#30 tag 24jam
Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Dongkrak Inklusi Keuangan dan Investasi Ibu Kota
Masih banyak masyarakat yang belum terhubung dengan layanan keuangan formal. [437] url asal
#bank-jakarta #inklusi-keuangan #umkm #investasi-jakarta #pembiayaan-rumah #akses-keuangan #jakarta-future-festival #bumn-daerah #ekonomi-jakarta #kredit-umkm #transformasi-digital #kota-global #invest
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Jakarta menyiapkan empat strategi utama untuk mendukung transformasi Jakarta sebagai kota dengan sistem keuangan yang lebih inklusif dan terkoneksi. Strategi tersebut mencakup perluasan inklusi keuangan, pemberdayaan UMKM, akses pembiayaan perumahan, serta penguatan iklim investasi.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H Widodo mengatakan, tantangan Jakarta ke depan bukan hanya membangun infrastruktur dan teknologi, tetapi juga memastikan seluruh warga memiliki akses yang sama terhadap peluang ekonomi.
“Jakarta tidak kekurangan gedung, jalan, maupun teknologi. Yang masih perlu diperkuat adalah keterhubungan antara warga dengan layanan, UMKM dengan pasar, investor dengan peluang, serta pemerintah dengan masyarakat,” kata Agus dalam diskusi Urban Talks BUMD: Katalisator Kota, Akselerator Pembangunan pada Jakarta Future Festival 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026).
Agus menjelaskan, Bank Jakarta ingin mengambil peran sebagai penghubung dalam ekosistem pembangunan kota. Sebagai BUMD milik Pemerintah Provinsi Jakarta, Bank Jakarta menempatkan diri sebagai sistem pendukung keuangan yang menghubungkan warga, pelaku usaha, pemerintah, dan investor.
Menurut dia, perluasan inklusi keuangan menjadi salah satu fokus utama karena masih terdapat masyarakat yang belum terhubung dengan layanan keuangan formal sehingga akses terhadap berbagai peluang ekonomi masih terbatas. “Ini menjadi pekerjaan besar yang harus kami selesaikan," ujar Agus.
Selain itu, Bank Jakarta akan memperluas dukungan bagi UMKM melalui akses pembiayaan, digitalisasi usaha, dan perluasan pasar. Agus menilai pelaku usaha kecil membutuhkan dukungan yang lebih komprehensif agar mampu berkembang dan meningkatkan daya saing. “UMKM tidak hanya membutuhkan pinjaman, tetapi juga membutuhkan kesempatan,” katanya.
Di sektor perumahan, Bank Jakartaakan memperkuat akses pembiayaan hunian. Langkah ini dinilai penting karena masih banyak generasi muda yang menghadapi tantangan untuk memiliki rumah dengan harga yang terjangkau di Jakarta.
“Akses pembiayaan rumah harus menjadi bagian dari strategi kota karena banyak anak muda yang kesulitan menjangkau harga rumah di Jakarta,” ujar Agus.
Strategi lainnya adalah memperkuat kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Jakarta. Menurut Agus, pembangunan kota global membutuhkan dukungan investasi yang berkelanjutan dan tidak dapat hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah.
“Peran Bank Jakarta bukan sekadar menghimpun dana dan menyalurkan kredit, tetapi menjadi penghubung antara warga, UMKM, pemerintah, dan investor dalam satu ekosistem kota,” katanya.
Agus menambahkan, transformasi digital harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Teknologi, menurut dia, harus menjadi sarana untuk memperluas kesempatan ekonomi, termasuk bagi pelaku usaha kecil dan keluarga muda.
Ia menilai peran BUMD saat ini telah berkembang tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai penggerak ekosistem pembangunan yang mendorong pemerataan kesempatan ekonomi bagi masyarakat.
“Ukuran keberhasilan Jakarta bukan seberapa tinggi gedung yang berdiri, tetapi seberapa banyak mimpi yang dapat diwujudkan oleh warganya. Jika MRT menghubungkan titik-titik kota, maka Bank Jakarta akan menghubungkan peluang-peluang kehidupan,” kata Agus.
Pramono Jadi Wakil Ketua C40 untuk Bahas Penanganan Krisis Iklim Dunia
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, ditunjuk sebagai Wakil Ketua Steering Committee C40 Cities untuk menangani krisis iklim global, memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global menuju net zero emiss [344] url asal
#pramono-anung #wakil-ketua-c40 #krisis-iklim-dunia #penanganan-iklim #jakarta-net-zero #aksi-iklim-jakarta #kota-global #diplomasi-antarkota #solusi-iklim #pembangunan-berkelanjutan #kerja-sama-intern
(Bisnis.Com - Terbaru) 24/05/26 15:07
v/230579/
Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menjadi Wakil Ketua Steering Committee C40 Cities. Forum terdiri dari sejumlah perwakilan pimpinan kota di dunia untuk membahas penanganan krisis iklim dunia.
Penunjukan tersebut dinilai menjadi pengakuan Jakarta dalam upaya penanganan iklim di kawasan Asia Timur, Asia Tenggara, dan Oseania (ESEAO), serta menjadi contoh bagi kota-kota besar yang berkembang pesat.
Pramono mengatakan upaya ini mampu mendorong Jakarta memperkuat posisinya sebagai kota global untuk mencapai target net zero emission sehingga berdampak kepada masyarakat.
"Bagi Jakarta, komitmen terhadap aksi iklim bukan sekadar wacana, melainkan diwujudkan melalui langkah nyata yang holistik dan melibatkan berbagai sektor. Melalui peran sebagai Vice Chair Steering Committee C40, Jakarta terus memperkuat posisinya sebagai kota global dengan mendorong kepemimpinan kolektif menuju pencapaian net zero emission, sekaligus menghadirkan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (24/5/2026).
Di sisi lain, Kepala Biro Kerja Sama Daerah Setda Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi menyampaikan penunjukan tersebut menandakan kemampuan Jakarta dalam kerja sama internasional dan diplomasi antarkota di tingkat global.
“Kepercayaan yang diberikan kepada Gubernur Pramono Anung sebagai Vice Chair Steering Committee C40 Cities mencerminkan pengakuan dunia terhadap peran Jakarta sebagai kota yang aktif mendorong solusi iklim, pembangunan berkelanjutan, dan diplomasi kota,” jelasnya.
Menurutnya, Pramono akan mewakili suara kawasan ESEAO di tingkat global. Nantinya, Pramono akan membangun kerja sama dengan gubernur dan wali kota di dunia untuk mengatasi persoalan krisis iklim melalui langkah-langkah strategis.
“Momentum ini sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai mitra penting dalam jejaring kota global untuk membangun masa depan perkotaan yang lebih tangguh, inklusif, dan berkeadilan,” ungkapnya.
Sebagai informasi, C40 Cities merupakan jaringan global yang terdiri dari hampir 100 kota besar di dunia dengan komitmen bersama untuk menangani krisis iklim.
Organisasi ini mendorong kolaborasi antarkota melalui pertukaran pengetahuan, pengembangan inovasi kebijakan, serta percepatan penerapan solusi iklim yang memberikan dampak nyata.
Kota-kota yang tergabung dalam C40 merepresentasikan lebih dari 700 juta penduduk dunia dan menyumbang sekitar seperempat perekonomian global. Dengan cakupan tersebut, C40 dinilai menjadi salah satu platform paling berpengaruh dalam mendorong aksi iklim di kawasan perkotaan.
Inkindo Jakarta Dorong Keterlibatan Konsultan Lokal dalam Pembangunan Kota
Inkindo DKI Jakarta dorong konsultan lokal terlibat lebih dalam proyek pembangunan Jakarta menuju kota global, dengan skema KSO dan kebijakan afirmatif. [461] url asal
#konsultan-lokal #transformasi-jakarta #kota-global #proyek-pembangunan #daya-saing-konsultan #inkindo-dki-jakarta #skema-kerja-sama-operasi #kebijakan-afirmatif #pelaku-usaha-lokal #disrupsi-teknologi
(Bisnis.Com - Terbaru) 01/05/26 12:37
v/208539/
Bisnis.com, JAKARTA – Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) DKI Jakarta mendorong penguatan daya saing konsultan lokal agar dapat berperan lebih besar dalam proyek-proyek pembangunan, seiring transformasi Jakarta menuju kota global.
Ketua Inkindo DKI Jakarta Afsdyah Eky Vitalina mengatakan, meskipun potensi proyek di Jakarta sangat besar, selama ini pelaku usaha lokal masih kerap menjadi “penonton di rumah sendiri”. Dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang mencapai lebih dari Rp80 triliun, peluang bagi industri jasa konsultansi dinilai sangat terbuka.
“Pembangunan di Jakarta ini berasal dari pajak masyarakat. Idealnya, pelaku usaha lokal juga terlibat dan mendapatkan porsi dalam setiap proyek, bukan hanya menjadi penonton,” ujar Eky saat ditemui di kantor DPP Inkindo DKI Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Salah satu usulan yang didorong adalah penerapan skema kerja sama operasi (KSO) antara perusahaan luar daerah dengan konsultan lokal untuk proyek-proyek tertentu.
Menurut Eky, saat ini banyak proyek di DKI Jakarta masih dikerjakan oleh konsultan dari luar daerah karena sistem tender yang terbuka secara nasional. Karena itu, pihaknya mendorong adanya kebijakan afirmatif untuk melindungi dan memberdayakan konsultan lokal.
