangan kripto kini semakin matang, didukung pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), diyakini mampu menjaga stabilitas pertumbuhan industri aset digital di tengah ketidakpastian global.
Terakhir, Antony menambahkan, fenomena ini juga menjadi pelajaran bagi industri kripto di Indonesia untuk semakin memperkuat edukasi dan perlindungan konsumen.
“Platform seperti Indodax berfokus pada transparansi dan keamanan, memastikan investor memiliki informasi yang seimbang tentang risiko dan peluang,” tutupnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang
Ini Alasan Purbaya Tolak Tanggung Utang Kereta Cepat Whoosh Gunakan APBN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan menanggung utang proyek Kereta Cepat Whoosh melalui APBN. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi... | Halaman Lengkap [458] url asal
#purbaya-yudhi-sadewa #utang #kereta-cepat #whoosh #apbn
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 12/10/25 07:38
v/484/
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan menanggung utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurut dia, Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) semestinya mampu mengelola kewajiban finansial proyek tersebut secara mandiri dengan memanfaatkan keuntungan yang dihasilkan perusahaan.Purbaya menjelaskan, pengelolaan utang oleh Danantara penting agar batas tanggung jawab antara pemerintah dan pihak swasta tetap jelas. Ia menilai, kemandirian pengelolaan utang menjadi bagian dari prinsip tata kelola yang sehat dan profesional.
"Yang jelas sekarang saya belum dihubungi tentang masalah itu, tapi kalau ini kan KCIC di bawah Danantara, ya? Kalau di bawah Danantara, kan mereka sudah punya manajemen sendiri, udah punya dividen sendiri, yang rata-rata setahun bisa dapat Rp80 triliun atau lebih," ujar Purbaya dalam sesi media gathering via Zoom, dikuip Minggu (12/10/2025).
"Harusnya mereka manage dari situ. Jangan kita lagi. Karena kan kalau nggak, ya semuanya kita lagi, termasuk devidennya. Jadi ini kan mau dipisahin swasta sama government," imbuhnya.
Pernyataan tersebut menegaskan sikap tegas pemerintah bahwa proyek infrastruktur strategis yang melibatkan badan usaha tidak seharusnya membebani keuangan negara. Purbaya mengingatkan, Danantara sebagai holding BUMN investasi memiliki kapasitas finansial besar dan tanggung jawab penuh atas pengelolaan aset dan kewajiban yang berada di bawahnya.
Sebelumnya, CEO Danantara Rosan Roeslani mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang bernegosiasi intensif dengan mitra asal China terkait restrukturisasi utang PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Upaya tersebut, kata Rosan, bertujuan mencari solusi jangka panjang agar pembiayaan proyek menjadi lebih sehat dan berkelanjutan, bukan sekadar penyesuaian skema pembayaran.
Dalam pembahasan internal, Danantara disebut menyiapkan sejumlah skema penyelesaian utang KCIC. Opsi yang dikaji antara lain penambahan ekuitas pada KCIC hingga wacana mengalihkan sebagian utang ke APBN. Namun, opsi terakhir itu dipandang tidak sejalan dengan prinsip business to business yang menjadi dasar proyek.
Sementara, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Suminto, menegaskan proyek kereta cepat Whoosh sama sekali tidak menimbulkan utang bagi pemerintah pusat. Pernyataan ini disampaikan untuk merespons isu yang menyebutkan bahwa utang KCJB menjadi beban APBN.
"Kereta cepat Jakarta-Bandung itu kan business to business, jadi untuk kereta cepat Jakarta-Bandung itu tidak ada utang pemerintah," tegas Suminto.
Menurut Suminto, pendanaan proyek KCJB sepenuhnya ditanggung oleh konsorsium badan usaha Indonesia dan China, di mana porsi Indonesia diwakili oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). "Tidak ada utang pemerintah, karena dilakukan oleh badan usaha, konsorsium badan usaha Indonesia dan China, di mana konsorsium Indonesianya dimiliki oleh PT KAI gitu kan," jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh kewajiban baik porsi ekuitas maupun pinjaman sepenuhnya berasal dari badan usaha, bukan dari pemerintah. "Jadi perbedaan kereta cepat Jakarta-Bandung yang ada porsi equity dan ada porsi pinjamannya itu, kesimpulannya adalah equity dan pinjaman dari badan usaha, jadi tidak ada pinjaman pemerintahnya," tutup Suminto.
Bitcoin Bukan Safe Haven
Tidak tepat untuk mengatakan Bitcoin sebagai alternatif emas digital. Setidaknya untuk saat ini, Bitcoin jelas bukanlah safe haven. [2,187] url asal
(Kompas.com - Money) 12/10/25 07:34
v/67/
INVESTOR emas dan Bitcoin kini boleh bersuka ria merayakan keuntungan. Sejak awal tahun, nilai kedua aset tersebut terus mengalami kenaikan.
Sepanjang pekan kedua Oktober, baik emas maupun Bitcoin sama-sama mencetak rekor baru.
Harga emas untuk pertama kalinya menembus level psikologis 4.000 dolar AS per ons. Di Antam, harganya sudah menyentuh Rp 2,4 juta per gram.
Harga emas tercatat sudah naik lebih dari 50 persen sejak awal tahun, meski sempat berfluktuasi sepanjang April hingga Agustus.
Sementara itu, aset digital Bitcoin juga tengah berada di zona hijau. Baru-baru ini, harganya mencetak rekor tertinggi (all-time high) baru menembus Rp 2 miliar per unit.
Menutup hari kerja terakhir pekan ini, harga Bitcoin terkoreksi tajam usai Presiden AS Donald Trump kembali mengeskalasi tensi perang dagang China (Kompas.com, 11/10/2025). Namun, dibanding awal tahun, harganya saat ini tercatat masih lebih tinggi 20 persen (ytd).
