#30 tag 24jam
Bank Mandiri
Bank Mandiri secara konsisten memastikan MJM 2026 menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian, lingkungan, sosial, dan budaya di Yogyakarta. [962] url asal
#bank-mandiri #mandiri-jogja-marathon-2026 #puralaya-imogiri #monumen-taruna #mandiri-sahabat-desa #laku-lokal #immanuel-hutasoit #ngasem #laode-safrudin #dwi-tiansi-anggraini #candi-prambanan #pemeri
(CNN Indonesia - Ekonomi) 21/06/26 21:07
v/255630/
Ajang Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 resmi mencapai puncaknya pada Minggu (21/6) di kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta. Bertema "More Than a Race", gelaran tahunan ini diikuti oleh 10.200 pelari dari 17 negara, menjadikannya penyelenggaraan dengan jumlah peserta terbesar sejak pertama kali digelar pada 2017.
Para peserta mengikuti empat kategori lomba, yakni Marathon (42K), Half Marathon (21K), 10K, dan 5K Fun Run dengan lintasan yang telah tersertifikasi Association of International Marathons and Distance Races (AIMS). Rute yang dilalui melintasi sejumlah ikon budaya, seperti Candi Plaosan, Monumen Taruna, serta kawasan perdesaan yang turut berperan aktif dalam mendukung penyelenggaraan ajang tersebut.
Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista mengatakan, MJM telah berkembang menjadi platform kolaborasi yang menghubungkan komunitas, pelaku usaha lokal, pemerintah daerah, hingga masyarakat untuk bersama-sama menciptakan dampak ekonomi dan sosial berkelanjutan.
"MJM merupakan wujud sinergi yang terintegrasi antara Bank Mandiri, komunitas, pelaku UMKM, dan pemerintah daerah. Kami ingin setiap langkah pelari memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat, sehingga MJM benar-benar hadir sebagai More Than a Race," ujar Adhika di Yogyakarta, Minggu (21/6).
Di sektor putra, pelari Kiprono Koech keluar sebagai juara pertama kategori Full Marathon Open MJM 2026 dengan catatan waktu 02:20:28, diikuti Amos Kipkemoi Chesang, dan James Cherutich Tallam. Di sektor putri, Eunice Nyawira Muchiri finis terdepan dengan waktu 02:39:35, unggul atas Medanit Feyera Gurmesa dan Elizabeth Chepkanan Rumokol di peringkat 2 dan 3.
Pada kategori Full Marathon National (Closed Marathon), pelari Indonesia unjuk gigi. Rikki Marthin L Simbolon berhasil meraih posisi pertama di sektor putra dengan waktu 02:30:06, disusul oleh Immanuel Hutasoit, dan Laode Safrudin.
Di sektor putri, Dwi Tiansi Anggraini keluar sebagai juara dengan catatan waktu 03:04:55, mengungguli Ina Lydia Utari Damanik, dan Asnida Aras. Prestasi ini menunjukkan peningkatan kualitas pelari nasional serta antusiasme tinggi terhadap sport tourism yang semakin tumbuh di Indonesia.
Dampak Nyata Sosial dan Lingkungan MJM 2026
Bank Mandiri secara konsisten memastikan MJM 2026 menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian, lingkungan, sosial, dan budaya di Yogyakarta.
Adhika menyebutkan, dalam mewujudkan semangat "More Than a Race", perseroan turut memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program literasi keuangan digital bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi penyelenggaraan guna mendorong adopsi transaksi digital dan meningkatkan kapasitas usaha, termasuk Literasi UMKM Pasar Ngasem.
Upaya ini dilengkapi dengan program Mandiri LAKU LOKAL (mLaku Lokal) di Race Village kawasan Candi Prambanan yang menghadirkan 27 brand lokal dan 70 tenant UMKM, serta penyelenggaraan UMKM Festival yang melibatkan sekitar 60 pelaku UMKM yang berdomisili di sekitar Candi Prambanan.
Pada saat bersamaan, komitmen keberlanjutan dijalankan di sepanjang siklus acara, mulai dari fase Road to MJM 2026, Race Day, hingga Post-Race, guna mendorong partisipasi yang lebih bertanggung jawab.
Pada fase pre-event, peserta berkontribusi terhadap aksi iklim sejak registrasi melalui program One Ticket, One Climate Action yang terintegrasi dengan fitur Livin' Planet, serta dapat mengimbangi jejak karbon lewat pembelian Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK).
Saat race day, perseroan menerapkan pengelolaan kawasan zero waste to landfill, memakai racepack tekstil hasil upcycling, dan mengajak peserta mengikuti kampanye daur ulang pakaian Mandiri Looping for Life. Setelah perlombaan, peserta program pengimbangan emisi memperoleh laporan personal sebagai penguat kesadaran terhadap dampak lingkungan.
Di sisi sosial dan budaya, digulirkan rangkaian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertema "Melangkah Bersama, Membangun Jogja". Melalui Mandiri Bakti Kesehatan, dihadirkan Mini General Check Up bagi 1.650 abdi dalem di Puro Pakualaman, Puralaya Imogiri, dan Keraton Ngayogyakarta, serta Khitanan Massal bagi 280 anak di sekitar Prambanan.
Bank Mandiri juga menghadirkan kegiatan Mandiri Sahabat Desa, dengan implementasi berupa perbaikan jalan, pembangunan batas desa, dan aksi bersih desa di 28 desa yang dilalui rute MJM serta pembagian 2.800 paket sembako.
Sementara, pelestarian budaya diwujudkan melalui program "Pustaka Luhur, Akses untuk Semua" berupa digitalisasi manuskrip kuno koleksi Widyapustaka Pakualaman. Rangkaian ini menegaskan keunggulan berkelanjutan sekaligus penguatan ekosistem bagi masyarakat.
Adhika menambahkan, melalui pendekatan yang mengintegrasikan olahraga, budaya, keberlanjutan, dan pemberdayaan ekonomi, MJM diharapkan terus menjadi benchmark sport tourism nasional sekaligus memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
"Melalui Mandiri Jogja Marathon, kami ingin menghadirkan perayaan yang tidak hanya dinikmati para pelari, namun juga mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian daerah secara berkelanjutan," ujar Adhika.
