Bisnis.com, JAKARTA — Bursa calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diisi figur-figur dengan latar belakang kuat di sektor keuangan.
Dari pejabat senior OJK dan Bank Indonesia hingga pengelola Danantara. Ketua Panitia Seleksi Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa keputusan ini bersifat final dan mengikat untuk tahapan administratif.
Para peserta yang dinyatakan lulus berhak mengikuti tahapan seleksi berikutnya yang meliputi masukan masyarakat, penelusuran rekam jejak, asesmen, pemeriksaan kesehatan, serta wawancara.
Panitia Seleksi juga membuka ruang partisipasi publik untuk memberikan masukan dan informasi terkait integritas, rekam jejak, serta perilaku para calon.
Selanjutnya, para calon akan mengikuti briefing persiapan pemeriksaan kesehatan dan asesmen pada 6 Maret 2026. Pemeriksaan kesehatan dijadwalkan berlangsung pada 9 Maret 2026 di RSPAD Gatot Soebroto, sementara asesmen akan dilaksanakan pada 10–11 Maret 2026.
Tahap wawancara direncanakan berlangsung pada 25–26 Maret 2026. Hasil akhir seleksi akan diumumkan melalui laman resmi Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.
Berikut profil singkat 20 kandidat yang lolos seleksi administratif:
1. Adi Budiarso
Dalam catatan terakhir menjabat Direktur Pengembangan Perbankan Pasar Keuangan dan Pembiayaan Lainnya pada Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan. Dia lahir di Salatiga pada tahun 1970.
Meraih gelar Diploma IV STAN pada tahun 1997. Pada tahun 2001, beliau berhasil memperoleh gelar Master of Accounting dari University of Southern California and dilanjutkan dengan gelar Doctor of Business Administration dari University of Canberra di tahun 2014.
Pada 24 Agustus 2020, dia dipercaya untuk menjadi Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal dan kemudian pada tanggal 13 Juni 2025 dilantik menjadi Direktur Pengembangan Perbankan, Pasar Keuangan, dan Pembiayaan Lainnya, Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan.
2. Agus Sugiarto
Agus saat ini menjabat Komisaris Independen Danantara Asset Management. Pernah menjabat sebagai Advisor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Mantan Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK.
3. Anton Daryono
Saat ini menjabat Direktur Eksekutif Kepala Departemen Surveilans Sistem Pembayaran dan Pelindungan Konsumen Bank Indonesia. Melansir data Bank Indonesia, Anton Daryono lahir di Kota Semarang pada 24 Juni 1968.
Menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Gadjah Mada pada bidang Akuntansi pada tahun 1993. Anton kemudian melanjutkan pendidikan magister di The University of Melbourne dengan konsentrasi Accounting dan lulus pada tahun 2006.
Memulai kariernya di Bank Indonesia sejak 1 April 1996, saat ini Anton menjabat sebagai Kepala Departemen Surveilans SP & Pelindungan Konsumen sejak 1 April 2024.
Sebelumnya, Anton menjabat sebagai Kepala Grup Pengawasan Sistem Pembayaran & Pengawas Spesialis (2020–2024), Kepala Grup SP PUR Layanan & Administrasi (2019–2020), serta Analis Eksekutif Divisi Pengembangan Pengawasan (2018–2019).
4. Ary Zulfikar
Ary merupakan Direktur Eksekutif Hukum Lembaga Penjamin Simpanan. Dia meraih gelar Sarjana Hukum di Universitas Padjajaran pada tahun 1994.
Kemudian Ary meraih gelar Magister Hukum di Universitas Gadjah Mada pada tahun 2015. Terakhir dirinya meraih gelar Doktor bidang Hukum di Universitas Padjajaran pada tahun 2019.
Sebelum bergabung dengan LPS, dia merupakan praktisi dan pengamat hukum pasar modal dan bisnis. Awal mulai karir, dia bergabung dengan Kantor Hukum Kartini Muljadi & Rekan pada tahun 1994.