Di kalangan investor loyalis dan pendukung ekosistem aset kripto, rekor baru harga Bitcoin kembali menguatkan narasi Bitcoin sebagai “emas digital”.
Sejumlah kesamaan karakteristik dengan emas membuat banyak pengguna setia aset kripto berargumen Bitcoin merupakan padanan digital dari emas.
Selayaknya emas, nilai Bitcoin selama beberapa tahun terakhir, juga terus mengalami kenaikan. Bahkan, kenaikannya terbilang fantastis mencapai jutaan kali lipat sejak pertama kali diluncurkan pada 2009.
Dibanding instrumen investasi lainnya, Bitcoin merupakan aset paling menguntungkan yang pernah ada sepanjang sejarah keuangan modern.
Saya masih ingat beberapa tahun lalu, ketika membaca berita Bitcoin untuk pertama kalinya digunakan dalam transaksi sungguhan. Pada 2010, seorang pria di Florida, AS membeli dua loyang piza yang dibayar dengan 10.000 unit Bitcoin.
Saat itu, istilah Bitcoin masih awam di kalangan masyarakat luas. Penggunaannya hanya sebatas transaksi di internet, sering kali yang sifatnya anonim dan di luar hukum. Aset kripto selain Bitcoin, yang dikenal sebagai koin alternatif (altcoin), juga belum ada hingga 2011.
Harga Bitcoin saat itu masih di bawah 1 dolar AS per unit. Dua loyang piza tersebut dihargai sekitar Rp 360.000 saja. Kini, nilai 10.000 unit Bitcoin tersebut setara dengan 11 juta dolar AS atau sekitar Rp 18 triliun.
Saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya menjadi orang yang beberapa tahun lalu membeli dua loyang piza dengan 10.000 unit Bitcoin yang kini nilainya mencapai belasan triliun rupiah.
Pada dasarnya, nilai intrinsik Bitcoin terus naik sering waktu karena prinsip yang jika disederhanakan sebagai berikut: jumlah maksimum Bitcoin dipatok tetap, sementara permintaannya terus meningkat. Akibatnya, harganya semakin naik karena Bitcoin seakan kian langka.
Sejak awal, Bitcoin didesain hanya akan ada sebanyak 21 juta unit saja. Jumlahnya tidak akan bertambah dengan alasan apa pun.
Konsep ini berbeda dengan sejumlah aset tradisional seperti saham dan uang yang jumlahnya bisa bertambah lebih banyak akibat penerbitan baru oleh perusahaan dan bank sentral. Karena jumlahnya bertambah, nilai per unitnya pun jadi lebih rendah.
Bitcoin tidak demikian. Jumlah maksimumnya yang dipatok tetap membuat Bitcoin bebas dari risiko inflasi moneter.
Dari 21 juta unit Bitcoin, sekitar 1 juta unit saat ini masih belum ditambang (mined). Penambang Bitcoin dapat mencoba peruntungan dengan menambang Bitcoin yang belum punya pemilik tersebut.
Hanya saja, setiap 4 tahun sekali, jumlah hadiah Bitcoin yang diperoleh dari setiap kali berhasil menambang satu blok Bitcoin terpangkas setengah melalui momen yang dikenal sebagai halving.
Misalnya, halving pada 2024 lalu memangkas hadiah per blok Bitcoin dari semula 6,25 unit menjadi 3,12 unit per bloknya.
Artinya, tingkat kesulitan menambang Bitcoin terus meningkat seiring waktu. Jumlah Bitcoin yang belum ditambang semakin sedikit, sementara hadiah Bitcoin yang diperoleh dari setiap blok yang berhasil ditambang justru semakin kecil.
Sementara itu, permintaan Bitcoin dari investor ritel dan institusional di pasar kripto juga terus bertumbuh. Sebaliknya, jumlah maksimum Bitcoin yang tersedia tidak pernah bertambah.
Akibatnya, jumlah permintaan lebih tinggi daripada ketersediaan dan mendorong harga Bitcoin terus mengalami kenaikan.
Meski demikian, saya meragukan konsep kelangkaan tersebut cukup untuk membuat Bitcoin layak disebut emas digital, terlebih lagi safe haven. Setidaknya ada dua alasan besar mengapa tidak tepat menganggap Bitcoin sebagai safe haven.
Pertama, yang paling mudah diamati, pergerakan harga Bitcoin sama sekali tidak mirip dengan pola pergerakan harga aset safe haven yang seharusnya.
Tujuan aset safe haven adalah untuk mengamankan nilai harta dalam jangka panjang, terutama dari efek inflasi dan ketidakpastian geoekonomi.
Oleh karena itu, pergerakan harganya cenderung kontra-siklis (counter-cyclical): berbanding terbalik dengan siklus kondisi perekonomian.
Saat situasi ekonomi diproyeksikan memburuk, harga safe haven cenderung melonjak. Kekhawatiran mendorong investor mengalihkan modal dari aset berisiko seperti saham ke aset safe haven yang lebih stabil.
Misalnya, saat tensi perang dagang meningkat, harga emas dan perak menunjukkan adanya tren kenaikan (uptrend).
Sebaliknya, ketika ekonomi mulai membaik dan booming, investor cenderung lebih berani menempatkan modal pada saham dan aset kripto yang lebih berisiko. Aset safe haven pun ditinggalkan dan harganya akan mulai berfluktuasi atau bahkan berpotensi turun.