Sebelumnya, Eky menjelaskan di beberapa daerah lain, kebijakan seperti ini sudah diterapkan dan terbukti efektif. Dengan begitu, pihaknya mendorong hal serupa diterapkan di Jakarta.
Selain mendorong kebijakan, Inkindo DKI Jakarta juga aktif melakukan audiensi dengan DPRD dan organisasi perangkat daerah (OPD), serta menjalin kolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta untuk memperkuat advokasi bagi pelaku usaha lokal.
Eky mengakui, tantangan yang dihadapi industri saat ini semakin kompleks. Dengan jumlah anggota mencapai lebih dari 400 perusahaan dari berbagai skala baik kecil, menengah, dan besar, kompleksitas tantangan yang dihadapi INKINDO DKI Jakarta juga jauh lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lain.
Tak hanya persoalan daya saing, perubahan regulasi yang dinilai semakin ketat turut membebani pelaku usaha.
Di sisi lain, disrupsi teknologi juga tidak terelakkan. Penerapan Building Information Modeling (BIM) dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) menjadi keniscayaan yang harus diadopsi oleh seluruh anggota.
“Kalau tidak siap beradaptasi dengan teknologi dan standar global, kita pasti tertinggal. Apalagi Jakarta sedang didorong menjadi kota global,” katanya.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Eky mencatat sejarah sebagai ketua perempuan pertama Inkindo DKI Jakarta. Di industri jasa konsultansi yang selama ini didominasi laki-laki, kehadirannya membawa pendekatan kepemimpinan yang lebih inklusif.
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di bidang jasa konsultansi, Eky yang juga merupakan Direktur Utama PT Duta Cipta Mandiri Engineering Consultant telah terbiasa memimpin tim besar yang mayoritas beranggotakan laki-laki.
“Bagi saya, ini bukan soal laki-laki atau perempuan. Yang penting bagaimana kita bisa menempatkan diri, menghargai orang lain, dan bekerja secara profesional,” ujarnya.
Dia menekankan pentingnya kepemimpinan yang tidak berjarak dan mampu merangkul seluruh anggota. Pendekatan ini juga tercermin dalam visinya yang dikenal dengan konsep gerak cepat, yang mencakup efisiensi, responsivitas, kecerdasan, etika, dan profesionalisme.
Jakarta Marketing Week 2026 Segera Meluncur, Dorong Transformasi Kota Global
Jakarta Marketing Week 2026 hadir 6-10 Mei, dorong Jakarta jadi kota global inklusif, kreatif, dan kolaboratif. Hadirkan program gratis di Kota Kasablanka. [348] url asal
#jakarta-marketing-week #jakarta-marketing-week-2026 #kota-global #transformasi-jakarta #hermawan-kartajaya #kota-inklusif #kolaborasi-lintas-sektor #investasi-jakarta #ekosistem-investasi #emas-invest
(Bisnis.Com - Terbaru) 29/04/26 22:53
v/207036/
Bisnis.com, JAKARTA — Pergelaran Jakarta Marketing Week akan kembali berlangsung pada Mei 2026 mendatang. Ajang pemasaran tahunan ini akan kembali dengan tajuk ANTAM Presents The 14th Annual Jakarta Marketing Week (JAKMW) 2026.
Founder & Chair MCorp Hermawan Kartajaya menyampaikan bahwa Jakarta Marketing Week tahun ini akan mengusung tema “Jakarta, The Global City: Inclusive, Creative, & Collaboration” sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi Jakarta menjadi kota global. Pihaknya menargetkan kehadiran lebih dari 400.000 audiens lintas generasi selama lima hari, yakni pada 6-10 Mei 2026.
“Prinsip utama kota global adalah tidak boleh ada yang merasa ditinggalkan, dan tidak ada yang merasa diistimewakan. Jakarta harus menjadi kota yang inklusif, kreatif, dan tumbuh lewat kolaborasi lintas sektor,” kata Hermawan dalam konferensi pers di MarkPlus Main Campus, Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, aspek ekonomi dan investasi turut berperan dalam memperkuat posisi Jakarta sebagai bagian dari jaringan kota global. Hal ini dapat didorong melalui kolaborasi strategis lintas kota dan institusi.
Sementara itu, M. Adityo Kusumowardhono, Precious Metal Commercial Division Head PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) menyampaikan bahwa emas kini tidak hanya dipandang sebagai komoditas, tetapi sebagai bagian dari ekosistem investasi yang semakin inklusif.
Sebagai Title Partner JAKMW 2026, Adityo menyebut bahwa ekosistem yang terintegrasi secara global dapat memicu masyarakat untuk memiliki peluang yang lebih besar dalam pasar investasi.
“Kami ingin menghadirkan akses investasi yang lebih luas melalui ekosistem emas yang terintegrasi, dari tambang hingga ke tangan konsumen, sekaligus memperkuat konektivitas dengan pasar global,” ujar Adityo.
Adapun, ajang JAKMW 2026 juga menggandeng sejumlah sektor yang relevan dengan tujuan tersebut. Terdapat PAM Jaya dari sektor utilitas, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) dari aspek konektivitas, hingga LSPR Institute of Communication and Business yang mendukung perspektif pendidikan.
Terdapat pula Teater Abang None untuk memperkuat dimensi budaya, Transjakarta dari sisi mobilitas publik, hingga Ismaya Group dari sektor gaya hidup.
Selama penyelenggaraannya, JAKMW 2026 akan menghadirkan rangkaian program yang menggabungkan konferensi, kompetisi, hingga pertunjukan kreatif dalam satu platform kolaboratif.
Seluruh rangkaian JAKMW 2026 dapat diakses secara gratis tanpa dipungut biaya, sehingga masyarakat dapat berkunjung secara langsung di lokasi acara yang terletak di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.
Perkuat GCG, Jakpro Siap Dukung Transformasi Jakarta jadi Kota Global
Jakpro memperkuat prinsip GCG untuk mendukung transformasi Jakarta menjadi kota global dengan fokus pada infrastruktur, transportasi, dan ruang publik. [711] url asal
#jakpro #good-corporate-governance #transformasi-jakarta #kota-global #tata-kelola-perusahaan #infrastruktur-jakarta #transportasi-berkelanjutan #ruang-publik-jakarta #lrt-jakarta #jakarta-internationa
(Bisnis.Com - Terbaru) 08/01/26 20:30
v/97734/
Bisnis.com, JAKARTA - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro memperkuat komitmen dalam penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten dan berkelanjutan.
Penerapan tata kelola tersebut menjadi fondasi utama dalam setiap aksi korporasi serta pelaksanaan penugasan strategis dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Apalagi, Jakpro merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang memiliki peran penting dalam pengembangan infrastruktur, properti, dan pengelolaan aset kota.
Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin memastikan seluruh aktivitas bisnis berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Perusahaan menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, serta kewajaran (fairness) dalam setiap proses bisnisnya.
Implementasi GCG di Jakpro dilakukan secara menyeluruh di seluruh lini usaha melalui penguatan sistem Governance, Risk, and Compliance (GRC). Upaya ini didukung oleh pemanfaatan teknologi seperti penerapan Enterprise Resource Planning (ERP) dan E-Procurement, serta penguatan budaya integritas melalui Code of Conduct, whistleblowing system, dan kepemilikan sertifikasi SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan.
“Penerapan GCG menjadi landasan Jakpro dalam memastikan setiap penugasan strategis dijalankan secara profesional, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Iwan Takwin dalam keterangan resmi, Kamis (8/1/2026).
Atas konsistensi tersebut, Jakpro telah menjalani penilaian independen oleh BPKP Perwakilan DKI Jakarta pada 2024 dan meraih predikat “Berubah” dengan skor 94,04 dari skala 100. Pencapaian ini menjadi bentuk nyata dukungan perusahaan terhadap visi Jakarta yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Penugasan Strategis Kota, Transportasi Berkelanjutan, dan Aktivasi Ruang Publik
Sepanjang 2025, Jakpro menyelesaikan dan melanjutkan berbagai penugasan strategis sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, yang mencakup pengelolaan infrastruktur olahraga, pengembangan ruang publik, serta penguatan sistem transportasi perkotaan.
Optimalisasi Jakarta International Stadium (JIS) sebagai markas resmi Persija Jakarta dilakukan melalui pengelolaan kawasan yang tertib dan terintegrasi, serta didukung peningkatan konektivitas transportasi publik.
Dari sisi sosial, proses transisi warga eks Kampung Bayam ke Hunian Pekerja Pendukung Operasional (HPPO) di kawasan JIS dilaksanakan dengan pendekatan humanis untuk memastikan hunian yang layak dan terintegrasi dengan aktivitas kawasan.
“JIS kini tidak hanya menjadi ikon olahraga nasional, tetapi juga ruang publik yang memberi nilai tambah sosial dan ekonomi bagi kota,” ujar Iwan.
Selain JIS, Jakpro juga memaksimalkan fungsi Velodrome Jakarta sebagai venue multipurpose yang adaptif dan inklusif. Sepanjang 2025, fasilitas ini digunakan untuk berbagai kegiatan nasional dan internasional, mulai dari ajang olahraga seperti SEA V League 2025, kompetisi esport Mobile Legends, konser musik, hingga aktivitas komunitas seperti Jakarta Drum Corps International.