MJM 2026 Jadi Panggung Inovasi Digital Bank Mandiri
MJM 2026 juga menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai inovasi terbaru dalam aplikasi perbankan Bank Mandiri yang mendukung beragam aktivitas nasabah di berbagai segmen. Mulai dari membangun kebiasaan menabung, hingga optimalisasi pengelolaan aset dan pembiayaan.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Livin' Next-G, solusi tabungan dan transaksi digital bagi generasi muda. Produk ini memungkinkan anak untuk belajar mengelola keuangan sejak dini, serta memberikan kemudahan bagi orang tua untuk memantau transaksi secara langsung, dan melakukan transfer terjadwal tanpa biaya.
Inisiatif ini merupakan bagian dari kampanye #MandiriSejakDini yang mendorong literasi dan inklusi keuangan sejak usia dini.
Untuk melengkapi solusi pembiayaan, Bank Mandiri menghadirkan fitur Livin' Kredit Back to Back Obligasi yang memungkinkan nasabah memanfaatkan kepemilikan surat berharga negara sebagai agunan. Melalui layanan ini, nasabah dapat mengakses fasilitas pembiayaan melalui Livin' by Mandiri maupun Kopra by Mandiri tanpa perlu mencairkan investasi yang dimiliki.
Bank Mandiri turut memperluas akses kepemilikan emas melalui KSM Emas pada fitur Livin' Gold, di mana nasabah dapat memiliki emas secara lebih fleksibel dengan uang muka mulai 5 persen dan tenor hingga lima tahun.
Beragam inovasi itu merupakan wujud komitmen Bank Mandiri untuk terus menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di berbagai tahap kehidupan. Ke depan, Bank Mandiri akan memperkuat kapabilitas digital dan memperluas ekosistem layanan guna memberikan pengalaman perbankan yang semakin mudah dan aman.
"Melalui semangat More Than a Race, kami ingin memastikan Mandiri Jogja Marathon meninggalkan pengalaman yang berkesan, sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas melalui penguatan ekosistem serta berbagai solusi yang mampu mendukung kebutuhan masyarakat yang terus berkembang," pungkas Adhika.
Bank Mandiri
Bertema "More Than a Race", MJM 2026 memadukan ajang lari dengan pengalaman wisata, perayaan budaya, dan perjalanan menyusuri Yogyakarta yang berdampak sosial. [1,030] url asal
#bank-mandiri #mandiri-jogja-marathon-2026 #laku-lokal #visa #spe #bmri-id #livin-039-planet #monumen-taruna #mandiri-sahabat-desa #mandiri-looping-for-life #mandiri-institute #candi-prambanan
(CNN Indonesia - Ekonomi) 20/06/26 13:11
v/255147/
Bank Mandiri akan kembali menggelar Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 pada Minggu (21/6) di kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta. Bertema "More Than a Race", ajang sport tourism ini memadukan kompetisi lari berstandar internasional dengan pengalaman wisata, perayaan budaya, dan perjalanan menyusuri Yogyakarta yang berdampak sosial.
MJM 2026 diikuti 10.200 pelari dari 17 negara, catatan peserta terbesar sepanjang penyelenggaraan sejak 2017. Ajang ini memiliki empat kategori, yakni Marathon (42,195 kilometer), Half Marathon (21,097 kilometer), 10K, dan 5K Fun Run, dengan lintasan mencakup lanskap budaya khas Yogyakarta, termasuk Candi Plaosan, Monumen Taruna, dan sejumlah desa tradisional yang telah tersertifikasi AIMS.
Tema "More Than a Race" dijabarkan ke dalam empat ekspresi, yakni pengalaman lari ikonik (Experience), perayaan budaya (Celebration), perjalanan wisata ke Yogyakarta (Trip to Jogja), serta dampak sosial dan ekonomi (Impact). Keempatnya dirangkai untuk membangun kesadaran, antusiasme, hingga partisipasi publik selama pekan penyelenggaraan.
Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menyatakan MJM 2026 menjadi panggung penguatan ekosistem ekonomi kerakyatan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian daerah. MJM diposisikan sebagai model sport tourism nasional yang membawa nilai sosial, budaya, dan ekonomi.
"MJM adalah wujud sinergi yang terintegrasi antara Bank Mandiri, komunitas, pelaku UMKM, dan pemerintah daerah. Kami ingin setiap langkah pelari berdampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat, sehingga MJM benar-benar hadir sebagai More Than a Race," ujar Adhika dalam Konferensi Pers MJM 2026 di Yogyakarta, Kamis (18/6).
Berdasarkan riset Mandiri Institute, MJM konsisten mendorong daya beli masyarakat selama tiga tahun penyelenggaraan. Pada MJM 2025, pertumbuhan belanja di Yogyakarta tercatat sebesar 11,6 persen secara mingguan, melampaui rata-rata pertumbuhan mingguan normal sebesar 0,8 persen.
Secara bulanan, Yogyakarta membukukan pertumbuhan belanja 7 persen pada periode MJM, yang mengalir langsung ke sektor pariwisata dan turunannya. Sementara. sektor transportasi mencatat pertumbuhan 21,9 persen, restoran dan kuliner 10,1 persen, perhotelan 6,4 persen, dan belanja perjalanan naik 5,6 persen. Realisasi ini menegaskan MJM konsisten menggerakkan ekonomi pariwisata Yogyakarta.
Rekor peserta MJM 2026 pun mengundang optimisme bahwa dampak ekonomi tahun ini akan lebih besar, serta menjangkau lapisan ekonomi kerakyatan seperti pedagang lokal, pelaku UMKM, penyedia jasa transportasi, dan masyarakat di sekitar jalur lomba.
Kemudian, Bank Mandiri juga berkolaborasi dengan PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) untuk menyediakan perlindungan asuransi kecelakaan diri bagi seluruh peserta MJM 2026. Sekitar 10.200 peserta memperoleh manfaat perlindungan dengan total nilai pertanggungan mencapai Rp100 miliar, termasuk manfaat santunan harian apabila terjadi kecelakaan selama perlombaan.