Kemudian, karena ekonomi sering kali cenderung dilanda kekhawatiran lebih daripada krisis yang akhirnya benar-benar terjadi, kinerja aset safe haven umumnya terus positif bahkan ketika ekonomi sebenarnya baik-baik saja.
Pada Bitcoin dan aset kripto lainnya, pola pergerakan harga tersebut tidak berlaku. Harga Bitcoin cenderung bergerak searah dengan siklus kondisi perekonomian.
Saat sentimen negatif muncul, misalnya saat Trump kembali melontarkan ancaman tarif impor pada China di Jumat kemarin, harga Bitcoin justru anjlok hampir 10 persen.
Hal yang sama juga terjadi saat Trump mulai mengumumkan ancaman tarif ke berbagai negara ketika baru dilantik kembali di awal tahun ini. Harga Bitcoin sepanjang triwulan pertama terkoreksi hampir 30 persen di saat harga emas justru melonjak 20 persen.
Perbedaan respons emas dan Bitcoin terhadap situasi ekonomi ini membawa kita pada alasan kedua: mayoritas investasi Bitcoin didasari pada spekulasi bahwa adopsi Bitcoin akan semakin luas digunakan di perekonomian. Padahal, klaim ini belum tentu akan terbukti ke depan.
Ini menunjukkan adanya perbedaan mendasar antara alasan pelaku pasar mengakuisisi emas dan Bitcoin. Kedua aset tersebut memiliki tujuan penggunaan (use case) yang sangat berbeda.
Emas telah digunakan jauh lebih lama dibanding Bitcoin untuk tujuan yang lebih luas. Bank sentral, misalnya, sebagai pembeli emas terbesar memiliki tujuan untuk menjaga cadangan devisa yang dibutuhkan untuk stabilitas mata uang negaranya.
Tentu ada argumen bahwa Bitcoin juga dapat menjadi alternatif devisa. Terlebih lagi, pemerintah AS juga sudah membuktikan hal tersebut dengan menginisiasi pembentukan cadangan strategis Bitcoin.
Namun, keyakinan pasar pada Bitcoin tetap masih sangat jauh lebih rendah dibanding pada emas. Dalam bahasa sederhana: lebih banyak investor lebih tenang menempatkan modalnya dalam jumlah besar di emas dibanding pada Bitcoin.
Kredibilitas emas didukung oleh sejarah panjangnya sebagai aset yang diterima secara global dan terbukti efektif menjadi pelindung nilai (hedging) terhadap inflasi dan depresiasi mata uang.
Emas juga memiliki wujud fisik sehingga bukan hanya bebas dari risiko kegagalan teknologi dan peretasan yang melekat pada Bitcoin, tapi juga memiliki tujuan penggunaan yang riil, misalnya di industri teknologi dan artistik.
Sebaliknya, sifat Bitcoin yang tidak memiliki wujud fisik justru menciptakan keterbatasan fungsi tersebut. Selain itu, Bitcoin juga belum menjadi aset yang diterima secara luas dalam praktik lazim internasional.
Meski beberapa institusi seperti perusahaan teknologi di AS mulai menjadikan Bitcoin sebagai aset investasi, saya meragukan bank sentral dari seluruh negara di dunia akan sepakat untuk menggunakan Bitcoin sebagai devisa dan alat transaksi antarnegara selayaknya emas.
Pergerakan harga yang sangat volatil dan tidak dapat diprediksi membuat Bitcoin tidak cocok menjadi aset lindung nilai yang stabil, terlebih lagi sebagai alat tukar.
Berbeda dengan emas, harga Bitcoin bisa berubah drastis tidak hanya dalam hitungan pekan, tapi hingga hitungan jam dan menit. Penyebabnya adalah karena kapitalisasi pasar Bitcoin juga masih jauh lebih kecil dibanding emas.
Saat ini, kapitalisasi Bitcoin tercatat sekitar 2,2 triliun dolar AS. Angka ini tidak lebih dari 10 persen kapitalisasi pasar emas yang diperkirakan mencapai 27 triliun dolar AS.
Kapitalisasi pasar yang kecil tersebut juga membuat praktik manipulasi harga terkadang masih terjadi pada Bitcoin.
Di akhir pekan ketika volume perdagangan lebih sedikit karena investor institusional tidak beroperasi, harga Bitcoin sering bergerak tajam, meski tanpa berita dan sentimen.
Transaksi-transaksi yang bernilai besar dapat membuat harga Bitcoin bergerak tajam saat bursa sedang sepi.
Volatilitas harga ini mengarah kepada alasan ketiga mengapa Bitcoin belum dapat menjadi safe-haven: usia Bitcoin belum terlalu panjang untuk menunjukkan bahwa harganya pasti akan terus naik seperti emas.
Emas terbukti terus mengalami kenaikan nilai, bahkan sejak sebelum masa modern. Eksistensinya juga sudah berabad-abad, bahkan hingga jauh ke era Mesir Kuno. Sebaliknya, Bitcoin baru diluncurkan pada 2009. Usianya bahkan belum lebih dari dua dekade.
Selain itu, grafik historis selama 15 tahun sejarahnya juga menunjukkan harganya tidak selalu mengalami kenaikan.
Harga Bitcoin menunjukkan adanya siklus naik-turun setiap empat tahun yang berpusat pada momen halving.
Menjelang momen halving dan setelahnya, harga Bitcoin terlihat mengalami tren kenaikan. Namun, sekitar satu tahun lebih setelah halving, harganya akan berada dalam tren penurunan karena hilangnya momentum dan dimulainya aksi jual kosong (short-selling) oleh investor.
Fase turunnya harga dan antusiasme pada pasar kripto tersebut dikenal sebagai musim dingin kripto (crypto winter). Salah satu contoh peristiwa musim dingin kripto adalah pada 2022 hingga 2023 lalu.