Pemanfaatan tersebut memperkuat peran Velodrome sebagai ruang publik aktif yang mendorong interaksi sosial, ekonomi kreatif, serta gaya hidup urban yang dinamis.
"Dalam sektor transportasi, Jakpro menjalankan penugasan pembangunan LRT Jakarta Fase 1B yang hingga 31 Desember 2025 mencatat deviasi positif sebesar 89,22% dan melampaui target yang ditetapkan. Proyek ini menjadi bagian penting dalam penguatan sistem transportasi publik yang efisien, andal, dan berkelanjutan," imbuhnya.
Dengan operasional berbasis tenaga listrik, LRT Jakarta berkontribusi signifikan dalam menekan emisi karbon per penumpang per kilometer dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi.
Meningkatnya jumlah pengguna LRT Jakarta juga mencerminkan pergeseran perilaku masyarakat menuju transportasi umum, yang berdampak pada berkurangnya kemacetan dan jejak karbon kota.
"Secara keseluruhan, pengoperasian LRT Jakarta Fase 1A dan 1B diproyeksikan mampu menurunkan emisi hingga 2.927.250 ton CO2, dengan target jumlah penumpang mencapai 18 juta orang pada 2028," kata Iwan.
Di luar sektor transportasi, Jakpro terus mengembangkan Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai pusat seni, budaya, dan edukasi. Selama periode libur akhir tahun 22 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, kawasan TIM mencatat kunjungan sebanyak 67.198 orang.
Planetarium Jakarta menjadi salah satu pusat edukasi sains dan antariksa yang dikembangkan dengan standar internasional. Penguatan ekosistem TIM juga ditandai dengan kehadiran Paviliun Raden Saleh (ARTOTEL Curated), hasil kolaborasi Jakpro dan Artotel Group, yang mendukung aktivitas seniman, ekonomi kreatif, serta penyelenggaraan kegiatan seni budaya berskala nasional dan internasional.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, lanjutnya, Jakpro berkontribusi aktif dalam mendorong transformasi Jakarta menuju kota global. Kontribusi tersebut mencakup penyediaan ruang hunian yang layak dan nyaman, penguatan daya tarik pariwisata dan interaksi budaya, serta pengelolaan ruang publik yang bersih, aman, dan berkelanjutan.
Upaya ini diperkuat dengan peningkatan aksesibilitas dan konektivitas intra maupun antarkota, penguatan ekonomi perkotaan yang terhubung secara global, serta pengembangan kapasitas inovasi kota yang berkelanjutan.
“Melalui penerapan GCG yang konsisten dan pelaksanaan penugasan strategis yang terukur, Jakpro berkomitmen menghadirkan pembangunan yang berdampak nyata serta mendukung transformasi Jakarta menuju kota global yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing,” tutur Iwan.
4 Dekade Potret Jatuh Bangun Ekonomi Jakarta: Dihantam Krismon hingga Bangkit Usai Pandemi
Simak perjalanan ekonomi Jakarta selama empat dekade. Mulai dari booming era 80-an, dihantam krisis moneter, hingga akhirnya bangkit pascapandemi Covid-19. [1,789] url asal
#jakarta-ekonomi #krisis-moneter #pertumbuhan-ekonomi-jakarta #transportasi-jakarta #transjakarta #mrt-jakarta #lrt-jakarta #pandemi-covid-19 #pemulihan-ekonomi #ibu-kota-negara #kota-global #infrastru
(Bisnis.Com - Terbaru) 10/12/25 19:52
v/68270/
Bisnis.com, JAKARTA - “Macet lagi, jalanan macet gara-gara Si Komo Lewat. Pak Polisi jadi bingung, orang-orang ikut bingung. Macet lagi, macet lagi, cet. Jalan Thamrin, Jalan Sudirman. Katanya berkeliling kota.”
Lagu anak-anak berjudul “Si Komo” diciptakan oleh Kak Seto alias Seto Mulyadi memang sudah dirilis pada tahun 1990-an. Namun, petikan lagu yang pasti dihafal oleh anak-anak generasi millenial tersebut nyatanya masih menjadi permasalahan yang dihadapi pemerintah Jakarta saat ini: MACET.
Kemacetan Jakarta memang sulit diurai bak benang kusut. Meski demikian, padatnya lalu lintas di kota ini menunjukkan pesatnya pertumbuhan dari sisi sosial dan ekonomi. Seperti gula, Jakarta menawarkan cita rasa ‘manis’ yang membuat ‘semut-semut’ dari berbagai kota di Indonesia berdatangan demi memperbaiki nasib mereka.
Dari kota pelabuhan “Batavia”, Jakarta bersolek menjadi kota modern yang menjadi citra atau ikon Indonesia di mata dunia internasional.
Tonggak pembangunan kota Jakarta yang modern tak lepas dari sosok Ali Sadikin. Dia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dari 1966-1977, menggantikan Soemarno Sosroatmodjo. Dilantik langsung oleh Presiden Soekarno pada 1966, Ali Sadikin menjadi salah satu Gubernur DKI Jakarta dengan masa jabatan terpanjang dan paling berpengaruh dalam pembangunan Jakarta menjadi kota metropolitan.
Mengutip dispusip.jakarta.go.id, proyek-proyek pengembangan buah pikiran Bang Ali, sapaan akrab Ali Sadikin, antara lain Taman Ismail Marzuki, Kebun Binatang Ragunan, proyek Senen, Taman Impian Jaya Ancol, Taman Ria Monas, Taman Ria Remaja, Pasar Melawai Blok M, Kota Satelit Pluit di Jakarta Utara, hingga terminal Kota dan Tanjung Priok.
Bang Ali juga mencetuskan pesta rakyat setiap tahun pada hari jadi kota Jakarta yang diperingati setiap tanggal 22 Juni hingga saat ini. Perubahan citra menjadi kota metropolitan yang berdampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi Jakarta bahkan Indonesia.
Berdasarkan buku “Pendapatan Regional DKI Jakarta 1980-1984” yang secara seri diterbitkan setiap tahun oleh Kantor Statistik Provinsi DKI Jakarta, laju pertumbuhan ekonomi Jakarta selama periode 1980-1984 tercatat sebesar 10,18% setiap tahun dengan laju pertumbuhan masing-masing 17,39% (1981), 4,73% (1982), 8,24% (1983), dan 10,37% (1984).
“Pertumbuhan perekonomian DKI Jakarta lebih pesat dari pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya mencapai 5,83%,” tulis buku Pendapatan Regional DKI Jakarta 1980-1984 yang dikutip, Rabu (10/12/2025).
Struktur perekonomian Jakarta perlahan berubah. Dari kota pelabuhan, Jakarta bertransformasi tak hanya sebagai Ibu Kota Negara, tetapi pusat perdagangan, pusat jasa keuangan dan perbankan, dan pusat hiburan. Kala itu, provinsi lain masih bertumpu pada sektor pertanian dan perkebunan.
Besarnya pendapatan per kapita atas dasar harga yang berlaku pen duduk DKI Jakarta tahun 1984 sebesar Rp1.089.472,11 sedangkan sebelumnya adalah Rp896.410,17.
Apabila dibandingkan dengan pendapatan nasional per kapita penduduk Indonesia ternyata pendapatan per kapita penduduk DKI Jakarta menerima dua kali lebih besar dari pendapatan per kapita nasional.
“Besarnya pendapatan nasional per kapita atas dasar harga yang berlaku untuk tahun 1984 adalah Rp471.486.- sedangkan tahun sebelumnya sebesar Rp417.148,” tulis buku Pendapatan Regional DKI Jakarta 1980-1984.

Terpuruk Krisis Moneter
Memasuki periode tahun 1990-an, ekonomi DKI Jakarta terus melejit. Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jakarta pada periode awal 90-an masing-masing sebesar 8,61% (1994), 9,27% (1995), 9,10% (1996).
Namun, perlambatan ekonomi DKI Jakarta terjadi pada 1997, atau saat dimulainya tanda-tanda krisis moneter Asia, dimana pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 5,11% yoy.
Puncaknya, pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta tahun 1998 yang dihitung dari kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 1993, tercatat sebesar -17,63%. Laju pertumbuhan ini jauh lebih rendah dibanding dengan laju pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya (yoy) yang mencapai 5,11% .
Rendahnya laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 1998 terjadi karena adanya penurunan kegiatan ekonomi sebagai dampak krisis ekonomi, yang gejalanya dimulai dari depresiasi nilai tukar rupiah pada bulan-bulan terakhir tahun 1997. Dampak dari depresiasi nilai rupiah tersebut ternyata sangat berpengaruh ke semua sektor ekonomi di DKI Jakarta.
“Bila dibandingkan dengan laju pertumbuhan nasional yang tercatat -13,20%, laju pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta memang tampak lebih terpuruk. Karena sumbangannya yang besar terhadap perekonomian nasional yakni sekitar 17%, maka sedikit saja perubahan di DKI Jakarta akan sangat memengaruhi perekonomian Indonesia,” tulis laporan Pendapatan Regional DKI Jakarta 1995-1998.