Adhika menambahkan, pada momen yang sama Bank Mandiri turut menghadirkan berbagai program spesial. Nasabah maupun calon nasabah Bank Mandiri dapat menikmati potongan harga hingga 50 persen, serta tambahan 30 Livin'poin selama periode 1-30 Juni 2026.
Berbagai penawaran itu dapat dimanfaatkan di lebih dari 1.000 merchant di kawasan Yogyakarta, di titik transportasi seperti bandara dan stasiun, serta sejumlah destinasi dan pusat kuliner ikonik. Informasi lengkap mengenai program dan promo MJM 2026 dapat diakses melalui bmri.id/promoMJM26.
Adapun Visa sebagai mitra transaksi MJM 2026 Visa turut menghadirkan berbagai program dan penawaran spesial bagi peserta maupun pengunjung, mulai dari akses fast track untuk Race Pack Collection bagi pemegang kartu debit dan kredit Mandiri Visa, hingga pengalaman eksklusif di Visa Lounge seperti wellness dan recovery pasca-lari, refreshments, serta photo booth.
Keberlanjutan, Pemberdayaan, dan Rangkaian Program Menuju Race Day
MJM 2026 dirancang mengedepankan keberlanjutan dan pemberdayaan yang menjangkau seluruh siklus penyelenggaraan, dari pre-event hingga post-race.
Di sisi lingkungan, aksi keberlanjutan dimulai saat registrasi melalui program One Ticket One Climate Action, di mana setiap pendaftaran menyumbangkan Rp1.000 untuk pembelian Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) di Livin' Planet. Peserta juga dapat menghitung dan mengimbangi jejak karbon perjalanan maupun aktivitas larinya melalui fitur Livin' Planet yang terintegrasi dengan layanan offsetting berbasis SPE-GRK.
Jelang race day, komitmen keberlanjutan diwujudkan melalui penyediaan 10.200 race pack berbahan tekstil daur ulang sebagai bagian dari program Mandiri Looping for Life. Inisiatif ini berhasil menyerap lebih dari 1,25 ton pakaian tak terpakai untuk dimanfaatkan kembali menjadi material baru, sehingga berkontribusi terhadap penghematan lebih dari 13,7 juta liter air dan pengurangan emisi karbon sebesar 68 ton $CO_2e$.
Adapun produksi race pack tersebut melibatkan belasan penenun dan 100 lebih penjahit lokal, mendorong praktik konsumsi tekstil yang lebih berkelanjutan sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis sirkular.
Aksi keberlanjutan turut diimplementasikan melalui pengelolaan kawasan berbasis zero waste to landfill, kampanye daur ulang pakaian, serta pengimbangan emisi karbon pascalomba.
Di sisi sosial, ada Program Mandiri Sahabat Desa yang menjangkau 28 desa di sekitar Prambanan, mencakup perbaikan akses jalan desa, pembangunan batas desa, gotong royong kebersihan, serta penyaluran 2.800 paket sembako kepada masyarakat pra-sejahtera dan pekerja rentan.
Perseroan juga melanjutkan Program Mandiri Bakti Kesehatan di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Puro Pakualaman, dan Puralaya Imogiri melalui layanan Mini General Check-Up (GCU) serta khitanan massal bagi keluarga dan kerabat penggiat budaya setempat. Rangkaian program sosial tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bank Mandiri ke-28.
"Kami ingin setiap komunitas yang menjadi bagian dari perjalanan MJM merasakan manfaat nyata, dari perbaikan infrastruktur jalan hingga layanan kesehatan bagi para penggiat budaya yang menjaga warisan Yogyakarta," ujar Adhika.
Pada aspek pemberdayaan ekonomi, Bank Mandiri menghadirkan program literasi keuangan digital bagi pelaku UMKM di sekitar wilayah penyelenggaraan untuk mendorong adopsi layanan transaksi digital dan memperkuat kapasitas usaha lokal. Penguatan ini dilengkapi program Mandiri LAKU LOKAL (mLaku Lokal) di Race Village kawasan Candi Prambanan sebagai ruang interaksi pelari, komunitas, dan publik.
Sebelumnya, Bank Mandiri telah menggelar kegiatan literasi keuangan digital dan perluasan akses pasar bagi 60 pelaku UMKM sektor makanan dan minuman di sekitar Prambanan pada 14 Juni 2026.
Antusiasme menuju race day dibangun lewat rangkaian Road to MJM 2026 berupa lari pemanasan lintas daerah. Sejak tahap registrasi, Bank Mandiri menyediakan Livin' Special Presale bagi nasabah serta paket bundling tiket dan akomodasi melalui Travel Fair di Jakarta dan Surabaya. Pembelian dilakukan via fitur Sukha di Livin' by Mandiri, dengan cashback hingga Rp300.000 dan cicilan 0 persen hingga enam bulan untuk transaksi Mandiri Kartu Kredit.
"Melalui pendekatan yang memadukan olahraga, budaya, keberlanjutan, dan pemberdayaan ekonomi, Bank Mandiri menargetkan MJM 2026 menjadi tolok ukur sport tourism nasional sekaligus perayaan kota yang hidup dan berkelanjutan, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat Yogyakarta," pungkas Adhika.
Bank Mandiri
Program Mandiri Sahabat Desa adalah implementasi komitmen Perseroan dalam menghadirkan akselerasi yang bertumbuh dan keunggulan berkelanjutan bagi masyarakat. [594] url asal
#bank-mandiri #mandiri-jogja-marathon #mjm-2026 #mandiri-sahabat-desa #mandiri-jogja-marathon-mjm-2026 #than-a-race #mjm-2026 #umkm-festival #mandiri-sahabat-desa #pemerintah-daerah #indonesia
(CNN Indonesia - Ekonomi) 17/06/26 13:55
v/252080/
Bank Mandiri menggelar program Mandiri Sahabat Desa sebagai bagian dari rangkaian Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026, yang dilaksanakan pada minggu pertama dan kedua Juni 2026 dengan menjangkau 28 desa yang berada di sepanjang rute lari.