Ketika stimulus moneter membanjiri perekonomian global saat pandemi Covid-19, harga Bitcoin dan mayoritas aset kripto mengalami kenaikan tajam.
Harga Bitcoin naik hingga lebih dari seribu persen, sementara banyak aset kripto lainnya naik lebih tinggi hingga mencapai puluhan ribu persen.
Selain itu, muncul juga tren non-fungible token (NFT), yang membuat nama Ghozali naik daun karena berhasil meraup keuntungan miliaran rupiah dari memanfaatkan tren NFT tersebut.
Nama Bitcoin dan kripto pun mulai terkenal di masyarakat. Tergiur dengan keuntungan yang besar, banyak investor ritel akhirnya membeli aset kripto ketika harganya memuncak di 2022.
Saat bank sentral di banyak negara akhirnya mulai mengetatkan kembali kebijakan moneter, biaya transaksi berbasis utang (leveraged) pun menjadi lebih mahal karena naiknya suku bunga acuan.
Banyak investor akhirnya mulai menjual transaksi leveraged tersebut dan merealisasikan keuntungan.
Akibatnya, kapitalisasi pasar kripto anjlok. Investor ritel yang kemudian menanggung dampak kerugian paling besar karena mayoritas hanya membeli ikut-ikutan (fear of missing out/FOMO) tanpa disertai literasi keuangan dan pengetahuan investasi yang memadai.
Jika melihat dari siklus-siklus sebelumnya, harga Bitcoin memang selalu berhasil pulih dan bahkan mencetak rekor tertinggi baru setelah berakhirnya fase musim dingin kripto, yakni ketika momen halving kembali sudah dekat.
Namun, kita tidak benar-benar bisa yakin harga Bitcoin akan kembali pulih jika musim dingin kripto kembali terjadi. Pasalnya, Bitcoin selama ini baru hanya melalui 4 siklus saja, yaitu pada 2012, 2016, 2020, dan terakhir 2024.
Jumlah siklusnya masih terlalu sedikit untuk memastikan bahwa pola naik-turun tersebut benar-benar terjadi setiap 4 tahun sekali. Ini menjadi alasan mengapa sulit untuk mengharapkan kenaikan harga stabil pada Bitcoin.
Jika membeli emas berapa pun harganya saat ini, kita memiliki keyakinan yang lebih besar kalau harganya pasti akan lebih tinggi di beberapa tahun mendatang.
Bahkan jikalau pun ternyata membeli di harga tertinggi sebelum harganya mulai mengalami penurunan, kita masih bisa lebih yakin kalau harganya akan kembali ke level tersebut meski harus menunggu sedikit lebih lama.
Ini sangat berbeda dengan investasi Bitcoin. Ketika membeli di harga puncak siklus dan kemudian harganya turun drastis, kita tidak punya data dan alasan yang cukup untuk membuat yakin kalau harganya suatu saat akan pulih kembali ke level yang sama.
Tidak mustahil Bitcoin ternyata hanya merupakan gelembung ekonomi yang akhirnya pecah dan kehilangan nilainya seperti gelembung-gelembung aset yang juga pernah diburu pasar sebelumnya.
Terlebih lagi, Bitcoin tidak memiliki kegunaan riil yang benar-benar diterima secara global. Valuasi tingginya lebih banyak dijustifikasi oleh spekulasi kelangkaan saja.
Menentukan apakah Bitcoin merupakan safe haven atau bukan seperti ini memiliki implikasi yang sangat penting. Bagi investor ritel dan institusional, implikasinya lebih jelas.
Jika membeli di harga tinggi karena yakin Bitcoin adalah safe haven, investor bisa menderita kerugian finansial jika kemudian harganya kolaps dan musim dingin kripto mulai terjadi.
Terlebih lagi bagi investor ritel, ada tekanan psikologis dari mengalami kerugian meskipun belum terealisasi (floating loss) karena memutuskan untuk menahan tidak menjual Bitcoin tersebut.
Salah kaprah meyakini Bitcoin sebagai safe haven juga berpotensi menimbulkan konsekuensi pada kerugian negara jika prinsip Bitcoin sebagai safe haven tersebut diterima oleh pemerintah dan berujung pada investasi besar membeli aset Bitcoin dengan anggaran negara.
Pada Mei lalu, misalnya, pernah ada usulan agar Bitcoin menjadi aset cadangan Danantara, yang pernah saya urai juga dalam kolom “Danantara Sebaiknya Tak Berinvestasi Bitcoin” (Kompas.com, 14/5/2025).
Saat itu, berbagai pemerintahan negara lain juga mempertimbangkan pembentukan cadangan Bitcoin mengikuti langkah pemerintah AS.
Negara-negara yang akan berinvestasi pada Bitcoin harus mempertimbangkan hal ini: jika harga Bitcoin justru turun setelah pemerintah berinvestasi, akan timbul kerugian besar bukan hanya dari hilangnya uang negara, tapi juga hilangnya kesempatan untuk menginvestasikan dana tersebut pada proyek atau aset lain yang lebih produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Argumen ini berlandaskan kasus konkret yang pernah terjadi di El Salvador. Masyarakat di sana harus merasakan krisis ekonomi yang kian parah saat musim dingin kripto pada 2022 hingga 2023.
Anjloknya harga Bitcoin membuat pemerintah El Salvador tidak mungkin menjual Bitcoin tanpa mengalami kerugian. Akibatnya, anggaran pemerintah yang tersedia untuk mendanai kebutuhan masyarakat justru terpangkas.