Tahun 2000 menjadi momen yang penting bagi perekonomian DKI Jakarta. Sejak krisis melanda (pertengahan 1997), baru pada tahun 2000 ekonomi DKI Jakarta mampu mencapai pertumbuhan positif sebesar 4,33%.

Transformasi Angkutan Massal
Semakin masifnya pembangunan terus menambah jumlah pendatang yang ingin tinggal dan mengadu nasib di kota Jakarta.
Sebagai ibukota negara, Jakarta semakin dipadati penduduk dengan berbagai aktivitas di ruang publik. Dimulai 18 tahun lalu, akhirnya muncul jawaban dari keluhan warga Ibu Kota terhadap kebutuhan transportasi umum yang ramah, aman, dan terjangkau: TransJakarta.
Sistem transportasi modern berupa Bus Rapid Transit (BRT) ini merupakan ide Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Dia mengadopsi moda transportasi berbasis bus yang sudah diterapkan di Bogota, Kolombia.
Sejak peresmian pertamanya pada 15 Januari 2004 hingga dua pekan selanjutnya, pemberlakuan uji coba koridor pertama TransJakarta dari Blok M–Jakarta Kota dilakukan secara gratis. Koridor 1 TransJakarta yang Bersejarah Jalan-jalan yang dilalui koridor 1, antara lain Jalan Sultan Hasanuddin, Jalan Trunojoyo, Jalan Sisingamangaraja, Sudirman, MH Thamrin, Medan Merdeka Barat, dan Gajah Mada/Hayam Wuruk.
Dari hanya 1 koridor yang menghubungkan Stasiun Kota-Terminal Blok M, TransJakarta kini menjadi urat nadi transportasi untuk warga dengan total 14 koridor yang menyambungkan lima wilayah kota Jakarta hingga Bodetabek.

Selain TransJakarta, Pemprov DKI di bawah pemerintahan Gubernur Joko Widodo akhirnya memulai pembangunan moda transportasi massal berbasis kereta atau mass rapid transit (MRT) Jakarta. Untuk fase I, MRT Jakarta memiliki rute dari Bunderan Hotel Indonesia (HI) hingga Lebak Bulus.
Saat ini, PT MRT Jakarta (Perseroda) tengah membangun fase II dari Bunderan HI menuju Stasiun Kota. MRT Jakarta bukan hanya menjadi salah satu solusi kemacetan, tetapi potret kehidupan urban Jakarta yang modern.
Jakarta juga memiliki moda transportasi light rail transit (LRT) yang menghubungkan Velodrome-Kelapa Gading serta LRT Jabodebek, yang dioperasikan oleh PT KAI, menjadi lintas rel terpadu untuk melayani daerah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.
Pemprov DKI Jakarta di era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama merevitalisasi armada kecil alias angkot untuk masuk ke dalam kesatuan Transit Oriented Development (TOD). Gubernur Jakarta selanjutnya, Anies Baswedan sukses menerapkan konsep JakLingko yang membuat angkot-angkot berwajah baru tersebut masuk ke dalam operasional Transjakarta.

Era Pandemi Covid-19 hingga Kebangkitan Ekonomi
2020 menjadi tahun tergelap di era modern. Bukan hanya untuk Jakarta dan Indonesia, tetapi seluruh dunia. Pandemi Covid-19 membuat roda ekonomi berhenti mendadak, Jakarta mengalami kontraksi ekonomi pertama dalam dua dekade terakhir.
Warna grafik makroekonomi yang tadinya hijau mendadak berubah menjadi merah. Pertumbuhan minus, investasi tertahan, konsumsi masyarakat terus menurun.
Titik nadir ekonomi Jakarta terjadi pada kuartal III/2020 -3,89% (yoy). Untungnya hal itu tak terjadi lama. Bank Indonesia mencatat Prbaikan ekonomi Jakarta masih berlanjut pada kuartal IV/2020 yang mencapai -2,14% (yoy), membaik dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.
Periode Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi yang meningkatkan mobilitas masyarakat, kinerja ekspor yang membaik serta masih tingginya stimulus fiskal, telah memperbaiki kinerja ekonomi pada akhir 2020.
Namun hanya dalam beberapa tahun, grafik itu kembali menanjak. Bukan drastis, tapi stabil. Dari akhir 2020 hingga 2024, perekonomian Jakarta konsisten tumbuh di kisaran 3,6%-5,25%.
| Pertumbuhan Ekonomi Jakarta 2020-2024 | |
|---|---|
| Tahun | Persentase (yoy) |
| 2020 | -2,36% |
2021 | 3,56% |
2022 | 5,25% |
2023 | 4,96% |
2024 | 4,90% |
Sumber: BPS DKI Jakarta, diolah
“Pertumbuhan ekonomi Jakarta menunjukkan tren positif stabil di kisaran 4,9%-5,1% pada 2025, didorong oleh pemulihan pasca-pandemi, momen hari besar keagamaan, pembangunan infrastruktur, acara kreatif (konser, festival), dan sektor jasa (akomodasi, makan minum, transportasi),” tulis Bank Indonesia.
Dari Ibu Kota jadi Kota Global
Selama satu dekade memimpin Indonesia, Presiden ke-7 RI Jokowi berhasil mengubah pola pembangunan yang sebelumnya berfokus di Pulau Jawa kini menjadi merata di berbagai wilayah, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Selama Puluhan tahun, pembangunan yang masif selalu dilakukan di Pulau Jawa lantaran banyaknya jumlah penduduk yang tinggal di sana.
Padahal, Presiden Jokowi menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya Jakarta, bukan hanya Pulau Jawa. Justru, dia mengingatkan bahwa Indonesia adalah seluruh pelosok Tanah Air, dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote.
“Karena itulah pembangunan yang kita lakukan harus terus Indonesia Sentris yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh pelosok Nusantara,” kata Presiden Jokowi.
Imbasnya, status Ibu Kota Negara yang puluhan tahun dipegang oleh DKI Jakarta akhirnya berakhirnya. Namun, pemindahan Ibu Kota ke IKN justru menjadi nafas baru bagi Jakarta.
Setelah tak menyandang status Ibu Kota, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen mewujudkan Jakarta menjadi satu dari 50 top kota global. Langkah ini diwujudkan melalui akselerasi inovasi di tiga bidang utama, yakni transportasi, infrastruktur, serta layanan digital.
"Yang pertama adalah yang menjadi kata kunci kalau Jakarta ingin naik menjadi top 50 yang dilakukan perbaikan adalah hal yang berkaitan dengan mobilitas dan transportasi," ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dilansir dari Berita Jakarta, Rabu (10/12/2025).

Pramono menekankan bahwa perbaikan transportasi dan mobilitas merupakan kunci utama untuk meningkatkan peringkat Jakarta di kancah global. Dia bahkan menyebutkan bahwa Jakarta kini tidak lagi masuk dalam daftar 10 kota termacet di dunia. Sementara New York, yang merupakan kota global, masih berada di peringkat kedua.
"Ternyata kemacetan itu bukan kemudian menjadi ukuran sebuah kota global menjadi nomor berapa," katanya.
Selain perbaikan transportasi, Pemprov DKI Jakarta juga berupaya untuk mengoptimalkan infrastruktur yang sudah dimiliki, baik yang berupa aset maupun infrastruktur fisik. Sebab selama ini infrastruktur yang ada belum dimanfaatkan secara maksimal.
"Seperti yang dikelola oleh Jakpro misalnya Velodrome, JIS, TIM, dan sebagainya. Tetapi persoalan kita yang paling utama adalah infrastruktur ini belum termanfaatkan secara maksimal," kata Pramono.
Menurutnya, upaya Pemprov DKI untuk menghidupkan kembali Jakarta International Stadium (JIS) yang kini diminati banyak pihak. Melalui perbaikan akses transportasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, JIS kini disebutnya semakin ramai dikunjungi.
Selain itu, Pramono juga mendorong peningkatan infrastruktur dan aksesibilitas digital di Jakarta. Ia menekankan bahwa government digital network menjadi kunci utama untuk mewujudkan Jakarta menjadi 50 top kota global.
"Government digital network ini menjadi kata kunci kalau Jakarta ingin naik kelas terutama hal yang berkaitan dengan infrastruktur digital," ungkap Pramono.
Dia mencontohkan New York yang memiliki banyak ruang publik dengan aksesibilitas yang mudah serta dilengkapi dengan jaringan nirkabel. Oleh karena itu, Pramono mendorong agar Jakarta juga menyediakan akses nirkabel di ruang publik dan memperkuat jaringan serat optik.
"Dan kita juga harus mulai berpikir bahwa inilah yang nanti menjadi kunci utama pembangunan yang ada di Jakarta ini melalui government digital network," ucap Pramono.
4 Dekade Potret Ekonomi Jakarta: Dari Ibu Kota Menuju Kota Global
Selama 4 dekade, Jakarta terus berkembang dari Ibu Kota Negara hingga akhirnya berpacu demi meraih predikat Kota Global. [1,789] url asal
#jakarta #jakarta-kota-global #ekonomi-jakarta #potret-ekonomi-jakarta #kemacetan-jakarta #kota-global #ibu-kota-indonesia #pertumbuhan-ekonomi-jakarta #transportasi-jakarta #transjakarta #mrt-jakarta
(Bisnis.Com - Terbaru) 10/12/25 19:52
v/68234/
Bisnis.com, JAKARTA - “Macet lagi, jalanan macet gara-gara Si Komo Lewat. Pak Polisi jadi bingung, orang-orang ikut bingung. Macet lagi, macet lagi, cet. Jalan Thamrin, Jalan Sudirman. Katanya berkeliling kota.”