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang juga merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bank Mandiri ke-28 ini turut menegaskan kontribusi Bank Mandiri dalam mendorong kualitas hidup masyarakat melalui penguatan infrastruktur desa, pemberdayaan ekonomi lokal, serta peningkatan kesejahteraan sosial.
Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista mengatakan bahwa sebagai bagian dari semangat "Melangkah Bersama, Membangun Jogja", program Mandiri Sahabat Desa merupakan implementasi nyata komitmen perseroan dalam menghadirkan akselerasi yang bertumbuh dan keunggulan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Melalui serangkaian kegiatan yang terintegrasi, program ini berupaya menciptakan nilai tumbuh bagi masyarakat sekaligus memperkuat dampak keberlanjutan yang dapat dirasakan secara langsung oleh warga desa.
"Bank Mandiri meyakini bahwa pertumbuhan bisnis yang sehat harus berjalan beriringan dengan kemajuan masyarakat," ujar Adhika dalam keterangan resmi, Minggu (14/6).
Kehadiran Mandiri Sahabat Desa pada ajang Mandiri Jogja Marathon ini mendukung dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Yogyakarta. Inisiatif ini juga mewujudkan komitmen Perseroan untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, komunitas, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem yang lebih inklusif.
Salah satu fokus utama program ini adalah penguatan infrastruktur dasar desa melalui kegiatan perbaikan jalan di 28 desa yang dilalui rute MJM 2026. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antar wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi kerakyatan, serta meningkatkan daya tarik keindahan desa.
Selain itu, Bank Mandiri membangun 28 batas desa guna memperkuat identitas administratif wilayah, mendukung tertib tata kelola desa, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun wisatawan dalam mengenali batas kawasan.
Lebih lanjut, Bank Mandiri juga menggelar Aksi Bersih Desa yang melibatkan masyarakat di seluruh desa peserta program. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan wisata agar selalu bersih, aman, dan berkelanjutan melalui pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.
Lewat Aksi Bersih Desa, Bank Mandiri berkontribusi terhadap penguatan kesadaran kolektif dan semangat gotong royong dalam menjaga kelestarian lingkungan, sebagai salah satu aset penting Yogyakarta sebagai destinasi wisata alam dan budaya.
Sementara sebagai bentuk kepedulian sosial, Bank Mandiri menyalurkan 2.800 paket sembako kepada kelompok masyarakat pra-sejahtera, yang antara lain bertujuan memperkuat semangat kebersamaan yang menjadi nilai utama dalam pelaksanaan program.
Masih di ajang yang sama, Bank Mandiri ikut memperkuat pemberdayaan ekonomi lokal melalui penyelenggaraan UMKM Festival yang diikuti sekitar 60 pelaku UMKM yang berdomisili di sekitar Candi Prambanan. Para UMKM tersebut didorong berkembang dan berdaya saing dengan akses peluang pemasaran yang lebih luas, transaksi digital, dan penguatan kapasitas usaha.
Adhika menambahkan, pemberdayaan UMKM merupakan bagian penting dari strategi Bank Mandiri dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
"Kami terus mendorong perluasan akses ekonomi digital melalui sinergi ekosistem layanan Mandiri agar pelaku usaha lokal dapat tumbuh lebih cepat, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah," ujarnya.
Adapun Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 akan berlangsung pada Minggu, 21 Juni 2026, di kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta. Mengusung tema "More Than a Race", ajang sport tourism unggulan Bank Mandiri ini memadukan kompetisi lari berstandar internasional dengan pengalaman wisata, perayaan budaya, dampak sosial, dan perjalanan menyusuri keindahan Yogyakarta dalam satu rangkaian aktivitas yang terintegrasi.
Adhika mengatakan, Bank Mandiri akan terus menghadirkan inovasi, kolaborasi, dan solusi guna menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, serta mendukung kemajuan Indonesia yang semakin mandiri.
"Melalui Mandiri Jogja Marathon 2026 dan program Mandiri Sahabat Desa, Bank Mandiri berharap dapat terus memperkuat kontribusinya dalam mendorong pembangunan yang inklusif, memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat, serta menghadirkan keberlanjutan yang memberikan dampak nyata bagi generasi kini dan mendatang," pungkas Adhika.
Bank Mandiri Gelar Program 'Mandiri Sahabat Desa' di 28 Desa Sepanjang Rute Mandiri Jogja Marathon
MJM 2026 akan berlangsung pada Ahad (21/6/2026) di kawasan Candi Prambanan. [666] url asal
#bank-mandiri #mandiri-jogja-marathon-2026 #mandiri-sahabat-desa #tjsl-bank-mandiri #ekonomi-inklusif #mjm-2026 #bmri
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Bank Mandiri terus mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan melalui program Mandiri Sahabat Desa sebagai bagian dari rangkaian Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bank Mandiri ke-28 yang mengusung semangat untuk terus tumbuh bersama masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi negeri.
Lewat inisiatif ini, Bank Mandiri menegaskan perannya yang tidak hanya berfokus pada layanan keuangan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan infrastruktur desa, pemberdayaan ekonomi lokal, serta peningkatan kesejahteraan sosial.
Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan, sebagai bagian dari semangat 'Melangkah Bersama, Membangun Jogja', program Mandiri Sahabat Desa dilaksanakan pada minggu pertama dan kedua Juni 2026 dengan menjangkau 28 desa yang berada di sepanjang rute Mandiri Jogja Marathon 2026.
Melalui serangkaian kegiatan yang terintegrasi, program ini berupaya menciptakan nilai tumbuh bagi masyarakat sekaligus memperkuat dampak keberlanjutan yang dapat dirasakan secara langsung oleh warga desa.
“Mandiri Sahabat Desa merupakan implementasi nyata komitmen perseroan dalam menghadirkan akselerasi yang bertumbuh dan keunggulan yang berkelanjutan bagi masyarakat. Bank Mandiri meyakini bahwa pertumbuhan bisnis yang sehat harus berjalan beriringan dengan kemajuan masyarakat,” ujar Adhika dalam keterangan resmi, Ahad (14/6/2026).