Oleh karena itu, tidak tepat untuk mengatakan Bitcoin sebagai alternatif emas digital. Kita masih harus menunggu lebih lama untuk benar-benar memastikan apakah harga Bitcoin akan tumbuh stabil dalam jangka panjang. Setidaknya untuk saat ini, Bitcoin jelas bukanlah safe haven.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang
Pemkab Lumajang bentuk kluster cabai jaga pasokan-stabilkan harga
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur membentuk kluster pertanian cabai di beberapa kecamatan untuk menjaga pasokan dan menstabilkan harga pasar ... [350] url asal
Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur membentuk kluster pertanian cabai di beberapa kecamatan untuk menjaga pasokan dan menstabilkan harga pasar di kabupaten setempat.
"Untuk menstabilkan harga cabai yang sempat naik beberapa pekan terakhir, kami mengambil langkah strategis dengan membentuk kluster pertanian cabai," kata Kepala Bidang Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang Hendra Suwandaru dalam keterangannya di kabupaten setempat, Minggu.
Menurutnya program itu fokus pada produksi cabai rawit dan cabai merah besar di Kecamatan Sumbersuko, Pasrujambe, Senduro, Lumajang, dan Kunir, dengan tujuan menjaga pasokan dan kualitas hasil panen.
"Langkah itu sekaligus mempermudah pengawasan terhadap kualitas cabai dan penanganan hama secara terpadu," tuturnya.
Dengan adanya kluster, lanjut dia, produksi cabai lebih terkontrol sehingga harga di pasar tidak mudah naik tajam dan petani juga bisa berbagi praktik terbaik untuk hasil panen yang maksimal.
Ia mengatakan langkah itu sangat dibutuhkan karena harga cabai di Lumajang memang sempat berfluktuasi.
Data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur menunjukkan, per 1 Oktober 2025 harga rata-rata cabai di tingkat konsumen yakni cabai merah keriting Rp39.666/kg, cabai merah besar Rp50.000/kg, dan cabai rawit merah Rp45.000/kg.
Hingga 11 Oktober 2025, harga di pasar utama seperti Pasar Baru, Pasar Sukodono, dan Pasar Pasirian tercatat stabil yakni cabe merah keriting Rp40.000/kg, cabai merah besar Rp50.000/kg, dan cabe rawit merah Rp35.000/kg.
Menurut Hendra, ada beberapa penyebab fluktuasi harga sebelumnya, seperti stok cabai yang mulai menipis, cuaca yang tidak menentu sehingga cabai cepat busuk, serta serangan hama seperti petek, antraknosa, dan layu fusarium yang menurunkan hasil panen.
Salah satu kelompok tani (Poktan) yang sudah tergabung dalam kluster, Poktan Awan Gono diketuai Sulkhan Maarif, menyambut baik inisiatif tersebut.
"Kluster membuat kami bisa berbagi pengalaman dan menjaga kualitas panen. Hasilnya, harga di pasar pun lebih stabil,” katanya.
Program kluster cabai DKPP Lumajang menjadi contoh langkah solutif pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal. Dengan koordinasi yang baik, diharapkan fluktuasi harga cabai dapat diminimalkan dan pasokan tetap aman untuk masyarakat.
Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2025
Cara Transfer BCA ke BRI Lewat m Banking, Bisa Pakai BI FAST
Informasi lengkap cara transfer BCA ke BRI lewat m banking dan biaya admin yang perlu dibayarkan nasabah. [443] url asal
#cara-transfer-bca-ke-bri-lewat-m-banking #cara-transfer-dari-bca-ke-bri-lewat-m-banking
(Kompas.com - Money) 12/10/25 07:26
v/66/
KOMPAS.com – Transfer uang antarbank kini semakin mudah dilakukan berkat hadirnya layanan perbankan digital.
Bagi nasabah Bank Central Asia (BCA), pengiriman uang ke rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) bisa dilakukan langsung melalui aplikasi m BCA atau BCA Mobile tanpa perlu datang ke ATM.
Cara transfer BCA ke BRI lewat m-Banking menjadi salah satu pilihan favorit karena prosesnya cepat, bisa dilakukan kapan saja, dan terjamin keamanannya.
Fitur ini cocok digunakan untuk berbagai kebutuhan transaksi, mulai dari pembayaran, belanja online, hingga pengiriman dana pribadi.
Cara transfer BCA ke BRI lewat m banking
Berikut langkah-langkah lengkap cara transfer dari BCA ke BRI lewat m banking hingga informasi biaya adminnya:
- Buka aplikasi BCA Mobile di ponsel Anda.
- Pilih menu m-BCA, lalu masukkan kode akses enam karakter.
- Pada halaman utama, pilih menu m-Transfer.
- Pilih Antar Bank.
- Jika nomor rekening tujuan belum terdaftar, pilih Daftar Transfer, dan pilih menu Antar Bank.
- Masukan nomor rekening tujuan, pilih bank, dan masukan PIN.
- Setelah rekening tersimpan, kembali ke menu Transfer, lalu Antar Bank.
- Pilih rekening BRI tujuan yang telah didaftarkan.
- Masukkan jumlah uang yang ingin dikirim.
- Isi berita transfer bila diperlukan (opsional).
- Tekan Send/Kirim.
- Cek kembali data penerima (nama, nomor rekening, dan nominal).
- Jika sudah benar, pilih OK/Yes, lalu masukkan PIN m-BCA untuk menyelesaikan transaksi.
Transaksi akan diproses secara otomatis, dan Anda akan menerima bukti transfer di layar aplikasi. Bukti ini bisa disimpan atau dikirim ke penerima sebagai konfirmasi.
Cara transfer BCA ke BRI lewat m banking dengan BI FAST
Selain transfer antarbank biasa, BCA kini juga mendukung layanan BI-FAST, yaitu sistem transfer antarbank yang lebih cepat dan berbiaya lebih murah.