Lagu anak-anak berjudul “Si Komo” diciptakan oleh Kak Seto alias Seto Mulyadi memang sudah dirilis pada tahun 1990-an. Namun, petikan lagu yang pasti dihafal oleh anak-anak generasi millenial tersebut nyatanya masih menjadi permasalahan yang dihadapi pemerintah Jakarta saat ini: MACET.
Kemacetan Jakarta memang sulit diurai bak benang kusut. Meski demikian, padatnya lalu lintas di kota ini menunjukkan pesatnya pertumbuhan dari sisi sosial dan ekonomi. Seperti gula, Jakarta menawarkan cita rasa ‘manis’ yang membuat ‘semut-semut’ dari berbagai kota di Indonesia berdatangan demi memperbaiki nasib mereka.
Dari kota pelabuhan “Batavia”, Jakarta bersolek menjadi kota modern yang menjadi citra atau ikon Indonesia di mata dunia internasional.
Tonggak pembangunan kota Jakarta yang modern tak lepas dari sosok Ali Sadikin. Dia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dari 1966-1977, menggantikan Soemarno Sosroatmodjo. Dilantik langsung oleh Presiden Soekarno pada 1966, Ali Sadikin menjadi salah satu Gubernur DKI Jakarta dengan masa jabatan terpanjang dan paling berpengaruh dalam pembangunan Jakarta menjadi kota metropolitan.
Mengutip dispusip.jakarta.go.id, proyek-proyek pengembangan buah pikiran Bang Ali, sapaan akrab Ali Sadikin, antara lain Taman Ismail Marzuki, Kebun Binatang Ragunan, proyek Senen, Taman Impian Jaya Ancol, Taman Ria Monas, Taman Ria Remaja, Pasar Melawai Blok M, Kota Satelit Pluit di Jakarta Utara, hingga terminal Kota dan Tanjung Priok.
Bang Ali juga mencetuskan pesta rakyat setiap tahun pada hari jadi kota Jakarta yang diperingati setiap tanggal 22 Juni hingga saat ini. Perubahan citra menjadi kota metropolitan yang berdampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi Jakarta bahkan Indonesia.
Berdasarkan buku “Pendapatan Regional DKI Jakarta 1980-1984” yang secara seri diterbitkan setiap tahun oleh Kantor Statistik Provinsi DKI Jakarta, laju pertumbuhan ekonomi Jakarta selama periode 1980-1984 tercatat sebesar 10,18% setiap tahun dengan laju pertumbuhan masing-masing 17,39% (1981), 4,73% (1982), 8,24% (1983), dan 10,37% (1984).
“Pertumbuhan perekonomian DKI Jakarta lebih pesat dari pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya mencapai 5,83%,” tulis buku Pendapatan Regional DKI Jakarta 1980-1984 yang dikutip, Rabu (10/12/2025).
Struktur perekonomian Jakarta perlahan berubah. Dari kota pelabuhan, Jakarta bertransformasi tak hanya sebagai Ibu Kota Negara, tetapi pusat perdagangan, pusat jasa keuangan dan perbankan, dan pusat hiburan. Kala itu, provinsi lain masih bertumpu pada sektor pertanian dan perkebunan.
Besarnya pendapatan per kapita atas dasar harga yang berlaku pen duduk DKI Jakarta tahun 1984 sebesar Rp1.089.472,11 sedangkan sebelumnya adalah Rp896.410,17.
Apabila dibandingkan dengan pendapatan nasional per kapita penduduk Indonesia ternyata pendapatan per kapita penduduk DKI Jakarta menerima dua kali lebih besar dari pendapatan per kapita nasional.
“Besarnya pendapatan nasional per kapita atas dasar harga yang berlaku untuk tahun 1984 adalah Rp471.486.- sedangkan tahun sebelumnya sebesar Rp417.148,” tulis buku Pendapatan Regional DKI Jakarta 1980-1984.

Terpuruk Krisis Moneter
Memasuki periode tahun 1990-an, ekonomi DKI Jakarta terus melejit. Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jakarta pada periode awal 90-an masing-masing sebesar 8,61% (1994), 9,27% (1995), 9,10% (1996).
Namun, perlambatan ekonomi DKI Jakarta terjadi pada 1997, atau saat dimulainya tanda-tanda krisis moneter Asia, dimana pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 5,11% yoy.
Puncaknya, pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta tahun 1998 yang dihitung dari kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 1993, tercatat sebesar -17,63%. Laju pertumbuhan ini jauh lebih rendah dibanding dengan laju pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya (yoy) yang mencapai 5,11% .
Rendahnya laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 1998 terjadi karena adanya penurunan kegiatan ekonomi sebagai dampak krisis ekonomi, yang gejalanya dimulai dari depresiasi nilai tukar rupiah pada bulan-bulan terakhir tahun 1997. Dampak dari depresiasi nilai rupiah tersebut ternyata sangat berpengaruh ke semua sektor ekonomi di DKI Jakarta.
“Bila dibandingkan dengan laju pertumbuhan nasional yang tercatat -13,20%, laju pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta memang tampak lebih terpuruk. Karena sumbangannya yang besar terhadap perekonomian nasional yakni sekitar 17%, maka sedikit saja perubahan di DKI Jakarta akan sangat memengaruhi perekonomian Indonesia,” tulis laporan Pendapatan Regional DKI Jakarta 1995-1998.
Tahun 2000 menjadi momen yang penting bagi perekonomian DKI Jakarta. Sejak krisis melanda (pertengahan 1997), baru pada tahun 2000 ekonomi DKI Jakarta mampu mencapai pertumbuhan positif sebesar 4,33%.

Transformasi Angkutan Massal
Semakin masifnya pembangunan terus menambah jumlah pendatang yang ingin tinggal dan mengadu nasib di kota Jakarta.
Sebagai ibukota negara, Jakarta semakin dipadati penduduk dengan berbagai aktivitas di ruang publik. Dimulai 18 tahun lalu, akhirnya muncul jawaban dari keluhan warga Ibu Kota terhadap kebutuhan transportasi umum yang ramah, aman, dan terjangkau: TransJakarta.
Sistem transportasi modern berupa Bus Rapid Transit (BRT) ini merupakan ide Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Dia mengadopsi moda transportasi berbasis bus yang sudah diterapkan di Bogota, Kolombia.
Sejak peresmian pertamanya pada 15 Januari 2004 hingga dua pekan selanjutnya, pemberlakuan uji coba koridor pertama TransJakarta dari Blok M–Jakarta Kota dilakukan secara gratis. Koridor 1 TransJakarta yang Bersejarah Jalan-jalan yang dilalui koridor 1, antara lain Jalan Sultan Hasanuddin, Jalan Trunojoyo, Jalan Sisingamangaraja, Sudirman, MH Thamrin, Medan Merdeka Barat, dan Gajah Mada/Hayam Wuruk.
Dari hanya 1 koridor yang menghubungkan Stasiun Kota-Terminal Blok M, TransJakarta kini menjadi urat nadi transportasi untuk warga dengan total 14 koridor yang menyambungkan lima wilayah kota Jakarta hingga Bodetabek.

Selain TransJakarta, Pemprov DKI di bawah pemerintahan Gubernur Joko Widodo akhirnya memulai pembangunan moda transportasi massal berbasis kereta atau mass rapid transit (MRT) Jakarta. Untuk fase I, MRT Jakarta memiliki rute dari Bunderan Hotel Indonesia (HI) hingga Lebak Bulus.
Saat ini, PT MRT Jakarta (Perseroda) tengah membangun fase II dari Bunderan HI menuju Stasiun Kota. MRT Jakarta bukan hanya menjadi salah satu solusi kemacetan, tetapi potret kehidupan urban Jakarta yang modern.
Jakarta juga memiliki moda transportasi light rail transit (LRT) yang menghubungkan Velodrome-Kelapa Gading serta LRT Jabodebek, yang dioperasikan oleh PT KAI, menjadi lintas rel terpadu untuk melayani daerah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.
Pemprov DKI Jakarta di era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama merevitalisasi armada kecil alias angkot untuk masuk ke dalam kesatuan Transit Oriented Development (TOD). Gubernur Jakarta selanjutnya, Anies Baswedan sukses menerapkan konsep JakLingko yang membuat angkot-angkot berwajah baru tersebut masuk ke dalam operasional Transjakarta.

Era Pandemi Covid-19 hingga Kebangkitan Ekonomi
2020 menjadi tahun tergelap di era modern. Bukan hanya untuk Jakarta dan Indonesia, tetapi seluruh dunia. Pandemi Covid-19 membuat roda ekonomi berhenti mendadak, Jakarta mengalami kontraksi ekonomi pertama dalam dua dekade terakhir.
Warna grafik makroekonomi yang tadinya hijau mendadak berubah menjadi merah. Pertumbuhan minus, investasi tertahan, konsumsi masyarakat terus menurun.