Melalui Mandiri Sahabat Desa, bank bersandi saham BMRI ini ingin memastikan bahwa kehadiran Mandiri Jogja Marathon tidak hanya menjadi ajang olahraga bertaraf internasional, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Yogyakarta. Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, komunitas, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem yang lebih inklusif.
Salah satu fokus utama program ini adalah penguatan infrastruktur dasar desa melalui kegiatan Perbaikan Jalan di 28 desa yang dilalui rute MJM 2026. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antar wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi kerakyatan, serta meningkatkan daya tarik keindahan desa.
Selain itu, Bank Mandiri juga membangun 28 batas desa yang bertujuan memperkuat identitas administratif wilayah, mendukung tertib tata kelola desa, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun wisatawan dalam mengenali batas kawasan.
Bank Mandiri juga menggelar Aksi Bersih Desa yang melibatkan masyarakat di seluruh desa peserta program. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan wisata agar selalu bersih, aman, dan berkelanjutan melalui pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.
Melalui aksi tersebut, Bank Mandiri ingin berkontribusi pada penguatan kesadaran kolektif dan semangat gotong royong dalam menjaga kelestarian lingkungan yang menjadi salah satu aset penting Yogyakarta sebagai destinasi wisata alam dan budaya.
Sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat, Bank Mandiri turut menyalurkan 2.800 paket sembako kepada kelompok masyarakat pra-sejahtera. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan yang menjadi nilai utama dalam pelaksanaan program ini.
Tak hanya itu, bank berlogo pita emas ini juga memperkuat pemberdayaan ekonomi lokal melalui penyelenggaraan UMKM Festival yang melibatkan sekitar 60 pelaku UMKM yang berdomisili di sekitar Candi Prambanan. Melalui kegiatan tersebut, mereka diberikan akses yang lebih luas kepada peluang pemasaran, transaksi digital, dan penguatan kapasitas usaha sehingga pelaku UMKM dapat semakin berkembang dan berdaya saing.
“Pemberdayaan UMKM merupakan bagian penting dari strategi Bank Mandiri dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Kami terus mendorong perluasan akses ekonomi digital melalui sinergi ekosistem layanan Mandiri agar pelaku usaha lokal dapat tumbuh lebih cepat, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah,” kata Adhika.
MJM 2026 akan berlangsung pada Ahad (21/6/2026) di kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta. Mengusung tema “More Than a Race”, ajang sport tourism unggulan Bank Mandiri ini memadukan kompetisi lari berstandar internasional dengan pengalaman wisata, perayaan budaya, dampak sosial, dan perjalanan menyusuri keindahan Yogyakarta dalam satu rangkaian aktivitas yang terintegrasi.
“Melalui Mandiri Jogja Marathon 2026 dan program Mandiri Sahabat Desa, Bank Mandiri berharap dapat terus memperkuat kontribusinya dalam mendorong pembangunan yang inklusif, memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat, serta menghadirkan keberlanjutan yang memberikan dampak nyata bagi generasi kini dan mendatang. Bank Mandiri akan terus menghadirkan inovasi, kolaborasi, dan solusi yang mampu menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan serta mendukung kemajuan Indonesia yang semakin mandiri,” kata Adhika.
Lewat Mandiri Sahabat Desa, Bank Mandiri Perluas Akses Gizi dan Air Bersih untuk Turunkan Stunting
Mandiri Sahabat Desa juga memiliki fokus strategis pada penanganan stunting melalui pendekatan jangka panjang yang menyasar fase krusial 1.000 HPK. [586] url asal
#bank-mandiri #stunting #bkkbn #akses-air-bersih #mandiri-sahabat-desa #akses-gizi
(Kompas.com - Money) 30/01/26 14:49
v/119875/
KOMPAS.com - Bank Mandiri menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul sejak usia dini.
Salah satu peran itu diwujudkan melalui pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) bertajuk Mandiri Sahabat Desa.
Program tersebut menjangkau lebih dari 1.000 penerima manfaat dengan fokus pada intervensi gizi, perluasan akses air bersih, serta pendampingan edukatif bagi keluarga berisiko stuntingdi sejumlah wilayah prioritas nasional.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyampaikan, Mandiri Sahabat Desa yang dilaksanakan selama enam bulan telah menjangkau wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Tengah (Sulteng), Papua, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Program tersebut mencakup penyaluran paket gizi seimbang bagi ibu hamil dan anak usia di bawah dua tahun, serta pembangunan sarana air bersih berupa sumur bor di wilayah dengan tantangan sanitasi akibat musim kemarau berkepanjangan.
Dampak program ini tecermin dari perbaikan kondisi kesehatan penerima manfaat. Di Kabupaten Keerom, Papua, misalnya, rata-rata berat badan ibu hamil meningkat dari 55,61 kilogram (kg) pada awal intervensi menjadi 60,15 kg pada akhir program.
Sementara itu, di Sulteng, pertumbuhan fisik anak usia di bawah dua tahun menunjukkan tren positif. Berat badan anak meningkat dari rata-rata 8,25 kg menjadi 9,38 kg, sedangkan tinggi badan bertambah dari 72,79 sentimeter (cm) menjadi 77,50 cm.
Di DIY, peningkatan berat badan anak usia di bawah dua tahun juga tercatat secara konsisten di wilayah Gunungkidul dan Kulon Progo selama periode Agustus hingga Oktober 2025.
Adapun di NTT, pembangunan sumur bor di Desa Oenitas, Bea Ngencung, dan Wellabubur kini menjadi solusi strategis dalam menjaga keberlanjutan akses air bersih dan sanitasi di kawasan tersebut.
Apresiasi dari BKKBN
Atas komitmen dan kontribusi tersebut, Bank Mandiri memperoleh apresiasi dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) atas Komitmen Tinggi dan Kontribusi Nyata dalam mendukung Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).
Riduan menjelaskan, Mandiri Sahabat Desa merupakan bentuk sinergi terintegrasi dengan pemerintah dalam mendorong akselerasi penurunan stunting nasional.
“Kami meyakini percepatan penurunan stunting memerlukan kolaborasi yang terstruktur antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (30/1/2026).