Untuk menggunakan BI-FAST, pastikan penerima memiliki rekening yang sudah terdaftar di layanan BI-FAST.
Langkah-langkahnya hampir sama:
- Buka aplikasi BCA mobile.
- Pilih menu “m-Transfer”
- Pilih menu “Transfer Antarbank”
- Pilih bank dan rekening tujuan dan isi nominal transfer
- Pilih “Layanan Transfer”
- Pilih layanan transfer “BI FAST”
- Isi berita dan pilih tujuan transaksi
- Klik button “Send” atau "Kirim"
- Cek kembali detail transaksi dan klik “OK” Masukkan PIN m-BCA
- Tunggu hingga muncul notifikasi transaksi transfer BI Fast berhasil.
Keuntungan BI-FAST adalah biaya transfer yang lebih murah. Berikut rincian biaya administrasi transfer dari BCA ke BRI melalui aplikasi m-BCA:
- Transfer antarbank (Online): Rp 6.500 per transaksi
- Transfer via BI-FAST: Rp 2.500 per transaksi
Dengan memilih opsi BI-FAST, nasabah bisa menghemat biaya administrasi hingga Rp 4.000 untuk setiap transaksi.
Transaksi antarbank melalui m-BCA diproses secara real-time, sehingga dana akan langsung masuk ke rekening tujuan dalam hitungan detik.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang
5 Strategi Keuangan Orang Kaya yang Patut Ditiru
Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana orang kaya selalu tampak mahir dalam mengelola keuangan? [566] url asal
#investasi #orang-kaya #tujuan-keuangan #pergerakan-saham #strategi-keuangan
(Kompas.com - Money) 12/10/25 07:10
v/65/
JAKARTA, KOMPAS.com - Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana orang kaya selalu tampak mahir dalam mengelola keuangan?
Yang mereka lakukan bukan hal yang aneh-aneh, namun kebiasaan cerdas. Aturan-aturan keuangan orang kaya sebetulnya mudah dipahami dan patut untuk ditiru.
Dikutip dari Nasdaq, Minggu (12/10/2025), berikut beberapa strategi keuangan orang-orang kaya yang patut ditiru agar Anda dapat mencapai apapun tujuan keuangan Anda.
iSTOCK/Deagreez ilustrasi orang kaya, konglomerat.
1. Tetap sadar akan konteks keuangan
Orang kaya tidak hanya mengandalkan kendali. Mereka terus memantau seluruh atmosfer keuangan di sekitar mereka.
Mereka mengikuti perubahan suku bunga, pembaruan kode pajak, gejolak pasar global, dan bahkan terobosan dalam teknologi seperti AI.
“Ini bukan paranoia. Ini kesadaran situasional,” kata Angelo Crocco, akuntan publik bersertifikat (CPA), akuntan manajemen global (CGMA), dan pemilik AC Accounting.
Orang kaya mengartikan arti setiap perubahan bagi uang mereka sebelum menjadi berita utama.
Crocco menjelaskan, ini bukan tentang memantau pergerakan saham sepanjang hari. Intinya adalah melatih diri secara mental untuk memperhatikan bagaimana dunia bergerak dan bagaimana hal itu memengaruhi ekosistem keuangan Anda.
“Pergeseran kebijakan kecil di pemerintah? Mereka sudah memperhitungkan dampaknya terhadap valuasi properti, imbal hasil obligasi, atau siklus komoditas,” tutur Crocco.
FREEPIK/MACROVECTOR Ilustrasi orang kaya, miliarder.2. Ukur setiap keputusan dengan potensi jangka panjang
Yang membedakan orang kaya adalah mereka melakukan perhitungan biaya peluang secara diam-diam seperti refleks.
Membeli mobil mewah baru? Mereka tidak hanya memikirkan biayanya.
Mereka menghitung apa yang tidak akan dihasilkan uang itu selama 10 atau 15 tahun jika diinvestasikan secara berbeda.
“Mereka memandang uang sebagai benih, bukan barang yang mudah terbakar,” kata Crocco.
Pemikiran trade-off yang terinternalisasi itu konstan.
Menurut Crocco, kebanyakan orang bahkan tidak memperhitungkan waktu saat berbelanja. Orang kaya membuat setiap keputusan finansial mereka sesuai dengan garis waktu dan perubahan kecil itulah yang membuat perbedaan besar.
3. Perlakukan investasi bukan sebagai reaksi
Orang kaya tidak mengejar pasar atau tergiur berita utama, kata Chris Heerlein, CEO REAP Financial.
Sebaliknya, mereka mengikuti strategi jangka panjang dan percaya bahwa investasi mereka akan terus berkembang seiring waktu.
Lagipula, penelitian Harvard Financial Credit Union menunjukkan bahwa kontribusi kecil dan rutin sekalipun dapat menghasilkan keuntungan substansial berkat efek bola salju dari bunga majemuk.
Heerlein menuturkan, salah satu kliennya tetap berinvestasi penuh sepanjang tahun 2020 tanpa bergeser sedikit pun, bahkan ketika klien lain menarik investasinya.
Shutterstock/A9 STUDIO Ilustrasi investasi.Dia hanya menyeimbangkan kembali portofolionya di pertengahan tahun dan membiarkan pemulihan ekonomi mengerjakan sisanya, menyelesaikan investasi tanpa stres atau gangguan.
4. Otomatiskan investasi untuk menghilangkan emosi dan kesalahan
Orang-orang kaya sering kali membangun sistem di mana tabungan, pembayaran pajak, dan kontribusi investasi berjalan otomatis. Menurut Heerlein, konsistensi itu lebih penting daripada waktu yang tepat.