Titik nadir ekonomi Jakarta terjadi pada kuartal III/2020 -3,89% (yoy). Untungnya hal itu tak terjadi lama. Bank Indonesia mencatat Prbaikan ekonomi Jakarta masih berlanjut pada kuartal IV/2020 yang mencapai -2,14% (yoy), membaik dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.
Periode Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi yang meningkatkan mobilitas masyarakat, kinerja ekspor yang membaik serta masih tingginya stimulus fiskal, telah memperbaiki kinerja ekonomi pada akhir 2020.
Namun hanya dalam beberapa tahun, grafik itu kembali menanjak. Bukan drastis, tapi stabil. Dari akhir 2020 hingga 2024, perekonomian Jakarta konsisten tumbuh di kisaran 3,6%-5,25%.
| Pertumbuhan Ekonomi Jakarta 2020-2024 | |
|---|---|
| Tahun | Persentase (yoy) |
| 2020 | -2,36% |
2021 | 3,56% |
2022 | 5,25% |
2023 | 4,96% |
2024 | 4,90% |
Sumber: BPS DKI Jakarta, diolah
“Pertumbuhan ekonomi Jakarta menunjukkan tren positif stabil di kisaran 4,9%-5,1% pada 2025, didorong oleh pemulihan pasca-pandemi, momen hari besar keagamaan, pembangunan infrastruktur, acara kreatif (konser, festival), dan sektor jasa (akomodasi, makan minum, transportasi),” tulis Bank Indonesia.
Dari Ibu Kota jadi Kota Global
Selama satu dekade memimpin Indonesia, Presiden ke-7 RI Jokowi berhasil mengubah pola pembangunan yang sebelumnya berfokus di Pulau Jawa kini menjadi merata di berbagai wilayah, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Selama Puluhan tahun, pembangunan yang masif selalu dilakukan di Pulau Jawa lantaran banyaknya jumlah penduduk yang tinggal di sana.
Padahal, Presiden Jokowi menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya Jakarta, bukan hanya Pulau Jawa. Justru, dia mengingatkan bahwa Indonesia adalah seluruh pelosok Tanah Air, dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote.
“Karena itulah pembangunan yang kita lakukan harus terus Indonesia Sentris yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh pelosok Nusantara,” kata Presiden Jokowi.
Imbasnya, status Ibu Kota Negara yang puluhan tahun dipegang oleh DKI Jakarta akhirnya berakhirnya. Namun, pemindahan Ibu Kota ke IKN justru menjadi nafas baru bagi Jakarta.
Setelah tak menyandang status Ibu Kota, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen mewujudkan Jakarta menjadi satu dari 50 top kota global. Langkah ini diwujudkan melalui akselerasi inovasi di tiga bidang utama, yakni transportasi, infrastruktur, serta layanan digital.
"Yang pertama adalah yang menjadi kata kunci kalau Jakarta ingin naik menjadi top 50 yang dilakukan perbaikan adalah hal yang berkaitan dengan mobilitas dan transportasi," ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dilansir dari Berita Jakarta, Rabu (10/12/2025).

Pramono menekankan bahwa perbaikan transportasi dan mobilitas merupakan kunci utama untuk meningkatkan peringkat Jakarta di kancah global. Dia bahkan menyebutkan bahwa Jakarta kini tidak lagi masuk dalam daftar 10 kota termacet di dunia. Sementara New York, yang merupakan kota global, masih berada di peringkat kedua.
"Ternyata kemacetan itu bukan kemudian menjadi ukuran sebuah kota global menjadi nomor berapa," katanya.
Selain perbaikan transportasi, Pemprov DKI Jakarta juga berupaya untuk mengoptimalkan infrastruktur yang sudah dimiliki, baik yang berupa aset maupun infrastruktur fisik. Sebab selama ini infrastruktur yang ada belum dimanfaatkan secara maksimal.
"Seperti yang dikelola oleh Jakpro misalnya Velodrome, JIS, TIM, dan sebagainya. Tetapi persoalan kita yang paling utama adalah infrastruktur ini belum termanfaatkan secara maksimal," kata Pramono.
Menurutnya, upaya Pemprov DKI untuk menghidupkan kembali Jakarta International Stadium (JIS) yang kini diminati banyak pihak. Melalui perbaikan akses transportasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, JIS kini disebutnya semakin ramai dikunjungi.
Selain itu, Pramono juga mendorong peningkatan infrastruktur dan aksesibilitas digital di Jakarta. Ia menekankan bahwa government digital network menjadi kunci utama untuk mewujudkan Jakarta menjadi 50 top kota global.
"Government digital network ini menjadi kata kunci kalau Jakarta ingin naik kelas terutama hal yang berkaitan dengan infrastruktur digital," ungkap Pramono.
Dia mencontohkan New York yang memiliki banyak ruang publik dengan aksesibilitas yang mudah serta dilengkapi dengan jaringan nirkabel. Oleh karena itu, Pramono mendorong agar Jakarta juga menyediakan akses nirkabel di ruang publik dan memperkuat jaringan serat optik.
"Dan kita juga harus mulai berpikir bahwa inilah yang nanti menjadi kunci utama pembangunan yang ada di Jakarta ini melalui government digital network," ucap Pramono.
Toleransi Jadi Kunci Utama Mewujudkan Jakarta Kota Global
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik Cyril Raoul Hakim alias Chico Hakim mengungkapkan bahwa toleransi adalah kunci utama untuk mewujudkan... | Halaman Lengkap [757] url asal
#perayaan-natal #chico-hakim #jakarta-kota-global #natal #toleransi
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 10/12/25 16:17
v/67936/
JAKARTA - Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik Cyril Raoul Hakim alias Chico Hakim mengungkapkan bahwa toleransi adalah kunci utama untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global. Hal tersebut dikatakannya saat menghadiri Perayaan Natal Pelajar perdana di Jakarta Utara yang diselenggarakan oleh Laskar Garuda Pancasila (LGP) DKI Jakarta di Auditorium GJU, Selasa (9/12/2025).Diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan ibu kota negara menjadi kota global dengan mengedepankan toleransi antarumat beragama sebagai fondasi utama. Langkah strategis ini merupakan prioritas utama Gubernur Pramono Anung dalam membangun Jakarta yang inklusif. Semangat toleransi dan kebersamaan ini terefleksi dalam Perayaan Natal Pelajar perdana di Jakarta Utara yang diselenggarakan oleh Laskar Garuda Pancasila (LGP) DKI Jakarta.
"Jakarta sebagai kota metropolitan adalah kota yang isinya dari segala macam suku, agama, ras maupun golongan. Kita sudah menjadi kota terbesar di Indonesia, bahkan nanti ke depan Pak Pramono Anung sebagai Gubernur mencanangkan kita sebagai kota global. Salah satu yang memang harus dijaga terus adalah tingkat toleransi di antara kita semua," kata Chico.

Dia menegaskan bahwa keberagaman di Jakarta bukanlah hambatan, melainkan kekuatan yang harus dipelihara. Dia mengaku bersyukur dengan pengalaman pendidikannya di sekolah Katolik sejak SD hingga SMP, yang membuatnya memahami betul pentingnya toleransi antarumat beragama.
.jpg)
"Saya Alhamdulillah bersyukur walaupun saya beragama Islam, saya SD-nya itu SD Katolik, SMP-nya juga sekolah Katolik. Jadi bukan hal yang baru bagi saya untuk bisa melihat perayaan-perayaan seperti ini dan mengikuti perayaan-perayaan seperti ini. Tentunya selalu membahagiakan," ujarnya.
Dia menekankan bahwa cultural experience atau pengalaman berbudaya melalui perayaan keagamaan harus terus dilakukan. "Ini terus harus dilakukan demi mengingatkan kita bahwa kita ini hidup tidak sendirian di Jakarta Utara. Khususnya ada umat Kristiani, ada umat Islam, ada umat Hindu, Buddha, dan kepercayaan yang lain yang tentunya terus harus saling memahami, saling mengerti, saling membantu, bergotong royong," imbuhnya.
Dia juga menyoroti pentingnya iman dan keyakinan dalam kehidupan generasi muda. "Apa yang kita capai di sekolah, kepandaian, kecerdasan, dan lain-lain tidak ada artinya kalau kita tidak punya iman, kalau kita tidak punya keyakinan pada Tuhan yang Maha Kuasa, Tuhan yang memberi kehidupan, Tuhan yang melancarkan segala urusan kita," jelasnya.
Dia menyampaikan salam hangat dari Gubernur Pramono Anung, berharap perayaan Natal dapat dimaknai dengan hal-hal positif. "Bapak Pramono Anung yang tentunya selalu saya laporkan kegiatan saya sehari-harinya, menyampaikan salam yang terhangat dari beliau untuk adik-adik sekalian dan juga Bapak Ibu yang hadir. Semoga perayaan Natal ini bisa kita maknai dengan hal-hal yang positif terkait dengan menjaga persatuan, kesatuan dan kebersamaan khususnya di kota Jakarta Utara yang tercinta ini," pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Laskar Garuda Pancasila (LGP) DKI Jakarta mencetak sejarah dengan menyelenggarakan perayaan Natal pelajar untuk pertama kalinya di Jakarta Utara. Acara ini berhasil mengumpulkan perwakilan dari 25 sekolah, mengangkat tema "Kebersamaan Melebihi Segalanya" sebagai semangat persatuan di tengah keberagaman.