Riduan menegaskan, Bank Mandiri berkomitmen menghadirkan solusi berkelanjutan guna membangun generasi Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, Mandiri Sahabat Desa dirancang khusus untuk mengakselerasi pembangunan desa secara holistik.
Program itu meliputi aspek kesehatan, pendidikan, ekonomi, serta pemenuhan kebutuhan dasar agar desa memiliki daya tumbuh dan tingkat kesejahteraan yang lebih kompetitif.
Riduan mengatakan, Mandiri Sahabat Desa juga memiliki fokus strategis pada penanganan stunting melalui pendekatan jangka panjang yang menyasar fase krusial 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).
“Program ini turut selaras dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan gizi masyarakat, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar anak usia sekolah,” jelasnya.
Dalam implementasinya, Bank Mandiri menyalurkan paket makanan bergizi mingguan berupa beras premium, telur, sayuran, dan protein hewani kepada ibu hamil dan anak usia di bawah dua tahun.
Untuk memastikan ketepatan sasaran, program tersebut didukung relawan BKKBN yang berperan sebagai pendamping keluarga dalam pemantauan kesehatan serta edukasi gizi bagi penerima manfaat.
Selain intervensi kesehatan, Mandiri Sahabat Desa turut menghadirkan edukasi pengelolaan keuangan bagi keluarga penerima manfaat sebagai bagian dari penguatan literasi finansial masyarakat desa.
Riduan mengatakan, integrasi intervensi kesehatan, ekonomi, dan pendidikan melalui Mandiri Sahabat Desa diharapkan mampu mendorong desa menjadi lebih mandiri sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan.
“Ke depan, sinergi bersama BKKBN akan terus diperluas untuk menjangkau wilayah rawan stunting lainnya,” tutur Riduan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Tekan Stunting, Mandiri Sahabat Desa Perluas Akses Gizi dan Air Bersih
Mandiri Sahabat Desa yang menjangkau ribuan penerima berfokus pada intervensi gizi, akses air bersih, dan pendampingan edukatif bagi keluarga berisiko stunting. [517] url asal
#bank-mandiri #mandiri-sahabat-desa #stunting #gunungkidul #kabupaten-keerom #tjsl #badan-kependudukan-dan-keluarga-berencana-nasional #riduan #wellabubur #papua #indonesia #bea-ngencung #orang-tua-a
(CNN Indonesia - Ekonomi) 30/01/26 13:11
v/119707/
Bank Mandiri melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Mandiri Sahabat Desa yang menjangkau lebih dari 1.000 penerima manfaat dengan fokus pada intervensi gizi, perluasan akses air bersih, serta pendampingan edukatif bagi keluarga berisiko stunting di sejumlah wilayah prioritas nasional.
Program ini mencakup penyaluran paket gizi seimbang bagi ibu hamil dan anak usia di bawah dua tahun, serta pembangunan sarana air bersih berupa sumur bor di wilayah dengan tantangan sanitasi akibat musim kemarau berkepanjangan.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyampaikan bahwa Mandiri Sahabat Desa yang dilaksanakan selama enam bulan telah menjangkau wilayah Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Papua, dan Yogyakarta. Program Mandiri Sahabat Desa merupakan bentuk sinergi terintegrasi dengan pemerintah dalam mendorong akselerasi penurunan stunting nasional.
"Kami meyakini percepatan penurunan stunting memerlukan kolaborasi yang terstruktur antara pemerintah dan masyarakat. Bank Mandiri berkomitmen menghadirkan solusi berkelanjutan guna membangun generasi Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing," kata Riduan dalam keterangan resmi, Jumat (30/1).
Riduan menyampaikan, Mandiri Sahabat Desa khusus bertujuan mengakselerasi pembangunan desa secara holistik, meliputi aspek kesehatan, pendidikan, ekonomi, serta pemenuhan kebutuhan dasar, sehingga desa memiliki daya tumbuh dan tingkat kesejahteraan yang lebih kompetitif.
"Mandiri Sahabat Desa memiliki fokus strategis pada penanganan stunting melalui pendekatan jangka panjang yang menyasar fase krusial 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Program ini turut selaras dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan gizi masyarakat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis yang menyasar anak usia sekolah," tuturnya.
Dalam implementasinya, Bank Mandiri menyalurkan paket makanan bergizi mingguan berupa beras premium, telur, sayuran, dan protein hewani kepada ibu hamil dan anak usia di bawah dua tahun. Untuk memastikan ketepatan sasaran, program ini didukung oleh relawan BKKBN yang berperan sebagai Pendamping Keluarga dalam pemantauan kesehatan serta edukasi gizi bagi penerima manfaat.
Selain intervensi kesehatan, Mandiri Sahabat Desa turut menghadirkan edukasi pengelolaan keuangan bagi keluarga penerima manfaat sebagai bagian dari penguatan literasi finansial masyarakat desa.
"Dengan mengintegrasikan intervensi kesehatan, ekonomi, dan pendidikan melalui Mandiri Sahabat Desa, kami mendorong akselerasi yang bertumbuh menuju desa yang lebih mandiri, sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan dengan keunggulan berkelanjutan," tutur Riduan.
Riduan menegaskan, sinergi bersama BKKBN ke depannya akan terus diperluas untuk menjangkau wilayah rawan stunting lainnya.
Dampak program Mandiri Sahabat Desa tercermin dari perbaikan kondisi kesehatan penerima manfaat. Di Kabupaten Keerom, Papua, rata-rata berat badan ibu hamil meningkat dari 55,61 kilogram pada awal intervensi menjadi 60,15 kilogram pada akhir program.
Di Sulawesi Tengah, pertumbuhan fisik anak usia di bawah dua tahun menunjukkan tren positif, dengan kenaikan berat badan dari rata-rata 8,25 kilogram menjadi 9,38 kilogram, serta tinggi badan dari 72,79 sentimeter menjadi 77,50 sentimeter.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta, peningkatan berat badan anak usia di bawah dua tahun tercatat secara konsisten di wilayah Gunungkidul dan Kulon Progo selama periode Agustus-Oktober 2025. Adapun di Nusa Tenggara Timur, pembangunan sumur bor di Desa Oenitas, Bea Ngencung, dan Wellabubur kini menjadi solusi strategis dalam menjaga keberlanjutan akses air bersih dan sanitasi di kawasan tersebut.