Selanjutnya, dia mendalami bidang pasar modal dengan menjadi Kepala Departemen Hukum dan Kepatuhan (Legal & Compliance Dept. Head) pada PT Kliring Deposit Efek Indonesia (KDEI) pada tahun 1997, suatu lembaga penyelenggara pasar modal (Self-Regulatory Organization/SRO), yang kemudian menjadi PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Pada 2004, dia menjadi pendiri Kantor Konsultan Hukum AZP Legal Consultants yang bergerak dibidang konsultan hukum pasar modal, investasi perbankan, restrukturisasi perusahaan dan terlibat sebagai konsultan dalam penerbitan Surat Berharga Negara yang diterbitkan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 2019 beliau menjadi Tenaga Ahli Plt. Kepala Kantor Persiapan Penyelenggaraan Program Restrukturisasi Perbankan LPS.
5. Bambang Mukti Riyadi
Bambang saat ini menjabat Deputi Komisioner Hubungan Internasional, APU-PPT dan Daerah Otoritas Jasa Keuangan. Dia pernah menjabat sebagai Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur (2020–2024).
Selama masa jabatannya, ia aktif mendorong pemulihan ekonomi daerah pascapandemi dan pertumbuhan kredit perbankan di wilayah Jawa Timur.
Sebelum di OJK dirinya pernah memiliki pengalaman luas di sektor perbankan dan kementerian yakni Account Manager Bank Mandiri pada 2019 sampai 2020, Account Manager Bank Indonesia pada 2017 sampai 2019 dan Assistant Manager Kementerian Keuangan di Surabaya pada 2014 sampai dengan 2017.
6. Boby Wahyu Hernawan
Boby saat ini menjabat sebagai Direktur Kerja Sama Multilateral dan Keuangan Berkelanjutan pada Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan. Lahir di Lumajang, pada tahun 17 Mei 1975.
Memperoleh gelar Diploma III Akuntansi dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) pada tahun 1996 dan kemudian melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar Sarjana Ekonomi bidang Akuntansi pada tahun 2000.
Kemudian memperoleh gelar Master of Commerce dari University of Queensland pada tahun 2004 serta gelar Doctor of Business Administration (DBA) dari Victoria University pada tahun 2017.
Pada tahun 2019, diangkat sebagai Atase Keuangan pada Perwakilan Republik Indonesia untuk negara Uni Emirat Arab dan berkantor di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Kemudian pada bulan September 2023, dilantik sebagai Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral di Badan Kebijakan Fiskal. Terakhir pada 13 Juni 2025, dilantik menjadi Direktur Kerja Sama Multilateral dan Keuangan Berkelanjutan.
7. Danu Febrianto
Danu Febrianto merupakan Direktur Eksekutif Keuangan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Beliau meraih gelar Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Palembang.
Kemudian melanjutkan pendidikan dan meraih gelar Magister Hukum Bisnis di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Terakhir Danu meraih gelar Doktor Ilmu Hukum di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Palembang.
Dia diangkat menjadi Direktur Group Peraturan LPS periode 2012-2016, Direktur Group Perumusan Kebijakan LPS periode 2016-2017, Direktur Eksekutif Sumber Daya Manusia dan Administrasi LPS pada tahun 2019-September 2020 dan Kepala Kantor Manajemen Strategis dan Perumusan Kebijakan LPS periode 2017-2019 dan kembali menjabat pada 2020-2022.
8. Darmansyah
Darmansyah merupakan Komisioner Perencanaan Strategis, Keuangan, Sekretariat Dewan Komisioner dan Logistik Otoritas Jasa Keuangan. Dia pernah menjabat Kepala OJK Regional IX Kalimantan dari Maret 2023 hingga Februari 2024.
Selain itu pernah mengemban peran sebagai juru bicara lembaga sebelum rotasi kepemimpinan di OJK yaitu sebagai Kepala Departemen Hubungan Masyarakat dan Logistik.