Ketua Laskar Garuda Pancasila DKI Jakarta Andreas Bolang menjelaskan, acara ini diselenggarakan dengan penuh iman dan hanya membutuhkan satu kali rapat koordinasi. "Acara ini betul-betul dengan iman saya laksanakan. Rapat hanya sekali dengan Pak Seko dan Pak Kabak. Sesuai dengan temanya, kebersamaan melebihi dari segalanya," ujar Andreas.
Dia juga mengakui mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Naremax Premium Event Partner untuk kebutuhan digital dan Andrew dari BP Hipmi untuk konsumsi. "Saya juga pikir harus ada snack dan konsumsi, dari mana itu? Saya punya link jaringan. Terima kasih Bapak Andrew dari BP Hipmi. Saya melaksanakan kegiatan ini sesuai dengan temanya, kebersamaan melebihi dari segalanya," ungkapnya.
Dia menjelaskan, Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 dan 2 menindaklanjuti permintaannya untuk menghadirkan pelajar dari berbagai sekolah dengan mengeluarkan surat untuk mengumpulkan pelajar Nasrani se-Jakarta Utara. Ia menekankan bahwa tema kebersamaan harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
"Kita harus bersama-sama, bergandengan tangan. Mau dari mana pun itu SMK-nya. Namanya kita di Bangsa Indonesia ini harus kita sama-sama kita jaga kota Jakarta, yaitu Jakarta Utara," jelasnya.
Sementara itu, Plt Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Freddy Setiawan memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif LGP. "Hari ini sungguh luar biasa. Saya yang pertama mewakili Bapak Wali Kota Jakarta Utara menyampaikan ucapan terima kasih, penghargaan, apresiasi yang sebesar-besarnya, khususnya kepada Laskar Garuda Pancasila yang memprakarsai perayaan Natal Pelajar pertama di Jakarta Utara," ujar Freddy.
Dia menegaskan bahwa tema kebersamaan melebihi segalanya sejalan dengan kondisi masyarakat Jakarta Utara yang majemuk. "Dengan tema yang sudah disampaikan, kebersamaan melebihi segalanya. Ini tentunya memang sejalan juga dengan kondisi masyarakat yang ada di Jakarta Utara. Karena memang keberagaman suku agama adalah keberkahan bagi kita semua untuk bisa belajar, bisa tumbuh, dan melayani bersama sebagai keluarga besar di Jakarta Utara," tegasnya.
Jakarta Mantapkan Diri Jadi Kota Global Ramah Investor
DKI Jakarta telah memperkuat posisinya sebagai kota global yang pro-investasi melalui Jakarta Investment Award 2025 dan reformasi perizinan. [513] url asal
#pemprov-dki-jakarta #kota-global #investasi #pramono-anung #pertumbuhan-ekonomi #transportasi-publik #iklim-investasi
(CNBC Indonesia - News) 17/11/25 11:07
v/40315/
Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat posisi Ibu Kota sebagai kota global yang ramah bagi investor. Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam Jakarta Investment Award 2025, Senin (10/11/2025), sebuah ajang apresiasi bagi pelaku usaha yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan investasi daerah.
Pramono menyampaikan penghargaan kepada dunia usaha, APINDO, serta pemerintah pusat atas kolaborasi yang solid dalam memperkuat ekosistem investasi di Jakarta. Menurutnya, ajang ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga simbol konsistensi Jakarta dalam membangun kredibilitas sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
"Jakarta Investment Award bukan sekadar penghargaan, tetapi momentum untuk menegaskan bahwa Jakarta adalah kota yang kredibel dan pro investasi. Kepercayaan publik adalah fondasi utama investasi yang berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip Senin (17/11/2025).
Pramono menambahkan, Pemprov DKI Jakarta tengah memperkuat berbagai sektor strategis guna memastikan layanan publik semakin cepat, transparan, dan dapat dipercaya. Pembenahan itu dilakukan mulai dari perizinan, tata kelola pemerintahan, hingga peningkatan kualitas infrastruktur dan transportasi publik.
"Pemerintah harus dipercaya. Persoalan harus diselesaikan secara cepat dan transparan. Inilah yang kami lakukan melalui pembenahan tata kelola dan percepatan layanan," imbuhnya.
Salah satu fokus utama Pemprov DKI adalah meningkatkan efisiensi mobilitas dan aksesibilitas kota. Pramono menegaskan peningkatan layanan transportasi publik, seperti Transjakarta serta moda terintegrasi, menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi dan kenyamanan pelaku usaha.
"Kami ingin memastikan transportasi publik berjalan optimal untuk mendukung mobilitas ekonomi. Saya mengajak dunia usaha untuk bersama-sama membangun Jakarta menuju kota global yang tangguh dan berdaya saing," kata dia.
Dari pemerintah pusat, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Todotua Pasaribu mengapresiasi capaian investasi Jakarta yang tumbuh kuat. Ia menyebut pertumbuhan investasi di Ibu Kota mencapai sekitar 45 persen secara tahunan (year on year), menjadikan Jakarta sebagai salah satu provinsi dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia.
"Sinergi pusat dan daerah, termasuk dengan DPMPTSP Jakarta, menjadi kunci terciptanya iklim investasi yang kondusif, berdaya saing, dan berkelanjutan," jelasnya. Reformasi perizinan dan kemudahan layanan disebut akan terus diperkuat agar Jakarta dapat menjadi role model nasional dalam tata kelola investasi.
Sementara itu, Ketua Umum APINDO Shinta Kamdani turut menyampaikan apresiasi atas perbaikan signifikan dalam hal perizinan dan kepastian berusaha di Jakarta. Ia menilai banyak hambatan yang sebelumnya terjadi kini terselesaikan berkat perbaikan sistem dan koordinasi lintas instansi.
"Kami melihat banyak kemajuan nyata dalam pemerintahan Pak Pramono. Reformasi struktural yang dilakukan sangat dirasakan pelaku usaha dan kembali menumbuhkan kepercayaan investor terhadap Jakarta," ujarnya.
Shinta juga menyoroti penguatan sistem Online Single Submission (OSS) yang mempercepat proses perizinan dan meningkatkan efisiensi layanan. Menurutnya, kombinasi reformasi pusat dan daerah membuat dunia usaha semakin optimistis terhadap masa depan iklim investasi di Jakarta.
(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]
Pramono Anung Ajak HIPMI Jaya Bangun Jakarta Jadi Kota Global
Jakarta merupakan motor utama perekonomian nasional. [268] url asal
#pramono-anung #pengusaha-muda #jakarta-kota-global #hipmi-jaya
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Jakarta Pramono Anung menekankan pentingnya peran pengusaha muda dalam mempercepat transformasi Jakarta menuju kota global. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta akan selalu terbuka berkolaborasi dengan para pengusaha untuk membangun ibu kota.
Pramono mengatakan, salah satu indikator kemajuan kota adalah adanya kerja sama antara pemerintah dan pengusaha, terutama pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI Jaya. Namun, kerja sama itu tidak mesti dalam bentuk memberikan proyek kepada para pengusaha.
"Jadi bukan kemudian mereka diberi, semata-mata diberi pekerjaan. Saya lebih berkeinginan untuk mereka bisa menjadi punya daya saing yang bagus, menjadi pengusaha atau entrepreneur di bidangnya masing-masing," kata dia, Jumat (14/11/2025).
Pramono juga memaparkan agenda strategis Pemprov Jakarta, termasuk target implementasi penuh bus listrik Transjakarta pada 2030, perluasan jaringan Transjabodetabek untuk mengurangi kemacetan, serta pengembangan kawasan TOD seperti Kota Tua dan Bundaran HI sebagai pusat-pusat ekonomi baru. Seluruh agenda tersebut dinilai membuka peluang besar bagi kolaborasi dengan pengusaha muda, termasuk anggota HIPMI Jaya.
Ketua Umum BPD HIPMI Jaya, Ryan Haroen, mengatakan Jakarta merupakan motor utama perekonomian nasional. Ia menekankan bahwa pengusaha muda memegang peranan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, baik di ibu kota maupun secara nasional.
“Sebagai bagian dari HIPMI Jaya, kami memiliki lebih dari 4.500 anggota aktif yang juga ikut memberikan kontribusi besar dalam perkembangan ekonomi Jakarta di daerah masing-masing,” kata dia.
Ia juga berharap, dengan semakin banyaknya pengusaha muda yang bergabung, HIPMI Jaya dapat terus berinovasi dan berkontribusi lebih banyak bagi pembangunan ekonomi Jakarta. Ia pun berkomitmen untuk tidak hanya menjadi pengusaha sukses, tetapi juga agen perubahan yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan kota.
Pramono Anung Ajak Pengusaha Muda Bangun Jakarta Jadi Kota Global
Jakarta merupakan motor utama perekonomian nasional. [268] url asal
#pramono-anung #pengusaha-muda #jakarta-kota-global #hipmi-jaya
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Jakarta Pramono Anung menekankan pentingnya peran pengusaha muda dalam mempercepat transformasi Jakarta menuju kota global. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta akan selalu terbuka berkolaborasi dengan para pengusaha untuk membangun ibu kota.