Pasangan pensiunan yang pernah ia tangani menggunakan transfer bulanan otomatis untuk mendanai sumbangan amal dan pensiun mereka.
"Mereka tidak menunggu hingga merasa siap setiap bulan, semuanya terjadi secara otomatis, yang membuat mereka tetap pada jalurnya tanpa beban mental," ujarnya.
5. Lindungi investasi sebelum berkembang
Sebelum menginvestasikan uang di pasar, orang kaya berfokus pada stabilitas. Itu berarti memiliki asuransi yang memadai, rencana warisan, dan akses ke uang tunai saat dibutuhkan.
Salah satu klien Heerlein menghentikan investasi baru untuk memperkuat pertanggungan kewajibannya setelah membeli properti sewaan.
"Itu tidak glamor, tetapi memberinya kepercayaan diri untuk berkembang tanpa takut akan tuntutan hukum tak terduga atau keadaan darurat yang menguras asetnya," kata Heerlein.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang
Cara Transfer BCA Lewat m Banking dan Biaya Adminnya
Informasi lengkap soal cara transfer BCA lewat m banking baik ke sesama BCA maupun rekening bank lain serta biaya adminnya. [499] url asal
#cara-transfer-m-banking-bca #cara-transfer-bca-lewat-m-banking
(Kompas.com - Money) 12/10/25 07:05
v/64/
KOMPAS.com – Di era serba digital seperti sekarang, layanan m Banking BCA atau BCA Mobile menjadi salah satu fasilitas perbankan yang paling banyak digunakan oleh nasabah Bank Central Asia (BCA).
Lewat aplikasi ini, pengguna dapat melakukan berbagai transaksi keuangan, mulai dari cek saldo, pembayaran tagihan, hingga transfer uang ke sesama BCA maupun ke bank lain.
Salah satu fitur yang paling sering digunakan tentu saja adalah transfer uang. Cara transfer BCA lewat m Banking tergolong mudah dan cepat, karena bisa dilakukan langsung dari ponsel kapan saja tanpa perlu datang ke ATM atau kantor cabang.
m BCA atau BCA Mobile merupakan layanan perbankan digital dari Bank BCA yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi finansial dan non-finansial melalui smartphone.
Aplikasi ini tersedia di Play Store dan App Store, dan hanya dapat digunakan oleh nasabah yang sudah mendaftarkan nomor ponsel untuk layanan m-Banking. Setelah aktivasi, semua transaksi dapat dilakukan langsung dari aplikasi dengan sistem keamanan PIN dan kode akses.
Cara transfer BCA lewat m banking
Sebelum melakukan transfer lewat BCA Mobile, pastikan saldo dalam rekening mencukupi, jangan lupa pula pastikan memiliki koneksi internet yang stabil.
1. Cara transfer m banking BCA sesama BCA
Berikut langkah-langkah untuk mengirim uang ke sesama rekening BCA menggunakan aplikasi BCA Mobile:
- Buka aplikasi BCA Mobile.
- Pilih menu m-BCA, lalu masukkan kode akses enam karakter.
- Di halaman utama, pilih menu m-Transfer.
- Pilih opsi Antar Rekening.
- Masukkan nomor rekening tujuan BCA. Jika belum tersimpan, Anda bisa menambahkannya terlebih dahulu.
- Masukkan jumlah uang yang ingin dikirim.
- Isi berita transfer (opsional).
- Tekan Send atau Kirim.
- Periksa kembali detail transaksi seperti nama penerima dan jumlah transfer.
- Jika sudah benar, tekan OK/Yes dan masukkan PIN m-BCA.
Transaksi akan diproses secara instan, dan uang akan langsung masuk ke rekening penerima. Bukti transfer juga akan muncul di layar dan bisa disimpan sebagai bukti transaksi.
2. Cara transfer m banking BCA ke bank lain
Selain ke sesama pengguna BCA, nasabah juga bisa melakukan transfer ke bank lain menggunakan fitur Transfer Antarbank. Berikut adalah langkah-langkah cara transfer BCA lewat m banking ke bank lainnya:
- Buka aplikasi BCA Mobile, lalu masuk ke menu m-BCA.
- Pilih m-Transfer.
- Pilih menu Antar Bank.
- Masukkan informasi penerima antara lain pilih bank tujuan dari daftar yang tersedia dan masukkan nomor rekening tujuan.
- Pilih layanan yang diinginkan, misalnya BI-FAST jika ingin menggunakan layanan tersebut.
- Pastikan kembali semua detail transfer sudah benar. Indikator harus menunjukkan warna hijau.
- Jika sudah benar, pilih OK/Yes dan masukkan PIN m-BCA.
Setelah transaksi selesai, Anda akan menerima notifikasi serta bukti transfer yang bisa disimpan atau dikirim ke penerima.
Berikut rincian biaya transfer lewat aplikasi BCA Mobile:
- Transfer ke sesama BCA: Gratis
- Transfer ke bank lain (Online): Rp 6.500 per transaksi
- Transfer ke bank lain (BI-FAST): Rp 2.500 per transaksi
BCA kini telah mendukung sistem BI-FAST, yaitu metode transfer antarbank yang lebih murah dibandingkan transfer online biasa.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang
Astra Agro Lestari (AALI) Dorong Produktivitas Sawit Lewat Teknologi dan Kemitraan Petani
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) berkomitmen mendorong produktivitas kelapa sawit yang berkelanjutan. [549] url asal
#astra-agro-lestari #aali #sawit-keberlanjutan
(IDX-Channel - Market News) 12/10/25 07:05
v/258/
IDXChannel - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) berkomitmen mendorong produktivitas kelapa sawit yang berkelanjutan. Upaya yang menjadi bagian penting strategi perusahaan itu diwujudkan melalui inovasi teknologi hingga kemitraan dengan petani.