9. Dhani Gunawan Idat
Dhani saat ini menjabat Komisaris Utama BPRS HIK Parahyangan. Dia pernah berkarir di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk menjabat sebagai Deputy Director of Banking Supervision (Deputi Direktur Pengawasan Perbankan).
10. Dicky Kartikoyono
Saat ini Dicky menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia. Dicky Kartikoyono lahir di Kota Adm. Jakarta Pusat pada 19 Desember 1967.
Menyelesaikan pendidikan sarjana di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YAI pada bidang Akuntansi pada tahun 1994. Dicky kemudian melanjutkan pendidikan magister di George Washington University dengan konsentrasi Project Management dan lulus pada tahun 1999.
Memulai kariernya di Bank Indonesia sejak 3 April 1995, saat ini Dicky menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran sejak 2 Mei 2023.
Sebelumnya, Dicky menjabat sebagai Kepala Departemen Manajemen Strategis & Tata Kelola (2022–2023), Kepala Perwakilan Bank Indonesia London (2020–2022), serta Pegawai Setingkat Direktur Eksekutif pada Kantor Perwakilan Bank Indonesia London (2020–2022).
11. Dwityapoetra Soeyasa Besar
Dwityapoetra saat ini menjabat Direktur Eksekutif Surveilans, Pemeriksaan dan Statistik Lembaga Penjamin Simpanan.
Dia meraih gelar Sarjana Hukum bidang Hukum Bisnis dari Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan studi magister di Columbia University.
Selanjutnya, dia memperoleh gelar doktor (PhD) di bidang Perbankan dan Keuangan dari Bayes Business School, University of London. Kariernya dimulai di Tokio Marine Insurance Indonesia sebagai Underwriter. Setelah itu, ia berkarier di Bank Indonesia selama 30 tahun.
Selama di sana, dia pernah menjabat sebagai Kepala Grup Departemen Kebijakan Makroprudensial, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di New York, Kepala Departemen Pengelolaan Devisa, serta terakhir sebagai Kepala Departemen Manajemen Risiko. Pada 2023–2024, dia ditunjuk oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sebagai Koordinator Nasional untuk program Financial Sector Assessment Program (FSAP) yang diselenggarakan oleh IMF dan Bank Dunia.
Selama bertugas di Bank Indonesia, dia juga pernah mendapat penugasan di Bank of England pada Divisi Stabilitas Keuangan, serta di Asian Development Bank Institute di Tokyo. Pada Januari 2025, dia diangkat sebagai Direktur Eksekutif Bidang Surveilans, Pemeriksaan, dan Statistik di LPS.
12. Friderica Widyasari Dewi
Friderica tak hanya merupakan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan. Sebagaimana diketahui dia adalah Pejabat Sementara Ketua dan Wakil Ketua OJK.
Friderica meraih gelar sarjana di bidang ekonomi di Universitas Gadjah Mada pada tahun 2001. Kemudian melanjutkan pendidikan di California State University, USA dan mendapatkan gelar Master of Business Administration di tahun 2004, serta meraih gelar Doktor di bidang studi Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan di Universitas Gadjah Mada di tahun 2019.
Friderica lahir di Cepu, 28 November 1975 telah menjalani lebih dari 10 tahun karir di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 2005 hingga menjadi Direktur Pengembangan Pasar PT Bursa Efek Indonesia (2009-2015).
Kariernya berlanjut di self-regulatory organizations (SRO) lainnya, yakni PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai Direktur Keuangan pada 2015-2016. Selanjutnya menjabat sebagai Direktur Utama PT KSEI pada 2016-2019, sebelum akhirnya menjadi Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas tahun (2020-2022).
13. Hasan Fawzi
Hasan menjabat Kepala Eksekutif Pengawas ITSK, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan. Tak hanya itu, saat ini dirinya merupakan Pejabat Sementara Kepada Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK.
Hasan Fawzi lahir di Purwakarta 27 April 1970. Meraih gelar Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1993, dan gelar Master of Business Administration (MBA) dari Universitas LÍAE de Grenoble, Université Pierre Mendes, France. Kemudian mendapat gelar Magister Manajemen (MM) dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2008.