Pramono mengatakan, salah satu indikator kemajuan kota adalah adanya kerja sama antara pemerintah dan pengusaha, terutama pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI Jaya. Namun, kerja sama itu tidak mesti dalam bentuk memberikan proyek kepada para pengusaha.
"Jadi bukan kemudian mereka diberi, semata-mata diberi pekerjaan. Saya lebih berkeinginan untuk mereka bisa menjadi punya daya saing yang bagus, menjadi pengusaha atau entrepreneur di bidangnya masing-masing," kata dia, Jumat (14/11/2025).
Pramono juga memaparkan agenda strategis Pemprov Jakarta, termasuk target implementasi penuh bus listrik Transjakarta pada 2030, perluasan jaringan Transjabodetabek untuk mengurangi kemacetan, serta pengembangan kawasan TOD seperti Kota Tua dan Bundaran HI sebagai pusat-pusat ekonomi baru. Seluruh agenda tersebut dinilai membuka peluang besar bagi kolaborasi dengan pengusaha muda, termasuk anggota HIPMI Jaya.
Ketua Umum BPD HIPMI Jaya, Ryan Haroen, mengatakan Jakarta merupakan motor utama perekonomian nasional. Ia menekankan bahwa pengusaha muda memegang peranan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, baik di ibu kota maupun secara nasional.
“Sebagai bagian dari HIPMI Jaya, kami memiliki lebih dari 4.500 anggota aktif yang juga ikut memberikan kontribusi besar dalam perkembangan ekonomi Jakarta di daerah masing-masing,” kata dia.
Ia juga berharap, dengan semakin banyaknya pengusaha muda yang bergabung, HIPMI Jaya dapat terus berinovasi dan berkontribusi lebih banyak bagi pembangunan ekonomi Jakarta. Ia pun berkomitmen untuk tidak hanya menjadi pengusaha sukses, tetapi juga agen perubahan yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan kota.
Peran Pendidikan Global dalam Transformasi Jakarta 2030
Menjadikan Jakarta sebagai Kota Global bukan sekadar membangun gedung pencakar langit atau infrastruktur modern. [963] url asal
#jakarta #kota-global #pendidikan #internasional #perguruan-tinggi #kampus #kemenristekdikti #pemerintah-daerah #akademik
(CNBC Indonesia - Opini) 01/11/25 18:54
v/24039/
Catatan: Artikel ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi CNBCIndonesia.com
Pekan lalu, saya bersama Prof. Yoo Taek Lee selaku Dekan International Schools dari Univesitas Woosong Korea Selatan melakukan audiensi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Salah satu hal menarik dalam pertemuan tersebut adalah keseriusan pemprov untuk mewujudkan Jakarta sebagai Kota Global - sebuah visi yang tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang manusia, budaya, dan ilmu pengetahuan.
Menurut data Global Cities Index (GCI) 2025 dari lembaga konsultan Kearney, Jakarta menempati peringkat ke-71 dunia, naik dari tahun sebelumnya di peringkat ke-74 dunia. Peningkatan ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, terutama di bidang sumber daya manusia serta transformasi digital.
Pemprov DKI Jakarta menargetkan Jakarta dapat menembus 50 besar kota global pada tahun 2030. Untuk mencapai ambisi tersebut, sejumlah strategi dijalankan dengan fokus pada lima aspek utama: penguatan simpul ekonomi internasional, pengembangan sumber daya manusia (SDM), peningkatan daya tarik budaya, pengelolaan informasi global, dan partisipasi aktif warga dalam demokrasi.
Namun, di antara semua aspek itu, pendidikan memegang peran paling krusial. Pendidikan, terutama di tingkat tinggi, merupakan fondasi dalam mencetak SDM unggul yang mampu bersaing di kancah global. Universitas-universitas di Jakarta perlu meningkatkan kualitas pengajaran, riset, dan kerja sama internasional agar menjadi magnet bagi mahasiswa, dosen, serta peneliti dari seluruh dunia.
Kolaborasi lintas negara melalui program pertukaran pelajar, dosen, maupun riset bersama perlu terus diperkuat. Saat ini, sejumlah kampus di Jakarta - baik negeri maupun swasta - mulai aktif menjalin kerja sama dengan universitas asing. Langkah ini merupakan pijakan penting menuju ekosistem pendidikan tinggi global yang lebih terbuka dan inklusif.
Selain meningkatkan kolaborasi, kehadiran kampus asing di Indonesia juga menjadi faktor strategis. Hingga saat ini, baru satu universitas luar negeri yang beroperasi secara fisik di Jakarta, yakni Georgetown University dari Amerika Serikat, yang mulai beroperasi tahun lalu. Kehadiran kampus asing diharapkan dapat mempercepat proses internasionalisasi pendidikan tinggi di Indonesia sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat pendidikan global.
Model ini sudah mulai terlihat di beberapa kota lain: Western Sydney University di Surabaya, Deakin-Lancaster di Bandung, Monash University di Tangerang, hingga King's College London di kawasan ekonomi khusus Singhasari, Malang, dan Tsinghua Asia Research Center di Bali. Keberadaan universitas asing ini bukan untuk menjadi pesaing, tetapi untuk membangun ekosistem pendidikan kolaboratif bersama universitas lokal.
Belajar dari Korea Selatan
Korea Selatan merupakan contoh sukses dalam membangun ekosistem pendidikan internasional. Pada 2023, pemerintahnya meluncurkan program Study Korea 300K, menargetkan 300 ribu mahasiswa asing dalam waktu lima tahun. Hebatnya, target tersebut tercapai hanya dalam dua tahun. Saat ini, ada sekitar 300 ribu mahasiswa internasional yang menempuh studi di Korsel - dari program gelar, non-gelar, hingga kursus bahasa.
Lonjakan mahasiswa asing tersebut mendorong universitas-universitas di Korea membuka lebih banyak program berbahasa Inggris dan jurusan baru yang mencerminkan budaya mereka, seperti K-Pop, K-Beauty, dan industri kreatif lainnya. Pemerintah Korea juga mendukung melalui kebijakan imigrasi yang progresif, misalnya dengan memberikan visa pencari kerja dua tahun bagi lulusan asing.
Hasilnya, Seoul kini dinobatkan sebagai Top City for student menurut QS Best Student Cities Ranking 2026, menggeser London yang memegang posisi itu selama enam tahun berturut-turut. Prestasi ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah, universitas, dan dunia industri dalam membangun reputasi global.
Peluang bagi Indonesia
Menurut data Kemenristekm, yang dikutip Media Indonesia, jumlah mahasiswa asing di Indonesia baru mencapai sekitar 6.000 orang, tersebar di berbagai kampus. Angka ini masih sangat kecil jika dibandingkan dengan total lebih dari 3.500 perguruan tinggi di Tanah Air. Beberapa kampus seperti Universitas Presiden, Universitas Indonesia, dan Universitas Brawijaya menjadi contoh yang sudah berhasil menarik mahasiswa internasional.
Namun, untuk menjadikan Indonesia - khususnya Jakarta - sebagai kota pendidikan global, diperlukan upaya yang lebih sistematis. Pemerintah daerah, Kemenristek-Dikti, serta perguruan tinggi perlu berkolaborasi lebih erat dalam memperluas kerja sama internasional, menyederhanakan regulasi bagi kampus asing, dan menciptakan iklim akademik yang terbuka.
Kebijakan visa pendidikan yang ramah, akreditasi internasional, hingga dukungan industri terhadap riset dan inovasi juga menjadi faktor penting. Semakin banyak mahasiswa asing yang datang, semakin besar pula transfer pengetahuan, jejaring global, dan dampak ekonomi yang dihasilkan.
Penutup
Menjadikan Jakarta sebagai Kota Global bukan sekadar membangun gedung pencakar langit atau infrastruktur modern, tetapi tentang membangun manusia berdaya saing global. Pendidikan internasional menjadi kunci utama dalam membuka jalan menuju cita-cita tersebut.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan keberanian untuk berinovasi, saya yakin Indonesia - dimulai dari Jakarta - mampu menjadi magnet pendidikan internasional di Asia Tenggara. Semoga impian menjadikan Jakarta sebagai Kota Global dapat terwujud pada tahun 2030, atau bahkan lebih cepat.
(miq/miq)
#50 tag sepekan
#ihsg (164) #purbaya (113) #investasi (94) #ojk (90) #apbn (88) #danantara (67) #pertumbuhan ekonomi (61) #trump (61) #kemenkeu (58) #pertamina (57) #umkm (53) #bei (52) #pajak (48) #donald trump (47) #esdm (45) #menkeu (44) #himbara (36) #kementerian keuangan (36) #bahlil lahadalia (35) #emas (35) #bapanas (34) #pasar saham (34) #ekonomi indonesia (34) #bumn (32) #menteri keuangan (31) #kemnaker (30) #mbg (29) #djp (28) #btn (27) #imf (27) #ekspor (27) #perang dagang (26) #kementan (26) #bbm (25) #garuda indonesia (24) #pasar modal (24) #utang (24) #bri (23) #bank indonesia (23) #rupslb (23) #hilirisasi (23) #yassierli (22) #magang (22) #kebijakan fiskal (22) #amran sulaiman (22) #ppn (22) #whoosh (21) #bea cukai (21) #bitcoin (20) #komdigi (20)