“Di Astra Agro Lestari, kami membangun model pertanian yang inklusif, berbasis teknologi, dan ramah lingkungan. Model yang mampu menjamin ketahanan pangan masa depan melalui perpaduan antara inovasi, kemitraan, dan keberlanjutan,” kata Presiden Direktur AALI, Djap Tet Fa lewat keterangan resmi, Minggu (12/10/2025).
Pernyataan itu disampaikan dalam Indonesia International Sustainability Forum (IISF), Jumat (10/10/2025). Dalam acara tersebut, Djap Tet Fa membagikan pandangan dan praktik terbaik perusahaan perkebunan kelapa sawit dalam memperkuat ketahanan pangan yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan.
Forum IISF 2025 yang mengusung tema “Investing for a Resilient, Sustainable, and Prosperous World” menghadirkan lebih dari 250 pembicara dan diikuti oleh lebih dari 100 pelaku bisnis serta filantropis global. Forum ini menegaskan komitmen Indonesia terhadap agenda transisi ekonomi hijau, ketahanan pangan, dan energi terbarukan.
Sejalan dengan kemandirian, Astra Agro Lestari juga telah membangun model pertanian berkelanjutan dengan pendekatan kolaboratif antara sektor publik dan swasta. Dalam sesi diskusi bertema “Sustainable Agriculture”, Djap Tet Fa menegaskan pentingnya kemitraan publik-swasta (public–private partnership) dalam memastikan ketahanan pangan jangka panjang.
Dia menjelaskan konsep ‘sustainable intensification’, yakni memproduksi lebih banyak dari lahan yang sudah ada tanpa memperluas area tanam, menjadi inti dari strategi Astra Agro Lestari. Beberapa inisiatif utama yang dijalankan Astra Agro meliputi peremajaan kebun lama dengan varietas unggul untuk meningkatkan produktivitas tanpa membuka lahan baru.
"Riset dan Inovasi juga terus digalakkan dengan mengembangkan pupuk hayati organik untuk memperbaiki kesehatan tanah, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, serta menurunkan emisi karbon," katanya.
Teknologi digital dengan menggunakan drone, kecerdasan buatan (AI), dan analisis data untuk memantau kesehatan kebun dan mengoptimalkan efisiensi panen juga menjadi prioritas Astra Agro Lestari. Selain itu, penerapan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), serta penerapan kebijakan tanpa deforestasi, konservasi lahan gambut, dan menghormati hak asasi manusia (NDPE) menjadi komitmen Astra Agro dalam menerapkan praktik berkelanjutan yang bertanggung jawab, transparan, dan bebas deforestasi.
Inklusivitas petani kecil juga turut dipastikan oleh perseroan. Dia menegaskan tidak boleh ada petani mitra yang tertinggal, sehingga perseroan mendorong akses kesetaraan terhadap bahan tanam, pupuk, pembiayaan, dan pelatihan bagi para petani mitra. Dia menekankan petani sawit adalah mitra utama Astra Agro dalam mendorong ketahanan pangan dan keberlanjutan industri.
“Misi kami sederhana, petani kecil harus tumbuh bersama kami, bukan tertinggal di belakang,” katanya.
Melalui Program Inklusi Petani Kecil, Astra Agro Lestari bekerja sama dengan ribuan petani mitra untuk membangun ekosistem pertanian yang lebih tangguh dan modern.Program ini mencakup peningkatan kapasitas petani (capacity building) berupa pelatihan lapangan tentang pengelolaan hama, pemupukan presisi, dan pengelolaan tanah berkelanjutan.
Penyediaan akses pasar dan pembiayaan juga dilakukan Astra Agro dengan membeli hasil panen langsung dari petani mitra melalui kontrak jangka panjang yang transparan, serta dukungan akses ke lembaga keuangan. Digitalisasi tak kalah penting dalam menunjang semua program perusahaan. Astra Agro mengoptimalkan penggunaan platform digital untuk perencanaan pengiriman hasil, pemantauan harga, dan konsultasi agronomi secara real-time.
Alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) ini juga menegaskan, pemberdayaan petani kecil bukan semata tanggung jawab sosial, tetapi investasi strategis bagi ketahanan sistem pertanian nasional.
“Ketika petani memiliki akses terhadap alat, keterampilan, dan pasar, mereka menjadi mitra sejati dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan manfaat keberlanjutan yang dirasakan oleh semua pihak,” ujarnya.
(Rahmat Fiansyah)
#50 tag sepekan
#ihsg (164) #purbaya (113) #investasi (94) #ojk (90) #apbn (88) #danantara (67) #pertumbuhan ekonomi (61) #trump (61) #kemenkeu (58) #pertamina (57) #umkm (53) #bei (52) #pajak (48) #donald trump (47) #esdm (45) #menkeu (44) #himbara (36) #kementerian keuangan (36) #bahlil lahadalia (35) #emas (35) #bapanas (34) #pasar saham (34) #ekonomi indonesia (34) #bumn (32) #menteri keuangan (31) #kemnaker (30) #mbg (29) #djp (28) #btn (27) #imf (27) #ekspor (27) #perang dagang (26) #kementan (26) #bbm (25) #garuda indonesia (24) #pasar modal (24) #utang (24) #bri (23) #bank indonesia (23) #rupslb (23) #hilirisasi (23) #yassierli (22) #magang (22) #kebijakan fiskal (22) #amran sulaiman (22) #ppn (22) #whoosh (21) #bea cukai (21) #bitcoin (20) #komdigi (20)