Hasan Fawzi memulai karier di PT Kliring Depositori Efek Indonesia dengan posisi terakhir sebagai Kepala Departemen Pengembangan Sistem pada 1993-1997, kemudian bergabung dengan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi pada 1997-2008.
Selanjutnya, Hasan Fawzi menjadi Direktur PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) pada 2008-2012, Direktur Utama KPEI selama dua periode 2012-2015 dan 2015-2018, dan Direktur Pengembangan BEI pada 2018 - 2022.
Hasan sebelumnya juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT PEFINDO Biro Kredit (2022–2023), Komisaris Utama dan Independen PT RHB Sekuritas Indonesia (2022–2023), dan Komisaris Independen PT Merdeka Battery Materials Tbk (2023)
14. Hernawan Bekti Sasongko
Hernawan tercatat sebagai Anggota Badan Supervisi Otoritas Jasa Keuangan. Dia pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Elnusa Tbk. Dia juga tercatat pernah mengikuti proses seleksi Dewan Komisioner OJK pada periode sebelumnya yakni pada 2017.
15. Hidayat Prabowo
Hidayat saat ini menjabat Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Tengah. Sebelum menjabat di Jawa Tengah, ia merupakan Deputi Komisioner Audit Internal, Manajemen Risiko, dan Pengendalian Kualitas di OJK Pusat. Dia pernah menjadi salah satu calon Anggota Dewan Komisioner OJK (Ketua Dewan Audit) pada seleksi tahun 2022.
16. Iskandar Simorangkir
Iskandar memiliki peran sebagai Wakil Ketua Badan Supervisi Bank Indonesia. Dia lahir di Binjai, 4 Januari 1963. Dia tercatat mengenyam pendidikan yakni S1 Ekonomi Manajemen, Universitas Udayana, Bali.
Lalu S2 (Master) Economics, Vanderbilt University, Amerika Serikat. Serta S3 (Doktor) Ekonomi Moneter dan Perbankan, Universitas Indonesia.
Iskandar pernah menduduki kursi Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 2017 sampai dengan 2023.
17. Lasmaida Gultom
Lasmaida dalam catatan terakhir menjabat Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan periode 2015–2025. Dikenal luas sebagai Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK yang menjabat sejak periode awal pembentukan direktorat tersebut (sekitar 2013-2015) hingga masa tugas yang panjang di bidang perlindungan konsumen.
18. Orias Petrus Moedak
Dalam daftar nama yang lolos administrasi, Orias merupakan Komisaris Utama PT RJL Maritime Logistics. Namun Orias Petrus Moedak adalah profesional keuangan dan mantan eksekutif BUMN terkemuka di Indonesia, dikenal karena keahliannya dalam corporate finance dan restrukturisasi.
Dia pernah menjabat sebagai Direktur Utama MIND ID (Inalum), Dirut Pelindo III, serta Direktur Keuangan di Pelindo II, PTBA, dan Freeport Indonesia.
19. Pahala Nugraha Mansury
Pahala saat ini menjabat Komisaris Utama Danantara Investment Management. Dia lahir di Bogor, 8 April 1971. Pahala merupakan jebolan Universitas Indonesia dan menggaet gelar S1 Akuntansi. Lalu lulus dari Stern School of Business, New York University dengan gelar MBA di Finance.
Sebelumnya, Pahala merupakan Wakil Menteri Luar Negeri RI pada 2023 sampai dengan 2024. Sebelumnya dia merupakan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 2020 sampai 2023, mendampingi Menteri BUMN yakni Erick Thohir.
20. Rizal Ramadhani
Saat ini Rizal menjabat Deputi Komisioner Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan. Dia resmi dilantik oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara, pada 1 Juli 2024.
Sebelum menempati posisinya saat ini, ia memiliki pengalaman panjang di bidang hukum dan penyidikan di lingkungan OJK yakni Deputi Komisioner Hukum dan Penyidikan dan Kepala Departemen Hukum.