Atas komitmen dan kontribusi tersebut, Bank Mandiri memperoleh apresiasi dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) atas Komitmen Tinggi dan Kontribusi Nyata dalam mendukung Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
Sinergi Bank Mandiri untuk Penguatan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan
Bank Mandiri mendukung UMKM dan ekonomi kerakyatan dengan pembiayaan, pendampingan, dan pengembangan ekosistem keuangan, menjangkau ribuan pelaku usaha dan desa. [685] url asal
#bank-mandiri #penguatan-umkm #ekonomi-kerakyatan #umkm-indonesia #pembiayaan-umkm #pemberdayaan-masyarakat #literasi-keuangan #mandiri-sahabat-desa #koperasi-desa #inklusivitas-keuangan #mandiri-agen
(Bisnis.Com - Finansial) 26/01/26 09:32
v/113974/
Bisnis.com, JAKARTA - Bank Mandiri terus mempertegas komitmennya sebagai BUMN dan mitra strategis pemerintah dalam mendukung pertumbuhan dan kemandirian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan aktif Bank Mandiri dalam berbagai program strategis pemerintah yang berfokus pada penguatan ekonomi kerakyatan.
Kontribusi tersebut dijalankan secara berkelanjutan melalui pendekatan terintegrasi yang mencakup pembiayaan, pendampingan usaha, serta pengembangan ekosistem keuangan yang mendukung UMKM untuk tumbuh lebih produktif dan berdaya saing.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, penguatan ekonomi kerakyatan merupakan bagian dari mandat Bank Mandiri sebagai agen pembangunan. Melalui dukungan yang komprehensif dan terukur, perseroan berupaya menghadirkan dampak nyata yang dapat langsung dirasakan oleh pelaku usaha dan perekonomian masyarakat.
“UMKM merupakan pilar utama dalam menopang ekonomi kerakyatan. Untuk itu, Bank Mandiri mengintegrasikan pembiayaan inklusif, pendampingan usaha, dan penguatan ekosistem sebagai satu kesatuan pendekatan untuk memperluas kapasitas usaha para pelaku UMKM,” ujar Riduan, dalam keterangan resminya, Jumat (23/1).
Guna memastikan manfaat pembangunan ekonomi dirasakan secara merata hingga ke tingkat lokal, Bank Mandiri secara aktif menginisiasi dan berkolaborasi dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat desa.
Salah satunya melalui penguatan kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA). Langkah ini diintegrasikan dengan pelaksanaan program strategis nasional, termasuk penguatan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta Program Makan Bergizi Gratis.
Melalui dukungan tersebut, hingga kini Bank Mandiri telah membuka lebih dari 3.700 rekening tabungan BUMDES dan BUMDESMA, mengelola lebih dari 4.700 rekening Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, serta menyalurkan kredit kepada 147 mitra pelaksana Program Makan Bergizi Gratis untuk mendukung kelancaran transaksi, tata kelola keuangan, dan keberlanjutan program di tingkat desa.
Selain itu, Bank Mandiri secara aktif melakukan pemberdayaan masyarakat melalui Mandiri Sahabat Desa. Sebuah program yang dirancang untuk mendorong kesejahteraan dan kemandirian masyarakat desa melalui penguatan ekonomi, peningkatan literasi keuangan, serta pengembangan keterampilan.
Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 1.000 kepala keluarga penerima manfaat di ratusan desa. Implementasinya mencakup pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta penguatan infrastruktur desa, dengan total penerima manfaat antara lain 800 orang pada program pemberdayaan masyarakat desa, 500 penerima manfaat penanggulangan stunting, 350 penerima manfaat peningkatan sarana desa tertinggal, serta 100 penerima manfaat pemberdayaan kelompok masyarakat perkebunan.
Sejalan dengan dukungan-dukungan tersebut, Bank Mandiri terus memperluas akses pembiayaan bagi segmen UMKM sebagai upaya mendorong inklusivitas keuangan. Sejak Januari hingga November 2025, penyaluran kredit UMKM Bank Mandiri telah mencapai Rp74,9 triliun.
Kinerja positif tersebut ditopang oleh strategi jemput bola untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas, salah satunya melalui optimalisasi kehadiran Mandiri Agen. Layanan Laku Pandai yang didukung Aplikasi Mandiri Agen dan EDC Mini ATM ini telah melayani lebih dari 3,5 juta nasabah dengan total 65 juta transaksi hingga Desember 2025.
Di sisi lain, untuk menangkap potensi transaksi pelaku UMKM, Bank Mandiri juga mengoptimalkan layanan finansial terintegrasi Livin’ Merchant. Aplikasi yang berfungsi sebagai enhanced point of sales (POS) ini telah digunakan oleh lebih dari 3 juta pelaku usaha.
Penguatan UMKM juga dilakukan melalui program pembinaan berkelanjutan agar pelaku usaha dapat naik kelas, Rumah BUMN. Lewat program ini, Bank Mandiri mendorong modernisasi, digitalisasi, perluasan akses marketplace, hingga pembukaan peluang pasar luar negeri, yang hingga kini telah membantu lebih dari 7.900 pelaku UMKM meningkatkan skala usahanya.
Bank Mandiri juga mendorong peningkatan daya saing UMKM melalui Mandiri Mikro Fest (MMF) dan Program UMKM Melangkah Menuju Pasar Global yang diikuti oleh total 561 pelaku usaha. Program ini diarahkan untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan kualitas produk UMKM serta meningkatkan kapasitas dan kemampuan ekspor UMKM di Indonesia agar dapat bersaing di pasar internasional, dengan komposisi peserta didominasi sektor Food & Beverage sebesar 55 persen dan Fashion & Craft sebesar 38 persen, sejalan dengan potensi unggulan ekonomi desa yang terus bertumbuh.
Riduan memastikan, ke depan pihaknya akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan pembangunan dan pemberdayaan desa berjalan konsisten, terukur, unggul dan berkelanjutan.
“Melalui sinergi yang terintegrasi dan penguatan ekosistem, Bank Mandiri memperluas kapasitas UMKM untuk terus tumbuh dan berdaya saing sekaligus menghadirkan keunggulan berkelanjutan bagi ekonomi kerakyatan. Hal ini menjadi wujud komitmen Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses ekonomi yang inklusif di Indonesia,” pungkas Riduan.
Akselerasi Ekonomi Desa, Bank Mandiri Terima Penghargaan Menteri PDT
Bank Mandiri raih penghargaan Menteri PDT atas kontribusi dalam penguatan ekonomi desa melalui program pembiayaan, pendampingan, dan pengembangan ekosistem usaha [545] url asal
#ekonomi-desa #bank-mandiri #penghargaan-menteri #akselerasi-ekonomi #pemberdayaan-desa #sinergi-pembiayaan #pengembangan-ekosistem #bumdes #koperasi-desa #mandiri-sahabat-desa #program-makan-bergizi
(Bisnis.Com - Finansial) 19/01/26 16:01
v/107396/
Bisnis.com, JAKARTA - Konsisten menjalankan peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung ekonomi kerakyatan khususnya di desa, Bank Mandiri meraih Piagam Penghargaan pada puncak Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali, akhir pekan lalu.
Apresiasi ini diserahkan secara langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto, kepada Bank Mandiri atas kontribusi aktif dalam pembangunan serta pemberdayaan masyarakat desa.
SVP Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Hendrianto Setiawan mengatakan, piagam ini menjadi pengakuan atas upaya jangka panjang dan berkelanjutan perseroan dalam mendorong penguatan ekonomi desa melalui integrasi pembiayaan, pendampingan usaha, dan pengembangan ekosistem keuangan yang terintegrasi.
“Penghargaan ini menjadi refleksi komitmen Bank Mandiri untuk terus hadir di desa sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang berdampak langsung, sekaligus mendorong desa sebagai sumber pertumbuhan baru melalui sinergi program, akses keuangan, dan penguatan kapasitas masyarakat,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Senin (19/1).
Hendrianto pun menambahkan, untuk memastikan dampak pemberdayaan desa berjalan terukur dan berkelanjutan, Bank Mandiri mengimplementasikan berbagai inisiatif yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat di tingkat lokal.
Melalui Mandiri Sahabat Desa, bank berkode emiten BMRI ini telah menjangkau lebih dari 1.000 kepala keluarga penerima manfaat di ratusan desa. Program ini mencakup pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta penguatan infrastruktur desa, termasuk 800 penerima manfaat pemberdayaan masyarakat desa, 500 penerima manfaat penanggulangan stunting, 350 penerima manfaat peningkatan sarana desa tertinggal, dan 100 penerima manfaat pemberdayaan kelompok masyarakat perkebunan.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat kelembagaan ekonomi desa, Bank Mandiri juga mendorong kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA).
Langkah tersebut diintegrasikan dengan pelaksanaan program strategis nasional, termasuk penguatan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih serta Program Makan Bergizi Gratis.
Hasilnya hingga saat ini, Bank Mandiri telah membuka lebih dari 3.700 rekening tabungan BUMDES/BUMDESMA, mengelola lebih dari 4.700 rekening Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, serta menyalurkan kredit kepada 147 mitra pelaksana Program Makan Bergizi Gratis untuk mendukung kelancaran transaksi, tata kelola keuangan, dan keberlanjutan program di tingkat desa.
Selain itu, Bank Mandiri terus memperluas kontribusinya melalui Mandiri Sahabatku sebagai program pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia. Program ini telah menjangkau lebih dari 20.000 PMI di enam negara, yakni Malaysia, Jepang, Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, dan kawasan Timur Tengah, dengan fokus penguatan kapasitas kewirausahaan agar para PMI mampu menjadi penggerak ekonomi lokal setelah kembali ke Indonesia. Inisiatif ini diperkuat melalui skema Bapak Asuh PMI yang melibatkan 948 peserta.
“Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mendorong akselerasi penguatan ekonomi desa melalui sinergi pembiayaan, pendampingan, dan pengembangan ekosistem usaha yang terintegrasi, sejalan dengan agenda pembangunan nasional dan peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah,” lanjut Hendrianto.
Lebih lanjut, di sisi pengembangan usaha, Bank Mandiri juga mendorong peningkatan daya saing UMKM melalui Mandiri UMKM Fest yang diikuti 360 pelaku usaha. Program ini diarahkan untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan kualitas produk UMKM, dengan komposisi peserta didominasi sektor fashion sebesar 66 persen dan food and beverage sebesar 29 persen, sejalan dengan potensi unggulan ekonomi desa yang terus bertumbuh.
Bank berlogo pita emas ini memastikan, ke depan pihaknya akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan pembangunan dan pemberdayaan desa berjalan konsisten, terukur, unggul dan berkelanjutan.
“Bank Mandiri berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi layanan dalam ekosistem finansial nasional guna mendorong akselerasi pembangunan desa yang efektif, terintegrasi, dan mampu menciptakan nilai tambah berkelanjutan,” pungkasnya.
#50 tag sepekan
#ihsg (164) #purbaya (113) #investasi (94) #ojk (90) #apbn (88) #danantara (67) #pertumbuhan ekonomi (61) #trump (61) #kemenkeu (58) #pertamina (57) #umkm (53) #bei (52) #pajak (48) #donald trump (47) #esdm (45) #menkeu (44) #himbara (36) #kementerian keuangan (36) #bahlil lahadalia (35) #emas (35) #bapanas (34) #pasar saham (34) #ekonomi indonesia (34) #bumn (32) #menteri keuangan (31) #kemnaker (30) #mbg (29) #djp (28) #btn (27) #imf (27) #ekspor (27) #perang dagang (26) #kementan (26) #bbm (25) #garuda indonesia (24) #pasar modal (24) #utang (24) #bri (23) #bank indonesia (23) #rupslb (23) #hilirisasi (23) #yassierli (22) #magang (22) #kebijakan fiskal (22) #amran sulaiman (22) #ppn (22) #whoosh (21) #bea cukai (21) #bitcoin (20) #komdigi (20)